Mohon tunggu...
wirandi oktapratama
wirandi oktapratama Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

pengen jadi eksmud

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

SCBD Berhasil Mencuri Perhatian Masyarakat

5 Agustus 2022   15:10 Diperbarui: 5 Agustus 2022   15:42 519
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemunculan remaja-remaja SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) yang sering nongkrong di Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat beberapa waktu terakhir, berhasil mencuri perhatian masyarakat.

Mereka tampil dengan gaya pakaian yang eksentrik nan kekinian, mengikuti tren karyawan SCBD (Sudirman Central Businesses District) yang terkenal memiliki gaya fesyen trendi juga modis.

Beberapa dari remaja berusia belasan tahun ini bahkan memiliki popularitas tinggi dan kini dikenal sebagai "penguasa" SCBD.

melihat fenomena remaja SCBD tersebut sebagai fenomena sosial di mana para generasi muda ingin menunjukkan eksistensinya.

"Penampilan-penampilan ekspresi anak muda itu, mereka berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang, generasi yang update, yang tidak old fashion, tidak kedaluwarsa atau tradisional. Tapi mereka generasi yang mengikuti zaman. Jadi mereka itu up to date,"

keberadaan remaja pinggiran ibu kota di salah satu kawasan elit Jakarta tersebut dapat diartikan sebagai upaya bahwa mereka ingin menunjukkan kelas mereka.

Kaum muda yang berkumpul dan mengekspresikan diri disana seakan menemukan ruang ekspresi yang keren disaat mereka tidak menemukannya di kampung mereka sendiri.

Keinginan kuat tampil flamboyan memaksa mereka kreatif mencari model yang tidak biasa, out of the box, sehingga kreatifitas bermunculan disana. Mereka pun belajar padu padan pakaian, berjalan di catwalk, dan berpose di depan kamera. Jadilah bibit-bibit model muncul secara massif.

Namun di satu sisi, fenomena SCBD ini juga patut menjadi perhatian pihak keluarga dan pemerintah setempat.

Sebab ada potensi hal negatif yang muncul dari fenomena ini, baik tindakan kejahatan, asusila, dan menurunkan motivasi anak untuk bersekolah atau bolos bersekolah karena mereka lebih nyaman nongkrong di area kawasan Sudirman ini.

Tenntu para remaja ini akan menuntut pihak keluarga atau orangtua untuk bisa membelikan mereka pakaian yang modis karena mereka terbawa tuntutan pergaulan dengan teman - temannya yang beraktivitas di kawasan Sudirman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun