Mohon tunggu...
Winda PitrianiParhamah
Winda PitrianiParhamah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/Universitas Lampung/

Hoby saya membaca dan berenang. Pada kesempatan artikel kali ini,saya membuat konten mengenai pendidikan,disamping itu juga memasukkan konten pembelajaran sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Meningkatkan Historical Empathy Melalui Suatu Karya

9 September 2022   18:30 Diperbarui: 9 September 2022   18:36 313
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu aset yang dimiliki setiap daerah untuk dikembangkan adalah potensi wisata yang berdasarkan sejarah. Potensi wisata yang berbasis sejarah ini berkaitan dengan kepentingan peningkatan pendapat daerah, bahkan urgensi pembangunan ekonomi daerah tersebut. 

Sejarah panjang yang dimiliki oleh kota di berbagai daerah terbukti dengan adanya peninggalan kuno, beragam budaya, dan juga kearifan lokal yang ditinggalkan. Namun, seiring perkembangan zaman yang terjadi saat ini peninggalan-peninggalan bersejarah terdahulu mulai terbengkalai dan tidak terawat. Hal inilah yang mendasari Tim PKM-VGK Universitas Lampung untuk menciptakan sebuah ide dari adanya Permasalahan tersebut.

Program Kreativitas Mahasiswa atau biasa dikenal sebagai PKM ini merupakan salah satu ajang bergengsi tingkat universitas berskala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dengan menciptakan ide-ide berupa inovasi yang mampu mengurangi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. 

Program ini memiliki beberapa bidang, yang terdiri atas bidang riset, bidang kewirausahaan, bidang pengabdian kepada masyarakat, bidang penerapan iptek, bidang karsa cipta, video gagasan konstruktif, gagasan futuristik tertulis, dan artikel ilmiah. 

Adanya program ini menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh seluruh universitas di Indonesia. Bahkan terdapat universitas yang menyiapkan calon-calon delegasi yang siap untuk lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Universitas Lampung merupakan salah satu dari universitas yang menyiapkan delegasi tersebut.

Tim PKM-VGK Universitas Lampung, yaitu Winda Pitriani Parhamah, Renaldy Jovanda, Renata Fradila, Desta Riski Yuwanda, dan Dinda Uqnul Amalia yang dibimbing oleh Sumargono,S.Pd.,M.Pd. menciptakan gagasan untuk membantu meningkatkan historical empathy di masyarakat dengan cara mengembangkan potensi yang ada di Kota Bandar Lampung. Melalui gagasan ini, mampu membawa mereka ke tahap pendanaan oleh Kemenritekdikti di tahun 2022. 

Urban Heritage Untuk Penanaman Historical Empathy Sebagai Dasar Program Sustainable Development Goals Kota Bandar Lampung merupakan ide gagasan yang dilatarbelakangi oleh banyaknya urban heritage yang ada di Kota Bandar Lampung. 

Kawasan cagar budaya atau tempat-tempat penting budaya merupakan catatan sejarah yang penting dan ekspresi sejati dari identitas suatu kota. Sehingga semua peninggalan sejarah bermanfaat untuk dilestarikan dan menjadi peradaban suatu bangsa. Namun pada kenyataannya, masih banyak bangunan kuno dan bersejarah yang mengalami kerusakan dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. 

Pembangunan fisik perkotaan tanpa memperhatikan warisan yang telah ada baik dari segi bangunan, kawasan, tatanan masyarakat dan yang lainnya, akan merubah wajah kota sehingga nilai-nilai yang tertanam di sebuah kota akan hilang. 

Oleh karena itu kami hadirkan Video Gagasan Konstruktif kami, gagasan ini menawarkan solusi untuk memberikan gambaran kota urban heritage dalam aktivitas masyarakat sebagai upaya meningkatkan historical empthy dalam kota yang berkelanjutan.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun