Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kelas Modern Berbasis Riset

21 Juli 2020   05:53 Diperbarui: 21 Juli 2020   06:12 183 11 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kelas Modern Berbasis Riset
Kelas modern

Pendahuluan 

Makalah ini dibuat dalam rangka mengikuti tes calon kepala sekolah SMP Labschool UNJ. Kami diminta membuat makalah untuk dipresentasikan di depan dewan penguji dari UNJ. Semoga bisa dipahami isinya.

Setelah mendengarkan dan membaca masukan dari kawan-kawan guru di beberapa sekolah, saya berkesimpulan bahwa Labschool harus memiliki kelas berbasis riset dimana guru terbiasa meneliti di kelasnya sendiri dengan fasilitas yang ada. Apalagi saat ini, guru harus mampu berinovasi dan kreatif di kelas maya saat virus corona semakin merajalela. Pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas secara tatap muka, kini harus melalui kelas maya secara virtual dengan berbagai aplikasi.

Ketersediaan sarana dan prasarana di ruang kelas sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di kelas nyata. Namun sekarang, kita juga harus menyiapkannya di kelas maya.Tentu saja pembelajaran di kelas modern akan sangat sedikit menggunakan kertas. Sebab semuanya serba digital. Guru harus mampu menyiapkan materi pelajarannya dalam bentuk digital. Sehingga mudah disebarluaskan kepada peserta didiknya. Mereka dengan mudah dapat menangkap materi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Guru menjadi konten kreator, dan harus mampu membuat media pembelajarannya.

Pembahasan

Kelas yang modern berbasis penelitian menjadi fokus utama dalam pembelajaran digital di era revolusi industri 4.0 dan di masa pandemi Covid-19. Guru harus mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan fasilitas yang ada di sekolah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu metodenya. Guru mampu merencanakan, melaksanakan, mengamati dan melakukan refleksi diri dari apa yang sudah dilakukannya di kelas. Baik di kelas nyata secara lngsung maupun di kelas maya secara virtual.

Kepala sekolah yang visioner sangat dibutuhkan perannya dalam mewujudkan itu. Sebagai kepala sekolah tentu harus mampu melaksanakan program sekolah yang sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan. Mulai dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan sampai standar penilaian pendidikan.Juga standar kesehatan dan keamanan bagi guru-gurunya. Kepala sekolah yang baik akan mampu berbagi tugas dan melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat.KOlaborasi antar matapelajaran sangat dibutuhkan dalam masa pandemic ini.

Sekarang ini guru harus berada selama 8 jam di sekolah. Saat covid-19 mewabah, guru di Labschool mengajar hanya sampai pukul 12.00 WIB. Semua guru harus merasakan kenyamanan dalam melakukan pembelajaran di kelasnya masing masing. Baik kelas nyata maupun kelas maya. Mulai dari bel pertama dibunyikan sampai bel jam terakhir selesai. Wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana harus mampu bekerjasama dengan wakil bidang akademik dan kesiswaan. Sebab semuanya saling terkait dan melengkapi. Mereka seperti tubuh yang satau, bila ada anggota tubuh yang sakit, maka yang lainnya ikut sakit.

Tugas Pokok Kepala Sekolah

Kegiatan akademik, non akademik, kesiswaan, dan sarana prasarana serba digital yang memadai harus dibuat dalam rancangan Anggaran Pengeluaran Belanja Sekolah (RAPBS) yang biasanya dibuat sebelum tahun ajaran baru berlangsung. Pimpinan sekolah sudah merencanakan apa saja yang harus dikerjakan. Sesuai dengan permendikbud no.6 tahun 2018.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah berdasar-kan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Mengacu pada Pasal 15 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, dinyatakan bahwa Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:

1) Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

2) Beban kerja Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan .

3)   Dalam hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, Kepala Sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan .

4)   Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan, tugas pembelajaran atau pembimbingan tersebut merupakan tugas tambahan di luar tu gas pokoknya .

5)  Beban kerja bagi kepala sekolah yang ditempatkan di SILN selain melaksanakan beban kerja juga melaksanakan promosi kebudayaan Indonesia.

Kelas Modern Berbasis Riset.

Kelas yang modern itu tidak melulu harus berbasis ICT. Sebab belum tentu setiap sekolah dapat mewujudkannya. Kecuali, di SMP Labschool Jakarta yang penulis sudah berada di dalamnya dari tahun 1994 hingga sekarang ini. Sekolah berbasis ICT dan Riset sudah seharusnya dilakukan agar SMP Labschool Jakarta unggul di mata masyarakat berpengetahuan. Begitu juga dengan sekolah Labschool lainnya.

Sudah seharusnya di meja guru ada komputer yang sudah siap terhubung ke slide proyektor dan terkoneksi ke internet. Guru tak perlu lagi membawa laptop ke kelas. Guru tinggal menayangkan materi ajarnya dari internet atau dari server yang terhubung dengan jaringan intranet sekolah. Pembelajaran elearning bisa langsung dilakukan tanpa harus terkoneksi dengan internet. Sebab semua materi ajar guru sudah ada di server sekolah.

Pimpinan sekolah tinggal memonitor keadaan setiap kelas melalui CCTV yang terpasang di setiap kelas. Bila ada guru yang tidak masuk akan dapat dengan mudah diketahui dan diganti oleh guru piket yang bertugas di jam itu. Sehingga tak ada kelas yang kosong tanpa guru. Begitu juga di kelas maya, bila ada guru yang tidak hadir, dapat digantikan dengan guru lainnya, karena terpantau oleh pimpinan sekolah.

PAPERLESS atau kelas tanpa kertas sudah bisa diterapkan sejak lama karena sangat mudah untuk diterapkan. Didalam kelas menggunakan smartphone (tab) masing-masing siswa. Jaringan WIFI didalam kelas = Intranet dan Internet. Jika hanya Intranet saja tidak ada masalah otomatis smartphone (tab) yang digunakan tanpa Internet jadi lebih FOKUS ke Isi konten yang ada. Isi konten yang mengisi dari pihak sekolah misalnya guru/administasi TU. Semua itu harus disesuaikan dengan kebijakan sekolah. Sudah saatnya ponsel pinter diizinkan masuk ke ruang kelas kita. Guru dan orang tua siswa harus sama sama ikut terlibat dalam proses pengawasannya dan menjadi pemandunya.

Semua kegiatan belajar bisa berbasis IOS dan android support. Smartphone sejak 2008 dapat membaca big data storage 200 Tera Byte lebih dan NO BUFFERING dan tidak menggunakan bandwith Internet. Kelas berbasis jaringan dan tidak harus terhubung ke Internet. Kita bisa maksimalkan jaringan lokal asal membuat big data storage dengan jutaan konten. Konten mudah didapat bila guru sudah membuatnya. Di Labschool Jakarta ada 100 guru, jika dilaptop ada 200gb. Ini berarti 100 x 200 = 20TB. Ada 20 TB ini sudah jutaan konten bisa dinikmati peserta didik kita. Di sinilah guru menjadi konten creator.

Dalam pembelajaran digital, semua siswa akan terlayani dengan baik dan merasakan pembelajaran yang menyenangkan dengan suasana ruangan yang sejuk dan bersih. Kebersihan kelas terjaga dengan baik dan tidak ada pemadaman listrik dari PLN. Bila ini terjadi harus ada solusi agar siswa tetap belajar dengan nyaman, walaupun AC mati dan listrik tidak menyala. Salah satu solusinya adalah menyediakan ruangan terbuka dengan penghijauan tanaman di lingkungan sekolah. Peran Karyawan pramubakti sangat penting dalam menjaga kondisi kelas dan ruangan lainnya tetap bersih dan nyaman.


Tantangan Labschool ke depan

Labschool akan benar-benar menjadi rumah kedua. Mereka betah berada di kelas karena sarana dan prasarananya sangat menunjang. Semua siswa merasakan kenyamanan sehingga sekolah menjadi rumah kedua sebagai tempat untuk belajar, berprestasi dan mengembangkan potensi unik siswa. Bakat dan minat siswa terasah dengan baik.Siswa tergali potensinya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang terjadwal.

Salah satu yang tidak kalah penting adalah tentang pengelolaan kelas di sekolah. Kelas yang terjaga kebersihannya, dan fasilitas lengkap akan membuat mereka betah selama 8 jam berada di sekolah. Kebersihan sebagian daripada iman. Guru harus mampu menanamkan penguatan pendidikan karakter kepada para siswanya. Mereka harus diajari pentingnya menjaga kebersihan di kelas. Dari pagi hingga sore hari.

Terus terang harus diakui, siswa SMP Labschool Jakarta belum mampu menjaga kebersihan kelasnya masing-masing. Hal ini membuat sekolah kita belum pernah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah terbersih tingkat nasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah terus menerus mengajak siswa agar membuang sampah pada tempatnya dan menjaga agar piket kebersihan kelas berjalan baik. Kemampuan mengelola kelas ini harus dipantau dari berjalannya kepengurusan kelas.Ketua kalas harus diberikan kesempatan untuk memimpin kelasnya dengan baik.

Sebagai salah satu sekolah rujukan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, SMP Labschool Jakarta sering dikunjungi sekolah-sekolah dari Negara lain. Sarana dan prasarana yang memadai dan lengkap tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah kita. Semua itu terwujud kalau Labschool telah melengkapi standar sarana dan prasarana sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan.

pendidikan karakter
pendidikan karakter
Visi dan Misi SMP Labschool Jakarta

Visi dan misi sekolah SMP Labschool Jakarta harus dituliskan dengan jelas. Kita harus mampu menetapkan dulu visi dan misi bidang akademik, kesiswaan dan sarana prasarana sekolah yang tentu saja disetujui oleh kepala sekolah dan pimpinan sekolah lainnya. Jadi sekolah cerdas atau Smart School berbasis TIK dan Riset adalah salah satu contohnya. Dari hasil riset inilah kita bergerak bersama dosen UNJ yang akan memberikan masukan dan saran untuk pembelajaran di kelas modern.

Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Oleh sebab itu, Tugas Pokok Dan Fungsi Kepala Sekolah (tupoksi) kepala sekolah me-ngacu pada tiga (3) butir di atas. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah, meliputi (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4) kepemimpinan sekolah, (5) sistem informasi sekolah.

Dari kelima hal di atas, akan saya bahas point kelima. Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:

  • menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
  • melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja;
  • menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
  • didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah;
  • didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi
  • penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal;
  • penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
  • melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU);
  • meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
  • melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif

Nah semua program kita arahkan ke digital. Misalnya mengarah pada IT. Sistem informasi ke orang tua, absen/presensi, nilai siswa, semua bisa diakses oleh orang tua dengan mudah. Kita masih lemah dalam sejarah sekolah labschool.Bikin museum tidak ada tempat. Solusinya kita buat museum Virtual. Kita bisa bercerita kepada para tamu dari awal berdiri Labschool lalu ajak para tamu itu ke School Garden atau kebun sekolah secara virtual. Pasti indah banget! Kelas modern berbasis riset dan pembelajaran digital di era revolusi industry 4.0 dan Covid-19 akan terjadi bila kepala sekolah memahami tupoksi, melakukan inovasi dan memahami misi dan visi sekolah dengan baik.  

 Jakarta, 20 Juli 2020

Penulis Wijaya Kusumah, M.Pd

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x