Mohon tunggu...
Widya Meisya
Widya Meisya Mohon Tunggu... Lainnya - XII MIPA 6

Hello 👋

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Teks Esai: "Korban Banjir di Makassar Terjangkit Penyakit"

13 Maret 2021   08:21 Diperbarui: 13 Maret 2021   09:05 426 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Dikutip dari Wikipedia, banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.

Pada hari Kamis, 11 Maret 2021 banjir melanda Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari di kawasan tersebut membuat kanal, sungai dan waduk di kota Makassar meluap sehingga mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam banjir.

Akibat banjir tersebut,  kondisi kesehatan sejumlah warga di Makassar mulai menurun. Mereka menderita berbagai penyakit seperti gangguan penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare dan cafalgia. Para korban ini terbagi di 6 Kecamatan di Kota Makassar.

Para korban banjir di Makassar, Sulawesi Selatan mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini diberikan bagi para korban yang menderita sakit selama kurung waktu tiga hari.

Saya merasa miris melihat banjir yang terjadi di Makassar. Banjir tidak datang secara tiba-tiba, banjir bisa datang karena kelalaian kita sendiri. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar masih sangat minim. Tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih sangat rendah.

Dapat kita lihat dari kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Masyarakat seringkali membuang sampah tidak pada tempatnya. Bahkan, beberapa masyarakat masih membuang sampah di sungai. Hingga pada akhirnya sampah pun menumpuk sampai membusuk dan membuat lingkungan sekitar menjadi kotor dan tercemar.

Selain itu, beberapa masyarakat juga masih sering melakukan penebangan pohon. Pohon yang ditebang tidak disertai dengan penanaman kembali atau yang sering dikenal sebagai reboisasi. Sehingga hal itu menyebabkan penyerapan air menjadi sedikit dan membuat air turun ke daratan yang lebih rendah dengan cepat dalam jumlah yang banyak.

Menurut saya dapat dikatakan bahwa ulah masyarakat sendirilah yang menyebabkan banjir terjadi. Apa lagi banjir memiliki beberapa dampak negatif salah satunya dapat menimbulkan penyakit. Seperti yang terjadi pada para korban banjir di Makassar yang terjangkit gangguan penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare dan cafalgia.

Kondisi lingkungan yang kotor, serta air banjir yang membawa banyak kuman dan bakteri serta bahan kimia membawa penyakit yang serius kepada korbannya. Air yang kotor bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit.

Saat banjir, seseorang rentan terpapar bahan-bahan yang terkandung dalam air banjir. Sehingga hal itu bisa menimbulkan gangguan penyakit kulit. Kaki yang terendam dalam air banjir yang sangat kotor akan rentan terkena infeksi jamur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan