Mohon tunggu...
Dwi Pakpahan
Dwi Pakpahan Mohon Tunggu... Lainnya - Perempuan

WNI

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Target Penawaran

12 Maret 2021   15:35 Diperbarui: 12 Maret 2021   15:44 203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salsa terkejut dan merasa aneh. Mengapa Pak Panji yang marah? Seharusnya Salsa yang marah, dia merasa telah dilecehkan dengan penawaran yang terus disodorkan pak Panji.

Walaupun berkali-kali dia menolak tetap saja atasannya tak menyerah dengan tawarannya. 

Kalau tidak mengingat etika, mungkin sekarang dia sudah menggebrak meja dan meninggalkan ruangan tersebut.

Bunyi suara gawai dari atas meja menyelamatkan Salsa dari pertanyaan yang tak berguna itu.

“Kamu boleh pergi Salsa, istri saya menelepon,” perintah pak Panji sesudah dia melihat nama pemanggil di layar gawainya.

Syukurlah. Akhirnya, dia bebas juga. Salsa lalu berdiri  dengan langkah cepat meninggalkan ruangan itu.

***

“Bel, ini laporan yang kamu buat. Semua sudah benar. Kamu memang hebat.” Salsa memuji Bela sembari memberikan lembaran dokumen laporan hasil kerjanya.

 “Senangnya. Terima kasih ya mbak. Ini semua berkat bimbingan mbak Salsa beberapa hari ini,” dengan tersenyum Bela menerima lembaran dokumen itu.

“Ah, kamu bisa aja. Kamu memang tipikal cepat belajar Bel. Kalau begini, aku jadi tenang resign dari perusahaan ini,” Salsa menatap Bela dengan kagum.

“Emang benar kok mbak, mbak mentor yang sabar. Aku jadi cepat mengerti karena mbak menjelaskannya dengan detail. Tapi sayangnya kita hanya sebentar saja menjadi rekan kerja mbak. Padahal aku senang punya rekan kerja kayak mbak.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun