Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah karyawan swasta

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Kisah Ramadan Hari ke 26

11 Juni 2018   10:29 Diperbarui: 11 Juni 2018   10:36 91 0 0

Kisah Ramadan Hari ke-26.

Alhamdulillah kita sudah berada di hari ke-26 puasa di bulan ramadan. Semoga ibadah puasa kita diterima Allah. Aamiin.

Kisah ramadan kali ini saya ceritakan tentang pengalaman semalam ikut itikaf di masjid wanaraja garut. Dengan pembicara tunggal kang ustadz benhang syarifudin.

Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak hikmah yang bisa diserap dari apa yang disampaikan pembicara semalam. Intinya kita harus mampu berhitung dalam perjalanan hidup sehingga kita tak menyesal ketika ajal menjemput.

Seperti orang mudik yang kembali ke kampung halamannya. Senang berkumpul bersama keluarga tercinta. Pulang kampung membuat kita ingat dimana dilahirkan dan dibesarkan. Ikut merayakan lebaran idul fitri bersama sanak famili. Mereka semua menjadi happy.

Kegiatan itikaf semalam direkam dan disiarkan secara langsung. Anda dapat menontonnya di facebook yang saya bagikan linknya.

Ramai sekali jamaahnya. Kayaknya malam nanti akan lebih ramai lagi. Biasanya malam ke-27 atau malam ganjil, jamaah yang hadir bisa 2 kali lipat.

Saya bersyukur kepada Allah bisa berada di kampung bojong wanaraja garut. Rencana akan saya habiskan hari tua di kampung ini.

Alhamdulilah jarak rumah dan masjid dekat. Dengan begitu akan cepat datang ke masjid bila suara adzan bergema dari rumah Allah.

Pagi hari udara dingin menyelimuti kulit. Tak perlu pakai ac seperti di bekasi dan jakarta. Air pompa keluar dari mata air yang bening dan bisa untuk diminum. Jadi tak perlu lagi beli air untuk diminum.

Tinggal di kampung dengan suasana ayam berkokok di pagi hari dan suara jangkrik di malam hari membuat hati ini bersuka cita. Suara orang mengaji dari rumah ke rumah membuat hati ini teduh tak terkira.

Semoga di hari puasa yang ke-26 ini kita semakin menikmati suasana ramadan yang menggembirakan. Hati senang pikiran tenang menghadapi hidup yang penuh dengan ujian. Semoga pula kita mampu meraih ketakwaan dari perjuangan melawan hawa nafsu. Aamiin.


Salam blogger persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com