Mohon tunggu...
Wisnu Seto
Wisnu Seto Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang Mahasiswa Universitas Diponegoro yang berasal dari Kabupaten Madiun

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Ubah Limbah Jadi Rupiah! Mahasiswa Undip Membuat Pengawet untuk Buah dan Sayur yang AMan Dikonsumsi

26 Juni 2022   21:19 Diperbarui: 26 Juni 2022   22:09 40 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosialisasi Pembuatan Edible Coating Oleh Tim KKN Undip. Dokpri

Semarang – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Diponegoro Tahun 2022 melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang pada tanggal 5 Januari sampai 15 Februari 2022 dengan mengusung tema “Pemanfaatan Media Digital dan E-Commerce Sebagai Platform Pemasaran Produk Olahan Desa Piyanggang”

Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro Tahun 2022 memberikan edukasi serta pelatihan pembuatan pengawet makanan yang aman dikonsumsi kepada masyarakat Desa Piyanggang dan para pelaku UMKM di Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang pada hari Sabtu (29/01/22) di Aula Madrasah Diniyah Laa Tansa.

Pengawet yang diberi nama Edible Coating ini terbuat dari pati kulit singkong dengan tambahan bahan lainnya seperti asam askrobat, gliserin dan CMC. Kenapa diberi nama Edible Coating? Edible sendiri memiliki arti dapat dimakan, serta Coating yang berarti lapisan. Sehingga Edible Coating merupakan lapisan yang dapat dimakan.

Mayoritas masyarakat Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang memiliki mata pencaharian sebagai petani, baik petani buah ataupun petani sayur. Masyarakat mengungkapkan jika buah dan sayur yang dipanen tidak memiliki tingkat keawetan yang cukup lama. Itulah yang membuat Tim KKN Universitas Diponegoro membuat suatu inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Edible Coating ini merupakan pengawet buah dan sayur yang aman dikonsumsi, karena kami menggunakan pati kulit singkong sebagai bahan utamanya. Untuk ketahanan buah dan sayur yang sudah dilapisi oleh Edible Coating ini akan bertahan 7-14 hari dalam suhu ruangan.” Jelas Angga selaku Koordinator Desa Tim KKN Universitas Diponegoro di Aula Madrasah Diniyah Laa Tansa.

Pati kulit singkong dipilih karena di Desa Piyanggang banyak limbah kulit singkong yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja. Selain itu, pati kulit singkong juga memiliki sifat kohesif sehingga kami gunakan sebagai bahan pelekat serta penghambat laju perpindahan gas dari lingkungan ke buah atau sayur.

Bahan lain yang digunakan yaitu Asam askrobat yang merupakan Vitamin C, memiliki sifat antioksidan dan sebagai penangkal radikal bebas. Gliserin berfungsi sebagai penguat lapisan dan CMC berfungsi sebagai pengental bahan

Dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Undip ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Piyanggang khususnya para pelaku UMKM di Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Penulis: Wisnuseto Haryo Bhaskoro, Mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri, KKN Tematik Universitas Diponegoro, Desa Piyanggang, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang

Dosen Pembimbing Lapangan: Ir. RTD. Wisnu Broto M.T.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan