Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Guru adalah Kekuatan Negara

3 Februari 2023   06:55 Diperbarui: 3 Februari 2023   07:02 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Olahraga pagi bersama TNI/Dokpri

Guru adalah kekuatan negara. Mengapa guru menjadi kekuatan negara? Sebab berkat jasa gurulah sebuah bangsa menjadi besar dan berpengetahuan. Oleh karena itu, ketika Jepang di Bom Atom oleh Amerika, Kaisar Jepang bertanya kepada pengawalnya. Berapa guru yang masih tersisa?

Jepang bangkit dengan kekuatan guru. Sewaktu berkunjung ke negara Jepang di tahun 2016, Omjay merasakan sekali kemajuan negara Jepang. Jepang menjadi sebuah negara yang dikagumi oleh negara lainnya. Liburan sekolah kemarin, ada 40 siswa bersama 3 orang guru SMP Labschool Jakarta berkunjung ke Jepang dan belajar tentang budayanya.


Jangan sepelekan kekuatan guru. Saat menghadiri hari ulang tahun PGRI dan puncak perayaan Hari Guru Nasional di Semarang, begitu banyak guru yang hadir dari seluruh Indonesia. PGRI benar-benar membangun kekuatan negara. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mampu menghadirkan presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Mereka semua hadir untuk merayakan HUT ke-77 PGRI.


Seandainya semua guru bergabung di PGRI, dan tidak membentuk organisasi guru lainnya, tentu PGRI semakin kuat dan abadi. Masih saja ada oknum-oknum yang tidak ingin guru bersatu. Sebab guru adalah kekuatan negara. Mereka ingin melemahkan guru melalui organisasinya. Tanda-tanda itu mulai terasa ketika ada oknum guru tak kebagian panggung untuk berbicara.

Untunglah masih banyak guru sadar diri dan tak melupakan sejarah. Selama 77 tahun PGRI selalu hadir membangun kekuatan negara. PGRI adalah salah satu organisasi guru yang menolak dengan tegas program organisasi Penggerak. Dengan kemandirian PGRI bisa eksis berdiri hingga saat ini. Selalu memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Semua kita sebenarnya adalah guru buat diri sendiri. Kita berusaha menjadi makhluk terbaik di bumi Allah. Orang tua menyekolahkan anaknya dan dibimbing oleh guru agar kelak berguna untuk bangsa dan negara. Mari kita dengar sejenak lagu mars PGRI.


Lagu mars PGRI memberikan kita semangat untuk selalu mendidik dan membangun serta pencipta kekuatan negara. Sebagai pencipta kekuatan negara, tentu PGRI mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang menjadi penyuluh bangsa dan pembangun jiwa. Kekuatan negara diciptakan oleh guru-guru tangguh berhati cahaya.

Majulah wahai guru Indonesia. Teruslah membangun dan menciptakan kekuatan negara. Tetap mempersatukan diri untuk lahirnya negara Indonesia. Sinar surya nan merata membuat anggotanya selalu bersama. Gurulah pembangun jiwa dan pencipta kekuatan negara. Mari kita tonton sejenak antara komisi X dan Mendikbudristek.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun