Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah karyawan swasta

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kisah Ramadan Hari ke-25

10 Juni 2018   05:21 Diperbarui: 10 Juni 2018   05:36 333 1 0

Kisah Ramadan Hari ke-25.

Tak terasa kita telah memasuki hari ke-25 bulan puasa. Banyak suka dan duka kita lalui selama menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan ini.

Di pagi hari yang indah saya mulai kisah ini. Kisah seorang anak manusia yang ingin menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dengan menulis ada sebuah harapan agar dapat dibaca dengan niat berbagi.

Semakin mendekati idul fitri, jamaah sholat subuh sudah mulai berkurang. Begitu juga saat sholat isya dan tarawih di rumah Allah. Masjid menjadi sepi.

Manusia lebih banyak yang berada di mall atau pusat perbelanjaan untuk persiapan lebaran idul fitri.

Ada yang membeli baju baru, sepatu baru, tas baru dan lain lain agar terlihat keren di hari lebaran nanti.

Terkadang saya suka senyum senyum sendiri. Apa yang kita cari dalam hidup ini? Kebahagiaan atau kepuasan diri?

Bila anda ingin bahagia dalam hidup, maka ikutilah ajaran agama. Jalankan perintah agama dengan baik. Al quran dan hadist jadi panduan hidup kita. Insya Allah kita akan bahagia di dunia dan akhirat nanti.

Namun jika yang anda cari kepuasan hidup, maka bersiaplah untuk tidak bahagia. Sebab anda tak akan pernah puas dengan apa yang sudah diraih. Hawa nafsu membelegu diri.

Puasa mengajarkan kita untuk mampu melawan hawa nafsu agar kita mampu menjadi orang yang bertakwa kepada Ilahi.

Ketakwaan akan mendatangkan kebahagiaan. Hidupnya akan dipenuhi dengan kebaikan demi kebaikan. Hanya memberi tak harap kembali.

Baginya hidup hanya sementara. Akan ada hidup sesudah mati. Siapkan bekal di kehidupan akhirat nanti.

Semoga di hari-hari terakhir bulan ramadan ini, kita mampu menguasai diri untuk terus menerus melakukan kegiatan ibadah yang membawa kita menuju takwa. Aamiin.

Salam blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com