Mohon tunggu...
winny poespo judo
winny poespo judo Mohon Tunggu... Freelancer - Lovely

Enjoying the Journey

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Impostor Among Us Kaitannya Dengan Bones Radikalisme

2 Desember 2020   19:15 Diperbarui: 2 Desember 2020   20:11 176
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Ternyata mereka hanya memakai sarung ninja ataupun hanya ponco jas hujan berwarna muda atau terang. Para pelaku sekaligus korban atau kita sebut saja mereka sebagai among us dan impostornya ini, dikondisikan sedemikian rupa sebagai buruan ataupun pemburu. 

Dan yang dilihat dari para among us dan impostor ini adalah halusinasi yang hanya  tentang harus berlari, bersembunyi di tiap banyak gang sempit di antara rumah bangunan yang harus dilalui. Semacam kacamata 4 dimensi movie yang akan dialami oleh mereka sebelum akhirnya dieksekusi atau saling mengeksekusi untuk dibagi dan dipotong menjadi 2 bagian. Kemudian sisa tulang belulangnya selalu tidak bisa diidentifikasikan oleh perekam jejak dna apapun. Dan karakteristik kekerasan terlarang ini adalah korban korbannya selalu dibagi dua atas bawah secara sempurna sehingga sangat meyakinkan bahwa game tersebut berkaitan dengan issue bones radikalisme.

 Entah kenapa bones radikalisme tersebut bisa terjadi, akan tetapi diyakini hal tersebut diawali dengan  perang bisnis antar criminal gengster  yang benar-benar tidak lazim, dan terjadi di seluruh penjuru dunia secara serentak dan berulang ulang. 

Sebelum pengeksekusian, calon korban akan mengirimkan pesan terakhir mengenai hukuman deadlock yang akan mereka terima. Dan hukuman yang mereka terima bukan merupakan serial goosebump atau kemungkinan yang bisa mereka pilih untuk selamat. Pesan kematian tersebut akan terkirim  ke penyanyi kerajaan atau orang yang terpilih ataupun ke  anak-anak kecil berumur di bawah 10 tahun yang diprotek dan dikarantina oleh pemerintah atau kerajaan. Atau para terpilih tersebut terlebih dahulu  dilantik dan tersumpah oleh banyak kerajaan maupun pemerintah yang juga menerima pesan dari sistem alam dan hal tersebut bukan merupakan sistem konspirasi. 

Sekali lagi keputusan mengenai sistem deadlock bukan merupakan konspirasi atau disengaja ataupun direncanakan. Karena keputusan tersebut merupakan  bentuk sistem pembalasan dari alam dan Sang Pencipta Alam.

 Dan pesan terakhir yang disampaikan   tersebut bukan merupakan pesan penyesalan akan kesalahan, tetapi merupakan bentuk pesan pembenaran akan kesalahan yang telah dia lakukan. Dan kesalahan akan kekerasan yang telah mereka lakukan  begitu sangat mengerikan jika diceritakan di kemudian hari atau jika diceritakan ke generasi penerusnya. 

Sekali lagi peristiwa tersebut merupakan sesuatu yang diyakini beberapa orang dan tidak semua orang akan dipaksa untuk meyakininya. Jadi pendapat saya mengenai game among us dengan impostornya itu adalah

 “ Game tersebut bagi saya merupakan suatu kejutan terbesar setelah banyak terekam kasus yang tidak nyaman mengenai kekerasan yang terjadi di kalangan generasi muda di berbagai belahan dunia” 

“ Potong bagi dua adalah ciri khas kekerasan bones radikalisme dan game tersebut bisa jadi memperburuk keadaan kekerasan yang semakin beku untuk disentuh” 

Apakah ada cara untuk menghentikannya? Cara menghentikannya juga sangat sukar karena sistem tersebut juga sudah jadi sangat dingin dan beku untuk disentuh atau sudah menjadi gunung es. 

Karena mayoritas mereka adalah orang yang terlihat polos, sangat tertutup dan sangat suka bersiasat. Dan sudah berteguh hati atau berkeputusan hati. Dan hal tersebut tidak mungkin disengaja atau dikonspirasikan oleh orang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun