Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... guru blogger

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

TIK dan Perjuangan Gurunya

31 Agustus 2016   18:13 Diperbarui: 31 Agustus 2016   18:23 0 0 0 Mohon Tunggu...
TIK dan Perjuangan Gurunya
aksi damai guru tik dan kkpi

TIK adalah singkatan dari teknologi informasi dan komunikasi. Namun banyak orang yang salah menafsirkan menjadi teknologi informasi dan komputer. Hal ini wajar terjadi karena pelajaran TIK selalu berkaitan dengan komputer. Padahal tidak begitu sebenarnya, komputer hanya medianya saja karena materi TIK yang dulu lebih banyak kepada sistem operasi dan aplikasi. Akibatnya banyak orang yang terlupa kalau sistem operasi tidak hanya windows dan aplikasi tidak hanya microsoft office. Pengolah kata dan pengolah angka sudah banyak aplikasinya, kita tinggal pilih mana yang disuka. So jadi bnelajar TIK bisa saja tanpa komputer di dalamnya, kalau kita tahu caranya.

Ketika pertama kali diminta mengajar di sekolah, saya diminta mengajar MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER. WAKTU ITU TAHUN 1993. Tahun dimana komputer dan internet belum menjamur seperti saat ini. Kami masih belajar DOS, WS, LOTUS dan DBASE III Plus. Pernah juga belajar news master , chiwriter, dan printshop. Bahasa pemograman yang dulu dikenalkan bahasa basic dan assembler. Semua masih berbasis DOS dan kemudian melaju berbasis sistem operasi windows. Komputer kami masih komputer jadul dan 1 komputer untuk 2 orang siswa. Bila ada komputer yang rusak, maka 1 komputer untuk 3 orang. Belajar komputer masih dianggap mewah pada saat itu. Kursus dan bisnis komputer menjamur di seantero negeri.

Dulu kalau sudah pakai komputer windows dan ada modem eksternal di samping komputer, maka komputer kita sudah dianggap canggih. Belum banyak sekolah yang punya komputer seperti itu. Di sekolah saya saja, dari mulai komputer windows 3.1 dengan pentium 486 terus berkembang dengan komputer intel core i5. Jadi saya mengalami sendiri perkembangan komputer dari jaman jadul sampai modern seperti saat ini.

Terkadang seperti mimpi menyaksikan hal ini. Tapi kami semua guru TIK mengikuti terus perkembangannya dan belajar sepanjang hayat. Terkadang belum menguasai sebuah aplikasi, sudah ada aplikasi baru yang harus dikuasai. Kami terima itu dengan suka cita. Ilmu komputer memang terus berkembang dan ICT juga demikian. TIK yang dulu hanya sekedar alat bantu menjadi sebuah ilmu yang terus berkembang. Dibukalah jurusan TIK di banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Dulu waktu belum punya laptop atau komputer jinjing, saya kepengen banget beli laptop. Tapi saya tidak punya uang untuk membelinya. Gaji saya sebagai seorang guru tidaklah cukup. Saya berusaha keras untuk memilikinya dengan mengikuti berbagai lomba menulis. Lebih banyak gagal daripada berhasil. Namun saya tak pernah patah semangat untuk mencobanya lagi. Sampai suatu ketika saya mendapatkan hadiah laptop baru. Bahagia rasanya, dan tidak percaya saya bisa punya laptop tanpa harus membeli.

Ternyata punya laptop asyik juga. Saya bisa menulis dimana saja dan kapan saja. Bahkan saya jadi tahu perkembangan berbagai sistem operasi dan aplikasinya. Sampai kemudian di tahun 2000 an internet mulai berkembang dan saya pun asyik berselancar di dunia maya yang tak pernah tidur. Terus belajar dari internet dan berbagi kebahagiaan serta keilmuan lewat internet. Sampai banyak orang yang mengenal saya lewat dunia maya, dan kemudian saat kopdar seolah sudah berkenalan lama dengan saya.

Sebagai guru TIK saya bersyukur dapat terus mengikuti perkembangannya. Meskipun tak semua sistem operasi dan berbagai aplikasinya saya kuasai, namun saya bahagia bisa melakukan apa yang saya suka melalui dunia maya. Banyak ilmu saya dapatkan dan banyak pengalaman saya dapat dari berselancar dalam alam maya. Sampai suatu ketika ada kabar buruk. Mata pelajaran TIK dihilangkan dalam kurikulum 2013. Semua guru TIK dan juga KKPI di SMK ikut bergabung dalam sebuah seminar nasional yang kemudian saya ditunjuk sebagai ketuanya. Videonya bisa anda lihat di youtube dengan mengetikan keyword "guru tik".

seminar nasional guru tik/kkpi
seminar nasional guru tik/kkpi
Teknologi informasi terus berkembang, begitu juga teknologi komunikasi. Komputer semakin mungil dan dunia serasa dalam genggaman dengan hadirnya ponsel pintar. Tak perlu menyalakan PC untuk bisa internet seperti dulu, cukup dengan ponsel yang ada di tangan, semuanya bisa dikerjakan. TIK atau ICT berkembang cepat dan pesat. Tinggal kita sekarang yang mau belajar. Siapa yang terus belajar tak akan ketinggalan. Termasuk juga belajar menguasai materi TIK terbaru dari segala penjuru dunia.

TIK dan perjuangan guru-gurunya semoga terus berkarya untuk Indonesia. Kami tak akan berhenti berjuang sampai TIK kembali sebagai mata pelajaran. Bagi kami TIK adalah harga mati. Persis slogan tentara nasional Indonesia (TNI) NKRI harga mati. Mohon doanya perjuangan kami emndapatkan dukungan dari banyak orang dan TIK kembali dipelajari oleh generasi emas Indonesia sebagai mata pelajaran.

Berikut ini adalah informasi buat guru TIK SMP di Jakarta:

Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat SMP di Jakarta mengundang bapak dan ibu guru TIK SMP untuk hadir dalam pertemuan MGMP TIK SMP Tingkat Kota Jakarta pada:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN