Mohon tunggu...
Ida Ayu Widya
Ida Ayu Widya Mohon Tunggu... Mahasiswa

Ide adalah gagasan pokok.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Lumpuh? OJK Tangani Investor

31 Maret 2020   08:49 Diperbarui: 31 Maret 2020   08:42 15 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh: Ida Ayu Gede Widya Ningsih

"Prodi Ekonomi Akuntansi A Gianyar"

Bukanlah hal yang baru lagi jika dewasa ini kita mendengar kata investor. Investor adalah setiap orang atau entitas lain (seperti perusahaan atau reksa dana) yang menanamkan modal dengan harapan menerima pengembalian keuangan (laba). Bagi investor, dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi, proses seleksi merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Hal ini berlaku ketika mereka dalam situasi ketidakpastian. Selain itu, memilih aset investasi tertentu memiliki konsekuensi tersendiri karena bisa jadi bermanfaat atau sebaliknya. Tentunya hal ini berkaitan dengan kepercayaan bukan?

Seperti yang kita ketahui kepercayaan sangat berpengaruh besar dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kepercayaan adalah segalanya. Kepercayaan tidak bisa dibeli dengan uang, melainkan dengan kejujuran, ketulusan, kesungguhan, dan keuletan. Setiap kepercayaan yang diberikan orang lain sejatinya adalah investasi jangka panjang yang bisa dipetik dan dinikmati kapan pun dibutuhkan. Kepercayaan dalam dunia usaha perlu dibangun, diantara rekan kerja, karyawan, manajer, dan pelanggan dengan cepat dan efisien. Begitu pula dengan investor, dengan membangun kepercayaan investor membantu  memperkokoh perkonomian. Tanpa produktivitas kepercayaan, semuanya bisa berantakan.

Kepercayaan investor yang sehat merupakan prinsip dasar bagi kesejahteraan ekonomi. Hal ini membuat lebih dari bertahun-tahun bahwa pasar modal telah membuktikan dirinya sebagai salah satu mesin penggerak yang paling kuat untuk pekerjaan, kesempatan, dan kemakmuran ekonomi global. Namun dewasa ini, perekonomian global sedang mengalami kemerosotan yang dikarenakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Lembaga independent di Indonesia yang dikenal sebagi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang menyelenggarakan system jasa keuangan dan bebas dari campur tangan pihak lain, mempunyai peran penting dalam membangun kepercayaan investor saat ini yang sedang mengalami penurunan.

Melihat hal tersebut, peningkatan penerapan goveranance, transparansi, dan enforcement dan peningkatan integritas pasar, tengah dilakun oleh OJK demi meningkatkan kepercayaan investor. Dimana hal ini menitik beratkan agar para investor percaya bahwa segala investasi atau kegiatan yang dilakukan para investor berada di bawah  pengaturan, pengawasan, dan perlindungan hukum dan pemerintah. Selain itu juga segala kegiatan akan dilakukan dengan secara transfaran , tanpa ada yang ditutupi, dan pelaksanaan secara efisien.

Banyak faktor yang membuat investor tidak percaya, salah satunya yang paling banyak terjadi karena terlalu tingginya risiko yang harus dialami investor dalam melakukan investasinya.

Sehingga muncul pertanyaan bagaimana menjaga kepercayaan investor semakin kuat untuk lebih mau berinvestasi aktif dalam pasar modal di berbagai sektor yang ada?

Dengan tujuan pasar modal semakin kuat dengan adanya peran investor yang aktif dan semakin percaya dalam melakukan investasi, berikut ini beberapa cara yang dilakukan yaitu:

  • Harus ada kolaborasi yang kuat dan dialog antara para stakeholder di seluruh rantai pasokan laporan keuangan.
  • Berusaha terus-menerus untuk menyusun strategi guna mempengaruhi pengambil keputusan kebijakan yang bekerja untuk investor dan pasar modal.
  • Berinovasi untuk menanggapi perubahan pasar modal yang terus berkembang.

Selain itu OJK membentuk Investor Protection Fund (IPF) atau yang disebut dana perlindungan pemodal yang dimana merupakan lembaga perlindungan investor, khususnya di pasar modal yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan mampu menambah kepercayaan masyarakat terhadap industri pasar modal Indonesia sebagai sarana investasi.

Dengan cara penting diatas diharapkan investor semakin percaya dan terus melakukan investasi di berbagai sektor dalam pasar modal. Tidak hanya untuk meningkatkan kekuatan ekonomi saja, melainkan manfaat yang didapat jauh lebih luas. Sejahteranya ekonomi akan mempengaruhi kemakmuran sosial global sehingga manfaat ini akan dirasakan banyak kalangan. Bagi perusahaan publik dan profesi audit pun juga turut merasakan manfaatnya, pertanggung jawaban bagi stakeholder maupun investor akan jelas dan transparan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x