Mohon tunggu...
Wiwid Dolianto
Wiwid Dolianto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Suka Travelling

Menulis, berbagi dan diskusi mengenai banyak hal untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Hi-Tech Pilihan

Industri Penerbangan Sebagai Penggerak Perekonomian dan Pariwisata di Indonesia

7 Oktober 2022   09:00 Diperbarui: 7 Oktober 2022   20:35 279 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bangsa Indonesia dikaruniai 17.504 pulau yang tersebar dari ujung Timur hingga ujung Barat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari pulau yang sangat besar hingga pulau - pulau kecil. Terdapat dua pulau di Indonesia yang termasuk dalam 7 pulau terbesar di dunia, yaitu Kalimantan dan Sumatera. Dari ribuan pulau tercatat 55% diantaranya masih belum memiliki nama, nah apakah kamu berminat memberi nama salah satu pulau dengan namamu ? Kita harus bersyukur bahwa kita sebagai bangsa dan terlahir di tanah air tercinta Indonesia ini dikaruniai sumber daya alam yang sangat berlimpah. Sebut saja salah satu diantaranya yaitu kekayaan laut, mulai dari minyak, beragam hasil perikanan, garam, wisata selam, dan lainnya. Dengan garis pantai sepanjang lebih dari 95 ribu km yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki aset wisata pantai yang sangat potensial. Luas wilayah lautan Indonesia adalah 5,8 juta km persegi atau mencakup 71% dari total seluruh wilayah Indonesia. Hasil tangkapan ikan sangat beragam dan ini harus dilindungi dari pencurian atau pengambilan secara ilegal. Sudah banyak terjadi penangkapan kapal ikan asing yang menangkap ikan secara ilegal di perairan laut Indonesia yang bertujuan untuk melindungi nelayan asli Indonesia. Selain hasil laut terdapat juga hasil hutan, keragaman hayati yang ada di dalamnya, serta berbagai hasil kekayaan alam lainnya.  

Potensi wisata yang dimiliki oleh negara kita sangat beragam. Keindahan alam berupa pantai, danau, hutan wisata, gunung dan masih banyak kategori wisata alam lainnya. Potensi wisata yang dikembangkan dan dikelola secara maksimal kemudian menjadi industri pariwisata, akan bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta daerah setempat. Industri pariwisata merupakan industri yang sangat ramah lingkungan. Dengan demikian tidak ada alasan lagi untuk tidak mengembangkan sektor pariwisata secara maksimal. Dari sisi Pemerintah, sektor pariwisata sudah mendapatkan perhatian khusus dengan adanya Kementrian Pariwisata. 

Selain keragaman kekayaan alam dan potensi tempat wisata, terdapat banyak hal yang dimiliki oleh Indonesia sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara yang ingin berkunjung ke Indonesia. Keragaman budaya, seni dan adat istiadat berbagai suku bangsa, bahasa, kuliner, musik asli berbagai suku, kerajinan serta banyak hal lainnya. Perlu dicatat berdasarkan data BPS tahun 2010 Indonesia memiliki 1340 suku bangsa. Terdapat juga ratusan bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa pengantar asli dan digunakan sehari - hari di 34 propinsi. 

Posisi Indonesia yang berada tepat di garis katulistiwa memberikan dampak yang sangat baik.  Kita hanya memiliki 2 musim dengan perbedaan suhu udara yang tidak jauh, hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri dalam hal pariwisata. Hal menarik lainnya yaitu matahari selalu menyinari wilayah Indonesia sepanjang tahun. Wisatawan luar negeri asal Eropa serta Australia yang sangat suka berjemur bisa menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama wisata mereka. 

Covid-19 melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 hingga akhir 2021 yang berdampak sangat besar bagi kehidupan bernegara. Ribuan masyarakat meninggal dunia karena terpapar Covid-19, aktifitas bepergian keluar daerah sangat dibatasi, perekonomian yang tidak menentu membuat pendapatan masyarakat sangat minim. Pun tak terkecuali bidang pariwisata yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Banyak sekali tempat wisata yang ditutup selama pandemi, aset fisik berupa hotel, rumah singgah, bahkan ada wahana wisata yang dijual guna menutup biaya operasional. Kita tidak sendirian, ternyata banyak negara lain yang juga merasakan dampak pandemi ini, bahkan ada yang lebih parah dari Indonesia jika dilihat dari jumlah korban serta dampak ekonomi. 

Tidak selamanya hujan badai melanda, semua ada waktunya. Saat ini kita harus bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Selaras dengan tema Hari Kemerdekaan RI ke 77 yaitu : 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat'. Kita beruntung masih memiliki aset berupa kekayaan alam, keragaman budaya, pariwisata dan banyak hal lainnya. Tinggal bagaimana cara mengelola aset kekayaan fisik berupa kekayaan alam dan aset kekayaan non fisik berupa kekayaan budaya tersebut sehingga memberikan manfaat seluas - luasnya bagi kehidupan masyarakat.   

Ada satu tantangan besar dalam upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, yaitu dalam hal pergerakan barang dan jasa, serta perpindahan manusia sebagai pelaku ekonomi, dimana Indonesia sebagai negara kepulauan tentu agak sulit dalam hal kecepatan dibandingkan dengan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah daratan. Jika perpindahan barang dan jasa dilakukan dengan mode transportasi kapal laut, perlu waktu relatif lama dan kadang terhambat oleh cuaca dan ombak besar. Selain itu juga sarana infrastruktur berupa pelabuhan dan kedalaman laut untuk kapal bersandar membutuhkan dana yang relatif sangat besar untuk pembangunannya. Selain perekonomian yang melibatkan barang dan jasa, sektor pariwisata juga membutuhkan kecepatan perpindahan orang dan juga barang. Masih banyak tempat wisata yang belum dieksplorasi secara komersial sebagai tempat pariwisata yang aman dan nyaman serta menarik minat wisatawan domestik dan internasional.  

Data BPS bulan Agustus 2022 menyebutkan hingga kuartal II 2022 pulau Jawa menempati urutan pertama dalam pertumbuhan ekonomi sebesar 56,55%. Disusul oleh Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Pertumbuhan jalan raya sebagai sarana infrastruktur penghubung utama baik berupa jalan arteri maupun jalan tol mempunyai andil yang sangat besar. Tercatat lebih dari 2.500 km jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia sampai awal tahun 2022. Jalan tol tersebut dibangun di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Lalu bagaimana dengan sebagian besar pulau lainnya, dimana distribusi barang dan jasa juga diperlukan secara cepat ? Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri, dimana sebagian besar wilayah Indonesia adalah kepulauan yang tersebar. Alternatif bisa dibangun jembatan seperti Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura, namun sangat banyak jembatan yang harus dibangun dan hal tersebut butuh dana yang sangat besar saat pembangunan dan perawatan rutin sehingga nilai keekonomiannya berkurang.  

Dengan geografis Indonesia berupa kepulauan, sangat cocok jika alat transportasi udara dijadikan andalan. Dengan kecepatan dan fleksibilitas untuk angkutan orang dan barang, moda transportasi pesawat diharapkan bisa mempercepat laju perekonomian di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian perekonomian tidak hanya terpusat di pulau Jawa, Sumatera serta pulau besar lainnya saja, namun bisa merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Industri penerbangan Indonesia sudah dimulai sejak terbang perdana N250 pada tanggal 10 Agustus 1995, ini yang menjadi tonggak sejarah kemajuan teknologi di Indonesia di bidang dirgantara. Cita - cita mulia dan sudah diwujudkan oleh Bapak BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi pada waktu itu. Saat ini Indonesia memiliki N219 yang terbang perdana pada tanggal 16 Agustus 2017. Pesawat bermesin ganda turboprop yang diproduksi oleh PT. Dirgantara Indonesia ini banyak diminati oleh konsumen dari dalam negeri dan juga dari luar negeri seperti Malaysia, Turki, Vietnam serta beberapa negara lainnya. Pesawat N219 mempunyai kapasitas 19 penumpang dan mampu menempuh jarak hingga 1500 km. Dengan panjang landas pacu yang relatif lebih pendek hanya sekitar 500 m, efisien dalam pengunaan bahan bakar, pesawat ini sangat cocok untuk angkutan orang dan barang antar daerah dan antar pulau dengan jarak sekitar 300 km hingga 700 km. Sebagai informasi buat kamu, infrastruktur bandar udara yang dimiliki oleh Departemen Perhubungan berjumlah 287 bandara pada tahun 2021. Terbagi dalam beberapa type bandara, dari bandara kecil dengan landas pacu kurang dari 800 m hingga bandara dengan landas pacu lebih dari 1800 m. Dengan infrastruktur bandara serta sistem navigasi di daerah yang sudah banyak dibangun, maka penggunaan pesawat sebagai moda transportasi utama antar pulau akan lebih cepat terlaksana. Lebih lanjut pesawat baling - baling ini bisa menjadi feeder atau penyedia bagi pesawat berbadan besar, untuk penumpang yang akan melanjutkan penerbangan ke daerah lain. Hal ini akan sangat menghemat waktu. 

Dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses terwujudnya cita - cita mulia ini. Sehingga percepatan laju perekonomian bisa lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Dukungan yang dimaksud berupa keamanan dan kenyamanan, akses dari dan menuju bandara, fasilitas pendukung seperti hotel dan juga fasilitas transportasi yang memadai. Pembiayaan bisa murni dari pihak Pemerintah Daerah dan bisa juga menggandeng pihak swasta untuk pembangunan, perawatan serta pengoperasiannya. Beberapa Pemerintah Daerah kabarnya sudah banyak yang memesan pesawat N219 ini, tentunya hal ini sangat menggembirakan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Lihat Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan