Widya Granawati
Widya Granawati Mahasiswa

Tulisan-tulisannya mungkin sedikit receh.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Hakim Wasmat, Bukan Hakim Biasa

9 Juli 2018   19:11 Diperbarui: 9 Juli 2018   19:42 193 0 0

Pernah denger hakim pengawas dan pengamat?

Hakim kok ngawasin? Emang boleh?

Hmmmmm menarique...

Hakim yang kita tahu tuh kan Cuma yang ada diruang sidang, terus bilang "harap tenang semua" pake ketok palu segala, dan pakai baju semi daster. Nah sementara hakim wasmat ini sangat amat BER-BE-DA... hakim ini punya tugas yang agak out of the box dari hakim yang kita ketahui.

Hakim wasmat adalah hakim melakukan pengamatan terhadap narapidana selama masa pidana terutama mengenai perilaku mereka masing-masing maupun perlakuan para Petugas Lembaga Permasyarakatan terhadap diri narapidana itu sendiri. Dengan hakim wasmat dapat pengetahui sejauh mana dampak dari suatu hukuman yang telah dijatuhkan, apakah itu baik atau buruk hal ini juga menjadi salah satu ajang penelitian tentang suatu hukuman pemidanaan dan bisa jadi bahan rujukan kedepan. (Ngutip-ngutip club)

Lho emang boleh? Enggak jadi penyalahgunaan wewenang?

Boleh dong, semua bisa dilakukan asal ada dasar hukumnya. Nah tugas hakim wasmat disini diatur dalam:

  • UU No. 48 Tahun 2009 tentang kehakiman pasal 55 ayat (2)
  • Pada KUHAP pasal 277 dan 283
  • UU No. 2 Tahun 1986 pasal 53 ayat 1
  • SEMA No. 3 Tahun 1984 tentang pelaksanaan Tugas Hakim Pengawas dan Pengamat dan Surat Edaran Mahkamah Agung yang pada intinya isinya adalah (check on the spot, menilai LPSK apakah sudah mengerti hakikat dari pemidanaan, mengadakan wawancara langsung pada narapidana)

Jadi hakim wasmat ini tidak menyalahi wewenang ya..

Beda Pengawasan dan Pengamatan itu apa?

Jika pengawasan maka hakim bertugas untuk:

  • Memeriksa dan menandatangani register wasmat di kepaniteraan PN.
  • Mengadakan Checking on the spot setidaknya 2x dalam setaun tepatnya pada bulan juni dan desember.
  • Mengadakan observasi umum terhadap keadaan, suasana dan kegiatan.
  • Mengadakan wawancara dengan petugas lapas.
  • Mengadakan wawancara dengan narapidana.
  • Menghubungi Kepada Lapas dan Seksi Bimbingan Narapidana/Anak untuk tukar menukar saran.

Sementara pengamatan adalah

  • Mengumpulkan data tentang narapidana yang dikategorikan berdasarkan jenis tindak pidananya. Nah disini hakim wasmat mencari tahu faktor-faktor apa saja yang enyebakan mereka melakukan kejahatan tsb.
  • Mengadakan evaluasi apakah suatu hukuman sudah tepat dijatuhkan atas tindak pidana tsb.

Kenapa harus ada hakim wasmat?

Ya gimana ya, ibarat kalo punya organisasi kagak ada yang ngawasi, kagak ada yang meneliti keadaan sekitar organisasi itu gak maju-maju. Sama kaya duni peradilan, penegak hukum memerlukan hakim wasmat supaya hakim itu tahu apakah putusan itu sudah dijalankan semestinya jangan-jangan malah terpidananya bukan dilapas malah nge-mall wkwkwk jadi gak Cuma formalitas putusan aja. Selain itu dengan adanya hakim wasmat ini menjadi bahan penelitian kedepan apakah suatu hukuman pidana itu efektif atau jangan-jangan Cuma jadi pelengkap penderita aja, dan tentunya dengan adanya hakim yang mengawasi dan mengamati, hak-hak narapidana ini terlindungi, karena kalo ada apa-apa lapor aja ke hakim wasmat. Hehe