Mohon tunggu...
Win Ruhdi Bathin
Win Ruhdi Bathin Mohon Tunggu... Wiraswasta - Petani kopi

saya seorang penulis, belajar menulis.....suka memoto, bukan fotografer...tinggal di pedalaman Aceh sana. orang gunung (Gayo). Kini coba "bergelut" dengan kopi arabika gayo olahan

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Tangisan Kopi Gayo

1 Desember 2022   07:13 Diperbarui: 2 Desember 2022   03:05 788
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bang Zaini Wen, ditengah kebun kopinya bersama para mahasiswa. Foto koleksi pribadi.wrb.

Sebuku Kopi Gayo.

Sebuku bermakna Tangisan menyayat hati. Biasanya, Sebuku dari seorang ibu terjadi saat anak gadisnya menikah. Atau suaminya meninggal dunia.

Dalam Sebuku, kesedihan diurai dalam rangkaian kata kata disertai tangisan. Setiap kata yang terucap membuat siapapun yang mendengar Sebuku, bisa menangis. Kisah sedih dalam tangis.

Lantas kenapa Kopi Gayo bersebuku?

...

Telepon berdering. Sebuah panggilan datang dari Bang Zaini Wen. Pakar kopi Gayo yang kini sedang dimintai keahliannya untuk sebuah proyek penanaman kopi seputar Danau Toba.

Penanaman kopi di areal Danau Toba untuk lahan 200 hektar. Di tahap awal. Selama beberapa hari di sana, Bang Zaini melakukan survei. Mengenali lingkungan ekosistim seputar Danau.

"Kapan Abang pulang. Kemarin masih di Danau Toba", kataku. Kamipun mengobrol di WRB Cafe Shop, di tengah Kota Takengon.

Di dataran tinggi Gayo Bang Zaini dikenal sebagai praktisi kopi. Kepakarannya soal kopi Gayo terasah karena pengalaman langsung.

Di lahan kebunnya di Blang Gele Kecamatan Bebesen,yang juga rumah kediamannya. Bang Zaini melakukan riset dan penelitian ilmiah . Bersama para pelajar dan mahasiswa . Dari antero Aceh dan Sumatra.

Selain di Gayo, bang Zaini juga sering dimintai keahliannya untuk pengembangan kopi di Sumatra Utara. Seperti sentra kopi di Tanah Karo dan kawasan khusus seputar Danau Toba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun