Mohon tunggu...
Windi Wilanda
Windi Wilanda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Tangan Makna

Aku hanya pemimpi, yang ingin memberi manfaat bagi alam dan sesama.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Penyebab dan Dampak Pacaran

18 Maret 2019   10:57 Diperbarui: 4 Juli 2021   18:48 1300 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Penyebab dan Dampak Pacaran
Penyebab dan Dampak Pacaran (unsplash/jessica-lewis)

Hasil diskusi ketika di SMA tentang PACARAN (dampak berpacaran dan penyebab pacaran)

Dampak berpacaran

Berpacaran dapat menimbulkan kegelisahan dan ketidakpastian yg diakibatkan tidak adanya hukum2 jelas yg mengatur perilaku pacaran ini. 

Baca juga : Yakin Masih Mau Pacaran? Lakukan Tips-tips Ini agar Jadi Remaja yang Keren!

Selain itu, pacaran memiliki dampak2 negatif lain seperti mengurangi waktu interaksi bersama keluarga, teman, maupun peran kemasyarakatan yg diakibatkan adanya semacam ritual2 yg harus dilakukan, seperti mamingan, ketemuan, dll. Selain itu bnyk kasus hamil diluar nikah, bunuh diri, dll yg intinya pacaran bnyk merusak interaksi sosial.

Penyebab pacaran

Mengapa mereka bisa berpacaran? Hal itu diakibatkan kekurangmampuan dalam menyortir informasi2 yg mereka terima sehari2. Sebagaimana yg kita tahu, bnyk sekali sinetron/film, lagu2 yg bertemakan "cinta". Hal itu secara langsung maupun tidak langsung mensugesti mereka untuk merasakan sensasi yg diiming2kan didalamnya. 

Baca juga : Indahnya Pacaran Setelah Menikah Menurut Hukum Islam

Jadi, keinginan untuk mengalami kisah2 romantis, pengertian, partner untuk membagi rasa, dsb yg tergambar dalam imajinasi mereka dari informasi (lagu, sinema, dsb) itulah yg mendorong mereka berpacaran.

Adapun seperti pengaruh orang lain, keinginan untuk mencoba, rasa kekurangan identitas, dll juga mempengaruhi. Dan semua pengaruh itu nampaknya berporos pada satu, yakni ketidakstabilan emosi atau kekurangmampuan mengendalikan diri.

Baca juga : Tanda Kecenderungan KDRT Pasangan, Ketahui Saat Masih Pacaran


Wallahu a'lam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan