Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Non-Partisan.

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Peringatan Anies Baswedan tentang Gelombang II Covid-19 di Jakarta

26 Mei 2020   15:05 Diperbarui: 26 Mei 2020   15:27 95 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peringatan Anies Baswedan tentang Gelombang II Covid-19 di Jakarta
Anies Baswedan (tribunnews.com)

Jakarta, sebagai episentrum penyebaran wabah Covid-19 sampai hari ini masih terus menunjukkan penambahan kasus positif Covid-19. Berdasarkan data dari https://corona.jakarta.go.id/, selama seminggu terakhir telah terjadi penambahan sebanyak 559 kasus. Hari ini (26/05/2020) kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 6.709 kasus.

Penambahan kasus positif Covid-19 di jakarta memang fluktuatif. Tanggal 20 Mei misalnya, hanya terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 70 kasus. Tetapi hari berikutnya naik lagi menjadi 96 kasus.

Penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak selama seminggu terakhir terjadi pada tanggal 22 Mei, yakni sebanyak 127 kasus. Setelah itu, besoknya penambahan kasus positif Covid-19 kembali berkurang menjadi 118 kasus.

Seiring dengan arus balik Idul Fitri 2020, ada kekhawatiran terjadi lonjakan  peningkatan kasus Covid-19. Oleh karena itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat arus balik. Tidak semua orang bisa dengan bebas masuk ke Jakarta sebagaimana tahun sebelumnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan dengan tegas bahwa mereka yang boleh memasuki Jakarta hanyalah orang yang memiliki SIKM (Surat Izin Keluar Masuk). 

Bagi orang  yang tidak memilikinya tidak diizinkan masuk ke Jakarta, harus putar balik ke daerah asalnya. Peraturan tentang SIKM tersebut diatur dalam Pergub (PeraturanGubernur) Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan Masuk Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Anies Baswedan menyebut, mereka yang diizinkan masuk ke Jakarta adalah mereka yang bekerja di 11 sektor sesuai ketentuan Surat Edaran Nomor 4 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Yakni antara lain sektor kesehatan, energi, keuangan, logistik, perhotelan, dan pelayanan dasar/objek vital.

Apakah Peraturan tentang SIKM tersebut akan efektif dalam menghambat arus balik  dari daerah ke Jakarta ? Hal itu kembali kepada konsistensi dalam penerapan aturan tersebut. Selain itu kedisiplinan dan kejujuran para petugas di lapangan juga menjadi faktor kunci yang menentukan keefektifan penerapan peraturan tentang SIKM.

Seribu satu cara mungkin akan digunakan oleh mereka yang akan kembali ke Jakarta untuk bisa masuk ke Jakarta. Bisa jadi mereka melakukan "main mata" dengan oknum petugas. Bisa juga mereka menggunakan beberapa "jalur tikus" untuk bisa masuk ke Jakarta.

Oleh karena itu mentalitas dan moralitas para petugas yang menjaga gerbang masuk ke Jakarta harus benar-benar kuat. Salah satu cara agar mereka tidak tergoda untuk "main  mata" dengan orang-orang yang akan masuk ke Jakarta, mungkin dengan memberi mereka insentif  yang sesuai dengan beban tugas masing-masing.

Selain itu penjagaan di "jalur-jalur tikus" harus pula dilakukan dengan sama ketatnya dengan jalur masuk yang biasa. Penjagaan dilakukan tidak hanya pada "jam kerja", tapi dilakukan selama 24 jam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN