Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Ayo Kobarkan Semangatmu dalam Menulis

6 Agustus 2020   13:02 Diperbarui: 6 Agustus 2020   12:58 70 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ayo Kobarkan Semangatmu dalam Menulis
AISEI Writing Club

Saya dijapri bu Kanjeng di WA. Ayo omjay kirimkan naskah untuk buku antologi kobaran semangat menulis. Saya belum tahu tema apa yang cocok untuk dituliskan. Daripada lama berpikir, saya tuliskan saja kisah nyata saya.

Pertama kali ngeblog setelah melihat pak Dedi Dwitagama asyik ngeblog di blog http://dedidwitagama.wordpress.com. Beliau seorang kepala sekolah berprestasi dan juga seorang trainer. Dari beliau saya belajar dan akhirnya memutuskan menjadi guru blogger hingga hari ini.

Tak terasa sudah 13 tahun saya menulis di blog. Kemarin wordpres mengirimkan ucapan selamat karena mampu komitmen untuk menulis di blog http://wijayalabs.wordpress.com. sebuah blog yang saya kelola dengan baik hingga saat ini. Bahkan lahir beberapa buku ber-ISBN dari hasil menulis di blog. Pokoknya surprise banget.

Bersama motivator pendidikan no.1, pak Namin AB Solihin kami mendirikan komunitas sejuta guru ngeblog. Kami menyingkatnya menjadi KSGN. Kami berharap ada sejuta guru mempunyai blog dan mengelolanya dengan baik. Kita bikin pelatihan blog dari kota ke kota, dari sekolah ke sekolah dngan biaya mandiri. Jadi benar-benar menjadi guru penggerak. Bukan guru penggerak seperti saat ini yang nantinya dapat fasilitas dari anggaran kemdikbud.

Dulu saya tak suka menulis. Saya lebih suka lisan daripada tulisan. Kemampuan saya dalam menulis lemah sekali. Saya tidak terbiasa menulis di media sosial apalagi di blog. Sampai kemudian pak Dedi dan pak Namin meyakinkan saya bahwa menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Bahkan pak Agus mengajari saya menjadi guru kreatif dalam menulis melalui blognya di http://.wordpress.com. Dari semangat merekalah saya mulai belajar menulis dan akhirnya menerbitkan buku.

Mulai bulan Januari 2020 saya mulai membuka kelas menulis gratis. Saya berharap semakin banyak guru bisa menulis dan menerbitkan bukunya. Anak pertama saya (intan) ikut memberikan dukungan dengan menjadi salah satu narasumbernya. Istri dan kakak ipar saya ajaka bergabung juga di dalam WA Group guru menulis.

Saya hubungi teman teman trainer yang baik hati. Alhamdulillah mereka mau berbagi. Ada 20 pertemuan yang saya rencanakan dengan 20 orang narasumber yang berbeda. Kemudian saya tambahkan 10 pertemuan untuk memotivasi para guru dalam menerbitkan buku.

Gayung bersambut. Ketua umum pengurus besar PGRI bersedia menandatangani sertifikat pelatihannya. Prof. Unifah Rosyidi dan pak Bambang Susetiyanto,ketua ikatan guru TIK PGRI siap menandatangani sertifikat 40 jam. Sehingga bisa digunakan kawan-kawan guru untuk menambah point kenaikan pangkat. Pak Firman membantu saya untuk membuat disain sertifikatnya. Mbak Tia dari sekretariat PGRI membantu saya dalam urusan tandatangan sertifikatnya. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Sekarang di bulan Agustus 2020, sudah semakin banyak guru yang bergabung. Namun masih sedikit guru yang mampu menerbitkan bukunya. Masih banyak yang niatnya harus diluruskan dahulu. Bukan sertifikatnya yang diburu tapi ilmu menulisnya dulu. Berulangkali saya ingatkan kawan-kawan guru supaya tak menjadi seorang pemburu.

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Saya menyambut baik semangat kawan-kawan guru membuat buku keroyokan. Dengan begitu semangat menulis semakin berkobar. Kita menjadi semakin semangat dalam menulis. Sebab punya kawan kawan dan komunitas yang senang menulis. Bila setiap orang mengirimkan 2 lembar tulisannya, dan ada 50 orang yang bergabung, maka kita sudah punya 100 halaman yang siap dijadikan buku.

Saya belum pandai menulis kisah fantasi. Oleh karena itu saya terus belajar dan memompa diri. Ingin sekali menerbitkan buku fiksi. Punya buku novel yang diangkat dari kisah nyata seorang guru Blogger yang ingin bangsanya maju dengan literasi digital. Semoga saya bisa mengundang kembali Mas Ahmad Fuadi. Penulis buku novel negeri 5 menara yang best seller bukunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN