Mohon tunggu...
Wina Mazaya
Wina Mazaya Mohon Tunggu... Mahasiswa - idk who i'm

Try to love my self

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Bahaya Body Shamming

28 September 2021   16:40 Diperbarui: 28 September 2021   16:45 30 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bahaya Body Shamming
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dewasa ini banyak sekali masalah-masalah mental yang dialami oleh para remaja. Diantaranya adalah insecurity. Banyak faktor yang menimbulkan perasaan tidak aman dan percaya diri ini, seperti keadaan sosial, perundungan, hingga penghinaan fisik. Yang paling umum dilakukan oleh masyarakat adalah tanpa disadari mereka melakukan penghinaan fisik terhadap seseorang.

Biasanya mereka menyulap kata-kata buruk tentang fisik seseorang menjadi bentuk candaan. Mungkin pada awalnya mereka yang menjadi korban penghinaan juga ikut menertawai guyonan tersebut. Namun lama kelamaan mereka jadi mempertanyakan bentuk tubuh mereka, membandingkannya dengan orang lain, hingga merasa tidak percaya diri denga napa yang mereka punya.

Adanya stereotype yang beredar di masyarakat tentang bentuk tubuh yang ideal adalah hal utama terhadap penghinaan fisik seseorang. Kebanyakan asumsi itu menjurus pada wanita seperti, kulit putih, rambut lurus, berat badan yang tidak boleh terlalu ringan atau terlalu berat, hingga bentuk wajah. Namun bukan berarti pria tidak memiliki standar serupa. Mereka juga dituntut untuk memiliki tubuh tinggi, badan tegap, hingga rahang yang kokoh.

Yang umum mengalami isecurity adalah remaja perempuan. Kebanyakan dari mereka merasa jika memiliki pipi tirus, hidung mancung, kulit putih, dan berat badan ideal mereka akan mudah diterima oleh sekitarnya. Juga beranggapan bahwa laki-laki akan lebih mudah tertarik jika mereka memiliki semua itu.

Sebenarnya, penghinaan fisik seperti ini masuk dalam kategori perundungan verbal. Namun tak jarang orang-orang juga melakukannya di dunia maya sehingga bisa di kategorikan sebagai cyberbullying. Tak jarang pula kasus penghinaan fisik ini berujung pada kekerasan fisik.

Umumnya penghinaan fisik ini terjadi pada anak perempuan dikalangan SMP dan SMA. Lingkungan terdekat yang paling sering melakukannya, mulai dari teman dekat, tetangga, bahkan saudara. Tak hanya dalam bentuk candaan atau obrolan ringan, banyak kasusu ditemukan penghinaan fisik ini dilakukan dengan terang-terangan dengan mengejek, memaki, memnggosipkan, serta mengucilkan. Makanya banyak kasus penghinaan fisik ini berujung pada kematian korban akibat bunuh diri.

Memang tak selalu mengarah kesana. Banyak orang yang akhirnya memilih untuk memberi perawatan lebih pada tubuhnya atau rajin berolahraga. Namun bukan berarti mereka tidak memiliki luka membekas karena hal tersebut. Rasa marah dan tidak menghargai diri sendiri akan tetap mereka rasakan.

Maka dengan ditulisnya artikel ini, diharapkan pembaca dapat memahami bagaimana mengerikannya penghinaan fisik dan menghentikan komentar buruk terhadap tubuh seseorang baik dalam bentuk candaan ataupun serius. Karena dapat kita lihat bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penghinaan fisik ini dapat berakhir dengan kematian. Mencoba untuk menerima segala perbedaan fisik dan tidak serta merta menghakimi fisik seseorang. Menghilangkan stereotype yang beredar. Juga bagi para korban bisa menemukan solusi dan merasa bahwa tidak apa-apa jika tidak sesuai dengan pandangan 'cantik' yang ada di masyarakat. Tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain.

Gerakan-gerakan anti body shamming sekarang ini lantang disuarakan oleh banyak pihak. Agar semua orang bisa melatih body positivity dan menerima semua yang ada pada dirinya sendiri.

Referensi         :           https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/24148/21901

                                    https://kc.umn.ac.id/17973/

Shadzwina G Mazaya

202110230311001

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan