Mohon tunggu...
Wisnu Maisa Putra Ari Denta
Wisnu Maisa Putra Ari Denta Mohon Tunggu... PLS/FIP/UM

Artikel Kita

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tata Krama sebagai Bentuk Pendidikan Karakter Anak di Lingkungan Keluarga

27 Oktober 2020   19:00 Diperbarui: 27 Oktober 2020   19:07 7 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia memiliki beragam budaya yang tersebar luas. Salah satunya adalah kebudayaan di jawa memiliki pendidikan yang kental dengan penerapan karakter. Sebagai warga masyarakat yang taat dalam berbudaya jawa, secara turun -- menurun warga jawa mewariskan budaya luhur yaitu sopan santun dalam melalukan komunikasi dengan orang lain atau orang yang lebih tua yang biasa dikenal dengan istilah nama unggah -- ungguh. 

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dalam budaya jawa terkandung tata nilai kehidupan bagi warga seperti norma, kebiasaan, keyakinan, dan sebagai bentuk simbol -- simbol yang bisa hidup dan berkembang dalam masyarakat jawa atau warga jawa itu sendiri, kasih sayang, toleransi, gotong royong, kemanusiaan, dan juga andhap asor, nilai hormat, tahu berterima kasih, dan lainnya. 

Pendidikan karakter yang digali dari budaya kita yaitu budaya jawa yang dimana dapat menjadi pilar pendidikan budi pekerti bagi kita semua salah satunya yaitu pendidikan karakter yang dimaksud disini adalah Unggah - Ungguh. 

Dengan adanya unggah-ungguh berbahasa maka pola -- pola suatu perilaku yang menyangkut paut dengan kehidupan, dan juga yang sekaligus bisa mengatur pergaulan, maka masyarakat atau warga mempunyai pedoman yang mantap mengenai perilaku yang bisa dianjurkan dan yang diwajibkan. Dalam hal ini seseorang dapat merasa mempunyai kepastian mengenai sikap yang harus diambil.

Keluarga merupakan bagian terkecil dalam masyarakat. Disinilah kefasihan dalam memiliki sikap yang tegas dalam mengambil sebuah kepastian sikap hormat sudah ditanamkan dan dikembangkan sejak dini melalui pendidikan dalam keluarga. 

Keluarga merupakan suatu pusat kemanan dan kedamaian bagi kita dalam masyarakat Jawa sehingga mewujudkannya harus didukung dengan aturan yang berdasarkan dengan nilai adat yang telah berlaku didalam budaya jawa. O

rangtua berperan penting dalam menerapkan sikap-sikap seperti isin (malu) yang dapat memberikan sumbangan melalui perkembangan rasa hormat kita kepada orang lain.Dan pada saat itu juga anak diharapkan untuk bisa berbahasa jawa halus dan bisa memahami tata krama lainnya.

Tata krama bukan berarti hanya dilakukan ketika anak berada di dalam rumah, melainkan bisa juga dilakukan pada saat di luar rumah. Anak yang mampu menerapkan tata krama, baik di dalam maupun di luar rumah akan dihormati oleh orang lain. Hal tersebut disebabkan anak mampu menampilkan sifat yang terpuji.

VIDEO PILIHAN