Muda

Lupa Ideologi Sendiri?

13 November 2017   17:02 Diperbarui: 13 November 2017   17:14 270 0 0

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia (Wikipedia). Namanya terdiri atas dua kata Sanskerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas. Sesuai namanya, pancasila berisikan lima asas yang merupakan rumusan sekaligus pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut pandangan saya, beberapa waktu ini saya menyadari kalau bangsa Indonesia sudah mulai melupakan ideologinya sendiri. Hal ini sungguh nampak dari sifat dan perilaku bangsa Indonesia belakangan ini yang melenceng dari ideologi negara kita. Tak usah jauh-jauh, masalah ini dengan mudahnya kita temui dalam kehidupan politik bangsa Indonesia sehari-hari. Misal saja tentang perpolitikan yang mengatasnamakan agama, kebebasan berpendapat yang mulai dipertanyakan karena pejabat yang asal main tangkap saat tidak terima disindir, dan masih banyak lagi.

Kejadian-kejadian ini sungguh tidak mencerminkan Pancasila dalam diri bangsa indonesia yang seharusnya menjadi pedoman, menjadi prinsip, menjadi asas maupun ciri-khas bangsa Indonesia. Tampaklah yang terlihat hanya keadilan sosial yang diinjak-injak, persatuan yang tercerai-berai, kerakyatan yang masih belum juga dipimpin oleh pimpinan yang belum berhikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan dan banyak lagi yang masih belum sesuai dengan ideologi atau cita-cita bangsa kita. Disini saya mulai bertanya-tanya, dimana kita taruh ingatan maupun kenangan tentang ideologi kita ? Ideologi yang susah payah disiapkan baik-baik dari era penjajahan Jepang, ideologi yang susah payah diperjuangkan mati-matian oleh para pendahulu kita.

Sekarang sudah saatnya untuk kita, bangsa Indonesia, untuk kembali ke jalan awal. Sudah saatnya kita bersikap lebih dewasa. Jangan sampai kita tertinggal dari bangsa lain hanya karena terbuaikan oleh konflik dalam negeri yang tak berujung. Sudah waktunya untuk kita kembali bersatu ke wujud awal, menghilangkan perpecahan karena perbedaan, dan bersama mengembangkan sayap sang garuda di angkasa. Selamat hari Pahlawan 10 November.

-William