Mohon tunggu...
Winda Hafiza
Winda Hafiza Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money

Generasi Millennials, Yuk Kenalan dengan GPN!

21 November 2018   21:28 Diperbarui: 21 November 2018   21:38 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Generasi millenial tentu tidak asing lagi dengan alat pembayaran non tunai berbasis kartu elektronik seperti kartu kredit, kartu debit dan e-money. Biasanya alat pembayaran non tunai ini digunakan untuk keperluan belanja online oleh para millenials. Dalam keseharian, ternyata generasi millennial ini adalah yang paling mendominasi bidang e-commerce di Indonesia yakni sebanyak 50%. 

 Dikutip dari Statista.com, pembayaran e-commerce dengan metode kartu kredit berada di posisi pertama dengan persentase 42%. Selanjutnya diikuti oleh pembayaran elektronik Paypal, dengan 39%. Dan terakhir penggunaan kartu debit, di urutan ke-3 dengan persentase sebesar 28%.

Fakta yang melibatkan alat pembayaran non tunai ini dalam transaksi e-commerce membuat generasi millenial perlu mengetahui apa itu GPN. Karena sebagai generasi yang sering bertransaksi cashless, kartu debet berlogo GPN dirasa sesuai untuk menunjang kebutuhan bertransaksi pada generasi millenial. 

GPN alias Gerbang Pembayaran Nasional adalah program dari Bank Indonesia (BI) yang telah dimulai sejak tanggal 1 Januari 2018. GPN menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi nontunai pada seluruh instrumen bank ke dalam satu sistem pembayaran. Untuk memfasilitasi penukaran kartu berlogo GPN, BI bekerja sama dengan perbankan dalam menyelenggarakan Pekan Penukaran Kartu Berlogo GPN di 17 wilayah yang tersebar di Indonesia. Saat ini GPN telah bekerjasama dengan 98 bank di Indonesia, dan kedepannya semua bank umum di Indonesia sebanyak 115 bank akan turut berpartisipasi menyukseskan GPN.

Dalam website resmi BI merilis upaya mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN dengan mempertimbangkan 5 manfaat yang dapat diperoleh masyarakat. Yang pertama, masyarakat bisa menggunakan kartu ATM/Debet berlogo GPN untuk transaksi di semua kanal pembayaran.

Kartu debit berlogo GPN bisa bertransaksi menggunakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Electronic Data Capture (EDC) dari bank mana pun karena GPN memiliki teknologi interkoneksi dan interoperabiliti yang dapat menyatukan 4 perusahaan switching yakni PT Rintis Sejahtera, PT Artajasa Pembayaran Elektronis, PT Alto Network dan PT Jalin Pembayaran Nasional. Sehingga, apabila millennials membutuhkan berbagai jenis bank dalam bertransaksi online, millenials hanya perlu satu kartu GPN. 

Manfaat yang kedua yaitu, masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman karena kartu ATM/Debet GPN telah dilengkapi dengan fitur keamanan yang terstandarisasi serta seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik. 

Kartu berlogo GPN ini menggunakan teknologi chip (NISCCS) sehingga lebih aman. Pemrosesan transaksi yang dilakukan di dalam negeri dengan standar nasional juga membuat kerahasiaan data nasabah lebih terjaga. Jadi millenials tidak perlu lagi khawatir kebobolan rekening walau sebanyak apapun melakukan transaksi per harinya.

Ketiga, masyarakat tidak dikenakan biaya oleh merchant atau pedagang dikarenakan penetapan Merchant Discount Rate (MDR). Perlu diketahui Merchant Discount Rate Perusahaan (MDR) adalah fee yang diminta bank untuk setiap transaksi yang menggunakan EDC milik bank tersebut. 

Umumnya MDR berkisar antara 1-3%. Namun setelah direalisasikannya GPN, hasilnya dapat memangkas biaya MDR menjadi 1 persen. Penyusutan iini diperkirakan dapat menghematan Rp1,3-Rp1,8 triliun bagi sistem keuangan nasional. Ini akan memberi dampak yang baik bagi sistem keungan nasional. Dengan menggunakan kartu debit berlogo GPN, millenials juga turut berperan mendukung kedaulatan sistem pembayaran nontunai yang lebih baik di Indonesia. 

Selain keuntungan untuk millenials, ternyata GPN juga memberi keuntungan bagi merchant atau pedagang. Dalam pengelolaan dan pendataan kartu debit berlogo GPN semuanya dilakukan di dalam negeri sehingga hal ini memangkas biaya operasional perbankan secara otomatis. Berikut data yang disajikan di halaman website Bank Indoensia tentang perbandingan skema harga sebelum dan sesudah implementasi GPN:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun