Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Pernah Belajar Filsafat. Pemerhati SepakBola (dunia). Penonton Politik. Non-Partisan.

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Ketika CFD Menjadi "Corona Free Day"

22 Juni 2020   21:50 Diperbarui: 23 Juni 2020   06:40 214 42 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika CFD Menjadi "Corona Free Day"
CFD Jakarta (kompas.com)

Kegiatan CFD (Car Free Day) di Ibu kota Jakarta pada hari minggu, 21 Juni 2020 kemarin yang baru diadakan kembali untuk pertama kalinya setelah adanya wabah virus Corona (Covid-19), mendapat sorotan karena banyak warga masyarakat dalam CFD yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Terutama, mereka kurang mengindahkan physical distancing. Perilaku  mereka yang berdesak-desakan dalam CFD kemarin itu hampir tidak ada bedanya dengan waktu CFD sebelum adanya wabah Corona (Covid-19).

Perilaku warga masyarakat seperti itu tentu sangat rentan, sangat berpotensi terjadinya transmisi virus Corona (Covid-19). Hal itu dikarenakan saat ini Indonesia, khususnya Jakarta belum aman sama sekali dari ancaman virus Corona (Covid-19).

Memang bisa dimengerti jika banyak warga masyarakat  antusias mengikuti CFD itu mengingat selama kurang lebih tiga bulan mereka "terkurung" di rumah masing-masing. Sebagai makhluk sosial, warga masyarakat sudah tidak sabar untuk melakukan aktivitas bersama-sama kembali.

Hanya saja perilaku banyak  warga masyarakat yang terlibat dalam CFD, yang sudah tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan merupakan perilaku yang ceroboh. Seolah-olah Jakarta sudah bebas dari wabah virus Corona (Covid-19). Tak heran jika banyak netizen kemudian menyindir kegiatan CFD itu dengan menyebutnya sebagai Corona Free Day.

Nada kecewa dan olok-olok dari banyak netizen pun sangat jelas terlihat. Akun twitter @Ryuganesha misalnya, menyebut bahwa orang Jakarta takutnya sama Tuhan bukan sama virus. Kemudian akun twitter @AzizatilNurul (melihat foto dalam tweetnya seorang perawat yang sedang jaga di rumah sakit) mengatakan, "Disaat orang-orang CFD-an gua di sini di tempat yang sama nyambut kalian...".

Selain kedua netizen di atas tentu masih banyak netizen lain yang juga merasa kecewa dan menyayangkan kegiatan CFD yang seperti sudah bebas dari wabah virus Corona (Covid-19). Tak sedikit dari mereka yang menyesal dan merasa sia-sia berdiam diri di rumah selama tiga bulan setelah melihat perilaku warga dalam kegiatan CFD itu.

Dalam konteks CFD tersebut, mungkin tidak salah jika dikatakan bahwa orang Indonesia itu memang tidak sabaran. Sebab mereka lebih memprioritaskan gaya hidup dan membunuh rasa bosan dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan diri mereka sendiri daripada memprirotaskan keselamatan dan kesehatan diri sendiri.  

Walau bagaimanapun, melakukan aktivitas dan interaksi dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang sangat rentan dan berisiko adanya transmisi virus Corona (Covid-19). Apalagi dalam aktivitas tersebut mereka kurang menjalankan protokol kesehatan.     

Terkait kegiatan CFD yang telah dilaksanakan itu, gubernur Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan melakukan evaluasi. Hasil evaluasi akan menjadi dasar apakah CFD akan diselenggarkan lagi untuk ke depannya atau tidak.

CFD adalah gaya hidup warga masyarakat dalam beberapa tahun belakangan ini. Hampir di tiap tempat diadakannya CFD,  warga masyarakat selalu antusias mengikutinya. CFD bisa disebut sebagai kegiatan yang murah meriah, karena di sana warga masyarakat bisa olahraga, jalan-jalan, atau sekedar cuci mata, bahkan belanja.

Dalam situasi masih adanya wabah virus Corona (Covid-19) ini, sah-sah saja warga masyarakat berpartisipasi dalam CFD seperti yang diadakan di Jakarta Minggu, 21/06/2020 itu. Akan tetapi jangan sampai demi memenuhi gaya hidup, atau demi membunuh rasa bosan faktor keselamatan dan kesehatan dikesampingkan. Faktor keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi  prioritas utama.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x