Mohon tunggu...
William Soumokil
William Soumokil Mohon Tunggu... Wirausaha -

Anak Bangsa I Pecinta Kopi Hitam I Penikmat Film I Penyuka Buku I Tertarik pada Sejarah,Sastra dan Budaya I

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Menanti Babak Baru Kasus Kopi Maut Jessica Wongso

22 Juli 2016   15:38 Diperbarui: 25 Juli 2016   17:24 312 1 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Jessica Kumala Wongso. Photo : Newsth.com

Semenjak kasus racun kopi maut ini mencuat ke publik pasca kematian misterius Wayan Mirna Salihin (27) wanita berparas cantik yang pernah berkuliah di Swinburne University of Technology dan Billyblue College, Sidney, Australia yang tewas seketika setelah beberapa kali mengalami mual dan kejang-kejang persis sesaat setelah ia meminum es kopi Vietnam yang sudah dipesan sebelumnya oleh teman semasa kuliahnya di Australia, Jessica Kumala Wongso (27), di Olivier Café Grand Indonesia Jakarta pada Rabu 6 Januari 2016 silam nama dan wajah Jessica Kumala Wongso yang tidak lain adalah sahabat Wayan Mirna Salihin mendadak menjadi terkenal serta menghiasi serangkaian Headline News di berbagai media di tanah air. Alhasil, setelah tim Penyidik Kepolisian yang dipimpin oleh Direskrim Polda Metro Jaya Kombes Pol.

Khrisna Murti melakukan olah TKP di kafé Olivier, Jessica Kumala Wongso si pemesan es kopi Vietnam untuk Wayan Mirna Salihin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus kematian sahabatnya tersebut oleh pihak Kepolisian Polda Metro Jaya (Jumat 29/01) dengan sangkaan Jessica Wongso diduga telah membubuhi racun kimia mematikan jenis Sianida ke dalam gelas pesanan es kopi Vietnam yang diminum oleh Wayan Mirna Salihin. Dari hasil yang terungkap dalam uji laboratorium Mabes Polri pada es kopi Vietnam yang diminum oleh Wayan Mirna Salihin memang ditemukan terdapat senyawa racun Sianida. Dugaan keracunan ini pun dikuatkan oleh kesaksian para saksi mata kejadian bahwa tubuh Wayan Mirna Salihin membiru dengan mulut mengeluarkan busa sebagaimana layaknya seseorang yang terpapar racun, di samping itu pula warna es kopi Vietnam yang diminum Wayan Mirna Salihin tersebut berubah tak lazim menyerupai warnya jamu kunyit.

Berawal dari janji ketemuan antar teman lama yang dikirim melalui percakapan di Handphone melalui aplikasi WhatsApp, Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso dan seorang teman keduanya bernama Hany berencana untuk bertemu di Olivier Café Grand Indonesia pada Rabu (06/01/16). Saat itu Jessica Kumala Wongso diketahui ingin mencari pekerjaan sekembalinya dari Australia dan menamatkan studi di jurusan Design Graphis, Jessica pun lalu menghubungi temannya, Wayan Mirna Salihin, yang ia tahu memiliki cukup relasi untuk mencarikannya pekerjaan dan pada waktu itu Wayan Mirna Salihin memang telah memegang salah satu perusahaan milik ayahnya di Jakarta.

Rencana ini pun berlanjut dengan pertemuan antar ketiga sahabat tersebut di kafé Olivier pada waktu yang telah dijanjikan. Jessica Wongso dikabarkan hadir terlebih dahulu pada sekitar pukul 15.30 di tempat kejadian lalu ia memesan pada kasir es kopi Vietnam yang diakuinya telah dipesan oleh Wayan Mirna pada perbincangan di WhatsApp. Jessica sendiri memesan minuman Cocktail untuk dirinya dan Fashioned Sazerac untuk Hany.

Beberapa saat berselang menyusul kemudian tiba Wayan Mirna Salihin dan Hany datang di kafe Olivier pada sekira pukul 17.00. Setelah ketiganya berkumpul Wayan Mirna Salihin tak lama berselang segera meneguk es kopi Vietnam yang telah tersedia di meja 54 tempat ketiganya berkumpul lantas mengeluh mual-mual dan muntah dan nyawanya pun tak dapat tertolong. Dari beberapa keterangan yang beredar, bahwa saat itu di atas meja mereka terdapat beberapa paper bag yang berisi barang belanjaan milik Jessica Wongso yang ‘sengaja’ diletakkannya di atas meja yang kemudian diasumsikan untuk menutupi pandangan pada alat CCTV agar penebaran racun tersebut oleh tersangka Jessica Wongso tidak terlihat dengan jelas.

Sebelum penetapannya sebagai tersangka, Jessica Wongso terlihat aktif menghadiri konferensi pers maupun menjadi bintang tamu di berbagai acara di stasiun-stasiun Televisi. Dalam pernyataannya, Jessica yang selalu tampil memberi kesan tenang dan ramah menyangkal beragam serangan tuduhan yang menyudutkannya sebagai pelaku penebar racun Sianida ke dalam es kopi Vietnam yang diminum oleh sahabatnya tersebut. 

Keterlibatan Jessica Wongso sendiri dalam dugaan membunuh sahabatnya, Wayan Mirna Salihin, akhirnya terlihat menjadi ‘kontroversi’ dalam persidangan yang mana Jessica didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Otto Hasibuan, atas kasus yang menimpanya setelah sebelumnya berkas perkara Jessica Wongso sendiri sedikitnya telah sebanyak 5 kali bolak balik dari Kepolisian ke meja Kejaksaan Negeri Jakarta karena Jaksa belum menemukan bukti yang cukup untuk menyeret Jessica Wongso ke meja hijau sebelum kasusnya ditetapkan statusnya menjadi P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta.

Di dalam persidangan kasus ‘Kopi Maut’ yang digelar pertama kali pada Rabu (15/06/2016) bukti rekaman CCTV milik kafe Olivier yang ditampilkan sebagai bukti petunjuk kasus ini agaknya cukup mengecewakan karena sama sekali tidak menunjukkan adanya gerakan-gerakan fisik Jessica Wongso pada saat diduga menebar racun ke dalam gelas kopi Vietnam yang dipesannya, demikian pula halnya dari beberapa sisi lain dari rekaman CCTV kafe Olivier sama sekali tidak memperlihatkan Jessica telah menaburkan/membubuhi sesuatu pada gelas yang diminum oleh Wayan Mirna Salihin yang akhirnya merenggut nyawa Wayan Mirna. Bukti-bukti lain yang diajukan ke persidangan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum pun cenderung ‘dipaksakan’ untuk dibuktikan dan tidak menunjukkan korelasi yang jelas antara keterlibatan terdakwa dan alasan-alasan kematian korban. 

Lantas siapakah sebenarnya dalang dibalik kematian Wayan Mirna Salihin? Apakah pihak kafe Olivier terlibat dalam kematiannya yang tidak wajar? Apakah Jessica Wongso memanglah pelaku utama dalam kematian sahabatnya? 

Yang jelas kasus ini telah mencuri perhatian publik yang sekaligus membawa publik menilai profesionalitas penegak hukum di negeri ini dalam melaksanakan jalan keadilan. Dapatkah Pengadilan kita membuktikan kebenaran dan keadilan agar tidak ada lagi ‘tumbal-tumbal’ hukum di negeri ini? 

Semoga profesionalitas penegak Hukum di negeri ini masih dapat berdiri tegak untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

Mohon tunggu...

Lihat Birokrasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan