Winner Zona Sinurat
Winner Zona Sinurat

Anything wrong? I'm sorry for that, it's my opinion. Comment and prejudice are welcomed, it's your right.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Pesta Demokrasi 2019, Propaganda Kebangkitan Komunis

12 Maret 2018   00:12 Diperbarui: 12 Maret 2018   00:32 446 0 0

Tragedi G30S/PKI masih hangat di ingatan oleh sebagian orang yang sering menonton film tentang ini di era tahun 1990-an, terpatri dalam ingatan tentang bagaimana ganasnya para PKI yang tidak memiliki adab dalam melakukan hal-hal keji yang tidak dapat terbayangkan sebelumnya. 

Para komunis tersebut sangat beringas dalam melakukan aksinya, sehingga sampai kini apa yang telah mereka lakukan menjadi kenangan buruk bagi kita bahwa dan menunjukkan bahwa keberadaan mereka merupakan ancaman nyata dan dapat mengganggu kehidupan kita; ideologis dan bermasyarakat.

Kini cerita tentang mereka telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat indonesia secara umumnya, karena PKI selalu dikaitkan dengan keberingasan, kekejian dan juga atheisme. 

Hal-hal yang sangat berlawanan dengan apa yang masyarakat indonesia inginkan, cerita tentang mereka saja sudah menjadi momok buruk bagi masyarakat, bagaimana dengan isu tentang kebangkitan komunis di indonesia yang tersebar di dunia maya?

Kebangkitan komunis menjadi topik hangat yang menjadi perhatian di tahun 2017, kekhawatiran akan kebenaran adanya organisasi yang mengadaptasi dan hidup di tengah-tengah masyarakat membuat isu ini cepat tersebar ke berbagai platform ataupun lini media massa. Dikabarkan bahwa paham komunis sudah berkembang di berbagai daerah secara diam-diam dan diajarkan secara terselubung oleh sebagian pihak, ke berbagai daerah-daerah terpencil.

Semenjak kabar ini – kebangkitan komunis di indonesia – dihembuskan ke media massa, banyak reaksi yang diberikan oleh masyarakat. Banyak diantara mereka khawatir dan tidak nyaman dengan informasi tersebut; ada yang menanggapi bahwa hal itu merupakan hoax belaka, ada yang mengutuki hal tersebut dengan memberikan komentar di setiap akun yang memposting berita tersebut, dan sebagian dari mereka mungkin melapor ke kepolisian setempat tentang informasi itu.

Berita tentang kebangkitan faham komunis membuat masyarakat panik tidak karu-karuan, tidak semua diantara mereka memang, namun beberapa diantara mereka dengan giatnya memberitakan hal tersebut ke semua grup di aplikasi Instant Messaging mereka, terkadang sosial media dan juga berbagai platform lainnya. 

Alhasil, banyak diantara mereka yang akhirnya juga ikut khawatir dan bereaksi berlebihan akan hal ini, seperti selalu memperbincangkan tentang ketakutan mereka akan komunis dan juga menebak atau mungkin menuduh orang-orang disekitar mereka yang mereka anggap memiliki kaitan dengan anggota komunis.

Kegaduhan akan kehadiran PKI membuat spekulasi yang berkembang di masyarakat bahwa pemerintahan era sekarang dengan sengaja “mengembangbiakkan” komunis di Indonesia secara diam-diam dan terkesan terselubung, hal ini semakin diyakini masyarakat karena tidak adanya respon signifikan dari pemerintah tentang rumor yang telah beredar di tengah masyarakat itu. Hal inipun sontak membuat dugaan bahwa, “pemerintah melindungi komunis dan menjadi pendukungnya” menjadi sorotan.

Dan orang yang menjadi sorotan sebagai lambang pemerintahan adalah Joko Widodo alias Jokowi, presiden Indonesia saat ini. Sorotan tentang sikap Jokowi yang terkesan ‘anteng’ tentang permasalahan ini membuat masyarakat membuat kesimpulan tersendiri yang akhirnya berkembang di masyarakat, bahwa jokowi merupakan antek antek PKI. Dan spekulasi yang berkembang di masyarakat ini akhirnya terdengar oleh Jokowi, hal ini akhirnya membuat Jokowi bertindak untuk meluruskan atau menepis spekulasi atas dirinya.

Seperti yang diberitakan kompas, Jokowi membantah bahwa dirinya mendukung PKI dan membuat pernyataan di sela-sela pidatonya ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Muhammadiyah Malang. Berikut adalah berbagai pernyataan Jokowi:

  • "Karena sekarang ini banyak isu-isu, bahwa PKI bangkit, komunis bangkit. Pertanyaannya, di mana? Di mana?," ujar jokowi
  • "Karena sudah jelas, di konstitusi kita jelas. Ada Tap MPR-nya, jelas bahwa PKI, bahwa komunisme dilarang di Indonesia" ujar jokowi
  • "Jadi kalau ada, tunjukkan kepada kami, tunjukkan kepada saya. Saya akan gebuk saat itu juga. Hukumnya jelas kok, sudah dilarang kok," ujar Jokowi.
  • "Apalagi sampai diserong-serongkan ke saya, seolah-olah saya melindungi. Yang dilindungi itu yang mana? Ini supaya clear," ujar jokowi

Dari berbagai pernyataan Jokowi diatas, dapat kita telaah satu persatu bahwa dari pernyataan pertama Jokowi tidak mempercayai adanya kebangkitan PKI. Hal ini mungkin menjadi alasan pemerintah, terlebih jokowi untuk diam dan tidak merespon isu yang berkembang di tengah tengah masyarakat tersebut. 

Di pernyataan kedua, jokowi jelas berpegang pada hukum serta konstitusi yang berlaku di Indonesia yang menyatakan bahwa Komunisme dilarang di Indonesia dan ini juga menggambarkan sikap jokowi tentang komunisme haruslah dilarang kehadirannya di Indonesia.

Di pernyataan ketiga, jokowi menunjukkan sikap pemerintah yang akan turut memberantas komunis jika memang ada indikasi ditemukannya komunisme di tengah-tengah masyarakat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini dengan tegas akan memberantas organisasi atau masyarakat yang membela kehadiran komunis di Indonesia, serta pernyataan yang terakhir Jokowi membela dirinya serta membantah segala tuduhan yang dituduhkan atas Jokowi.

Namun apakah isu tentang PKI serta komunisme di Indonesia menjadi berita yang benar-benar baru? Saya rasa tidak.

Lantas, apakah berita tentang isu ini sudah pernah ada sebelumnya? Saya meyakini iya, dan hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2014. Ketika jokowi sedang bertarung untuk mendapatkan kursi presiden, yang mana pada saat itu Jokowi bersaing dengan Prabowo yang memiliki pengaruh yang sangat kuat di Indonesia. Namun isu tersebut terbantahkan oleh Jokowi, beliau dengan secara gamblang bahwa baik dia serta keluarganya tidak memiliki kaitan apapun serta melakukan kegiatan apapun untuk melakukan dukungan terhadap perkembangan komunis di Indonesia. Dan dia dengan gamblang menyatakan kesediaannya untuk diperiksa berkaitan dengan hal tersebut.

Namun isu ini sudah terlanjur berkembang di tengah masyarakat dan membuat masyarakat semakin sensitif tentang hal hal yang berkaitan dengan komunisme terlebih kepada PKI, seperti berita yang menyebutkan beredarnya logo palu arit di masyarakat mendapatkan respon yang sangat signifikan dari masyarakat mengaku resah dengan logo tersebut, baik di pakaian atau apapun itu. Sehingga masyarakat yang melihat seseorang menggunakan baju yang berlambang palu arit atau apapun itu segera melapor kepada pihak kepolisian, yang akhirnya segera di proses oleh pihak kepolisian.

Dan isu ini juga akhirnya banyak dijadikan bahan candaan yang berlebih oleh beberapa pengguna untuk memberitakan berita yang tidak benar, seperti yang diberitakan oleh detik bahwa ada seorang pria yang ditangkap di sukabumi karena menyebarkan informasi tentang penangkapan orang yang terduga komunis di lini facebooknya. Respon dari masyarakat yang melihat unggahan pria tersebut merasa resah dan melaporkannya ke polisi, dan akhirnya polisi melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut mengaku bahwa dia hanya iseng serta berniat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan keberadaan komunisme. Dari dua contoh kasus tersebut diatas, saya mulai bertanya dan melakukan analisa.

Mengapa isu kebangkitan PKI hanya muncul setelah Jokowi naik ke pemerintahan?

Apakah kebangkitan benar benar ada? Atau apakah ini merupakan strategi politik?

Sebenarnya saya memiliki pendapat tersendiri untuk pertanyaan pertama, saya menduga adanya strategi politik untuk membuat nama baik serta image dari salah satu pasangan pada pemilihan presiden tahun 2014 menjadi buruk. Dengan membuat image dari salah satu lawan dalam pemilihan menjadi buruk, diyakini dapat menurunkan tingkat elektabilitas dari orang tersebut di tengah-tengah masyarakat. Dan argumen ini hanya berlaku pada saat pemilihan tersebut, tidak lebih.

Saya yakin, bahwa ada dalang terhadap penyebaran informasi ini. Entah memang memiliki strategi politik ataupun memang iseng untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan kehadiran komunisme di indonesia, namun tampaknya hal tersebut disebarkan disaat yang tidak tepat sehingga saya membuat spekulasi di pernyataan diatas. Dan sejujurnya, saya tidak mempercayai bahwa komunis memang berkembang di Indonesia.

Karena jika kalau memang berkembang dan sampai ada di Indonesia, itu berarti bahwa selama 32 tahun kepemimpinan soeharto, dia telah gagal memberantas komunis ditambah lagi dua dekade pemerintahan setelahnya. Dan kalau kita tarik analoginya, sepertinya waktu yang sekian banyak seharusnya membuat komunis tidak memiliki tempat lagi di Indonesia. Benarkan? Dan sepertinya 32 tahun juga merupakan waktu yang cukup lama untuk membuat orang-orang sadar siapa siapa yang memiliki indikasi penganut komunis, dan sudah pasti tidak ada lagi saat ini.

Namun tampaknya isu ini dikembangkan dan ‘digoreng’ sedemikian rupa sehingga masyarakat dengan mudah mempercayai hal ini, dan ditambah lagi bahwa informasi atau berita tidak benar ini diberitakan secara terus menerus oleh orang-orang tanpa tau kredibilitas sumbernya. Hal ini yang akhirnya membuat masyarakat menjadi percaya akan kebangkitan komunis di indonesia, sehingga saya menyimpulkan bahwa ada propaganda yang telah dilakukan di tengah-tengah indonesia saat ini.

Sesuai dengan Karakteristik Propaganda, Propaganda sekurang-kurangnya memiliki memiliki karakteristik sebagai berikut: Pertama propaganda harus populer, dikemas bukan untuk menyenangkan secara intelektual. Kedua, propaganda bertujuan mentransmisikan pengetahuan kepada khalayak. Ketiga, propaganda harus fleksibel, menyesuaikan diri dengan kondisi dan apa yang ingin dicapainya dengan pengetahuan. Keempat, propaganda menggunakan metode yang layak. Keempat, tercapainya tujuan propaganda tercermin dari perubahan sikap, pendapat, dan tindakan target propaganda sesuai yang dikehendaki propagandis.

Dari karakteristik yang saya jabarkan diatas serta dari bukti pendukung terlihat bahwa skema propaganda yang telah terjadi sebagai berikut:

Pemilihan Isu PKI – Komunisme ditakuti di Indonesia – Komunisme dipercaya ada di Indonesia – Menggunakan Media Sosial – Masyarakat akhirnya mempercayai bahwa komunis bangkit

  • Dikemas bukan untuk menyenangkan secara intelektual dan harus populer; Kebangkitan PKI merupakan momok yang sangat luar biasa di Indonesia dimana masyarakat sangat sensitif akan hal ini sehingga tidak ditemukannya alasan untuk menyenangkan secara intelektual,  serta isu ini menjadi cepat populer karena ketakutan masyarakat akan komunisme membuat masyarakat lebih cepat responsif terhadap isu ini.
  • Propaganda bertujuan mentransmisikan pengetahuan; pengetahuan disini terlihat dari munculnya kewaspadaan dan keingintahuan masyarakat tentang komunisme serta bahaya yang mungkin mengancam mereka, pengetahuan ini akhirnya juga berkembang menjadi penambah rasa takut akan kebangkitan komunis di Indonesia.
  • Propaganda harus fleksibel; isu tentang kebangkitan PKI masih dapat diterima karena kejadian G30S/PKI yang pernah terjadi masih selalu teringat di pikiran masyarakat indonesia, sehingga propaganda ini masih diterima akal masyarakat indonesia. Ditambah lagi dengan penargetan logo palu arit yang tersebar di berbagai media, salah satunya di rupiah yang akhirnya mendapat sorotan pemerintah.
  • Menggunakan metode yang layak; Era globalisasi serta perkembangan media membuat penyebaran informasi secara diam-diam membuat pergerakan ini sulit di deteksi, dengan penyebaran informasi di grup instant messaging serta berbagai platform digital lainnya membuat metode ini menjadi sangat efektif.
  • Perubahan Sikap dan Pendapat; Anda sendiri sudah dapat menilai diri anda sendiri, apakah anda percaya bahwa komunisme sudah bangkit kembali atau tidak? Jika anda percaya, saya meyakini anda sudah menjadi korban propaganda ini.

Isu kebangkitan komunis ini nampaknya sudah semakin menyebar luas, dan menurut saya tidak ada cara untuk menghentikannya dan kalaupun ada, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menghentikannya. Dan hal yang sangat saya khawatirkan adalah bahwa propaganda ini akan digunakan oleh para politikus untuk menyerang lawan mereka di pemilihan kelak, karena sebagaimana kita ketahui bahwa 2019 merupakan pesta demokrasi bagi kita.

Dengan propaganda ini, saya sinyalir masyarakat dapat dengan mudah dipengaruhi serta dimanfaatkan kepolosannya. Sehingga masyarakat akan merubah perspektif mereka akan seseorang pasangan yang akan bertarung di pesta demokrasi nanti, dan dampaknya tidak kalah buruk pastinya.

Dengan propaganda ini, keturunan PKI akan mulai disalahkan kembali karena mereka dianggap membawa bibit komunis didalam darah mereka. Sudah cukup diskrimanasi bagi mereka di era-soeharto, dan kini mereka akhirnya menanggung akibatnya lagi entah sampai kapan berhenti. Para politikus akhirnya membuktikan bahwa mereka dapat mencegah para komunis untuk bangkit kembali, dan mulai menuduh satu sama lain bahwa mereka adalah pendukung komunis tanpa tau kebenarannya.

Dan hasilnya adalah kekacauan politik serta agresi politik yang tidak sehat untuk mendapatkan dukungan serta simpati dari masyarakat, masyarakat umum yang tidak tau menahu membuat mereka bingung dan akhirnya menurunkan kepercayaan mereka terhadap seseorang atau lembaga atau apapun itu yang akhirnya membuat kekacauan didalam masyarakat. Karena masyarakat juga akan mulai menuduh satu sama lain, serta membuat spekulasi mereka sendiri.

Karena ketidakstabilan politik, maka banyak program ekonomi yang sudah berjalan akhirnya tersendat. Sehingga kestabilan ekonomi negara menjadi tidak stabil, dimulai dari harga pangan sampai ke harga saham. Ketidakstabilan ini juga akhirnya membuat masyarakat menjadi kehilangan pekerjaan karena banyak usaha yang hancur dan lain sebagainya, sehingga akan banyak demo serta aksi anarkis yang terjadi.

Dan pada akhirnya, kita jugalah yang menanggung akibat dari propaganda yang kita percayai serta sebarkan. Saya menyarankan untuk berhati-hati dalam menerima, menyebarkan serta mempercayai suatu berita. Karena anda sebagai masyarakat indonesia mempunyai andil dalam mengembangkan serta menghancurkan negara anda sendiri, propaganda ini sudah ada di tengah-tengah kita percaya atau tidak. Dan ini bukanlah tugas pemerintah untuk menghentikan propaganda ini, tetapi kita sebagai masyarakat indonesia yang seharusnya bertindak.

Dimulai dari tidak mempercayai berita bohong yang memiliki sumber yang tidak kredible, tidak menyebarkan informasi yang bohong, melaporkan dugaan penyebaran informasi bohong kepada aparat keamanan serta mengedukasi diri secara lebih untuk tidak gampang percaya akan suatu berita yang tidak teruji kebenarannya.

Semua itu dimulai dari kita, oleh kita dan untuk kita. Salam satu Indonesia.

Sumber: 1, 2, 3, 4, 5,