Mohon tunggu...
Winny Gunarti
Winny Gunarti Mohon Tunggu... Dosen/peneliti Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI, Jakarta. E-mail: winny.gunartiww@unindra.ac.id, or winnygunarti@yahoo.com, blog: http://arti-kata.blogspot.com

Dosen/peneliti Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI, Jakarta. E-mail: winny.gunartiww@unindra.ac.id, or winnygunarti@yahoo.com, blog: http://arti-kata.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ketika Anang Merekatkan Jemari Paman Sam dan Ibu Pertiwi

27 Oktober 2018   09:21 Diperbarui: 27 Oktober 2018   09:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Ketika Anang Merekatkan Jemari Paman Sam dan Ibu Pertiwi
Anang Abimaya di @america's 8th anniversary design contest

Indonesia dan Amerika adalah dua sahabat. Ini adalah fakta sejarah yang terus berlanjut. Masih terkenang dalam memori kita, saat Presiden AS ke-44 Barack Obama memberi pesan untuk Indonesia di acara Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta, Juli 2017, bahwa "Indonesia harus berjuang untuk mentransformasikan dirinya sendiri untuk masa depan, dan Amerika Serikat bisa membantu." (liputan6.com). 

Atau saat Walikota San Francisco, menetapkan 17 Agustus 2018 sebagai "Indonesian-American Friendship and Heritage Day" di San Francisco, sebagaimana dikutip dari rilis kemlu.go.id.

Upaya-upaya untuk melestarikan persahabatan tersebut sungguh patut dihargai dan didukung oleh semua pihak. Jalinan persahabatan Indonesia dengan Amerika tampaknya memang menjanjikan relasi yang semakin "romantis". 

Setidaknya itu yang digambarkan oleh Anang Rafsyanjani Abimaya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI, Jakarta. Sang Pemenang Juara II dalam @america's 8th Anniversary Design Contest bertema "Celebrating 70 Years, Celebrating Our Friendship" di Pacific Place Mall, Jakarta, 26 Oktober 2018.

Makna persahabatan yang direpresentasikan oleh Anang melalui desain tautan jari-jemari dua buah tangan  berlambangkan masing-masing bendera dan dikelilingi oleh bintang-bintang tersebut ibarat refleksi harapan dari dua negara besar yang terus berupaya untuk merekatkan dirinya sebagai "dua sahabat" yang saling membantu dan melengkapi di tengah isu-isu ekonomi dan politik yang dinamis.

"Ini adalah romantisme antara Paman Sam dan Ibu Pertiwi," kata Anang Abimaya saat menjelaskan karya desainnya untuk Tote Bag.

Untuk memahami makna romantisme, agaknya tidak cukup menerjemahkannya dalam tataran kata yang tersurat. Filsuf romantisme asal Jerman, Friedrich Schiller memandang romantisme dalam karya seni lebih dari sekadar keindahan yang tertuang lewat kata atau gambar. Ia mengungkapkannya sebagai "truth exists for the wise, beauty for the feeling heart". 

Atau dalam terjemahan bebas, kebenaran ada untuk yang bijak, dan keindahan untuk perasaan hati. Persahabatan yang romantis memang akan berjalan baik bila dipenuhi dengan kebenaran, kebijakan, dan keindahan di dalam hati.

Kompetisi desain yang berlangsung sejak bulan Agustus hingga September ini diikuti oleh lebih dari tiga puluh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung, juga Pontianak dan Padang. Kompetisi  berlangsung dalam dua tahap, tahap eliminasi dan tahap final, dengan tim juri Michel Sutedja (STDI Jakarta), Dodi Nursaiman (Syakara Design Studio), Ignatius Hermawan Tanzil (LeBoYe), dan Irwan Harnoko (Worldwide Graphic Designers). Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas generasi muda, sekaligus terus menjalin persahabatan antarnegara melalui kegiatan yang positif. 

Sebagai pusat kebudayaan abad ke-21, @america atau #atamerica setiap tahunnya  telah menggelar berbagai kegiatan diskusi, pertunjukan budaya, kompetisi, dan pameran tentang keanekaragaman budaya, untuk mendorong pemikiran dan gagasan baru melalui ekplorasi dan pengalaman anak muda. Selain Anang Abimaya yang meraih Juara II dan Juara Favorit, ada Samuel Christhoper (Juara I) dan Rocky Ciputra (Juara III).

Selamat buat Anang. Let's be romantic!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x