Mohon tunggu...
Widya Apsari
Widya Apsari Mohon Tunggu... Dokter - Dokter gigi, pecinta seni, pemerhati netizen

menulis hanya jika mood

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Dok, Sariawan Saya Tidak Sembuh-sembuh

20 Juni 2017   10:48 Diperbarui: 15 Februari 2018   18:43 12801
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keluhan tersebut merupakan keluhan yang paling sering diucapkan oleh pasien ketika datang ke saya.

Dan ketika saya bertanya mengenai pengobatan apa saja yang sudah diberikan pada sariawan tersebut, mayoritas menjawab sudah diobati dengan obat sariawan terkenal, yang mengandung bahan aktif POLICRESULEN, yang katanya (di iklan) untuk mengobati sariawan. 

Nah, sudah dapat obat sariawan berarti udah sembuh dong ya sariawannya..

Sayangnya kenyataan tidak seindah di iklan.. Karena jika sembuh, tentu tidak akan mencari saya untuk minta diobati sariawannya.

Policresulen adalah suatu polymolecular organic acid, yang memiliki efek hemostatik atau menghentikan pendarahan, membentuk jaringan nekrotik (jaringan yang mati) dan merangsang pembentukan jaringan baru (sumber), juga memiliki bersifat antiseptik dan antiinfeksi pada genito urinary system atau urogenital atau uri = saluran kemih dan genital = kelamin (sumber).

Sampai pada saat ini saya menuliskan artikel ini, saya belum menemukan jurnal yang membahas mengenai penggunaan policresulen untuk mengobati sariawan pada rongga mulut. Bahkan saya pun tidak bisa menemukan jurnal uji praklinik dan uji klinik policresulen pada rongga mulut untuk mengobati sariawan.

Namun saya simpulkan dari berbagai jurnal yang membahas mengenai mekanisme policresulen, apabila policresulen ini diberikan pada luka pada rongga mulut (sariawan), maka yang terjadi adalah:

  1. Terjadi efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah perifer (tepi) pada daerah sariawan, yang menyebabkan suplai darah pada daerah sariawan terhenti yang menyebabkan jaringan sariawan menjadi mati. Hal ini menjelaskan mengapa rasa perih pada sariawan sesaat hilang setelah sariawan diberikan policresulen baik secara ditotol maupun dikumur, yaitu karena jaringan sariawan menjadi mati. Kalau mati ya sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi.
  2. Bila suatu jaringan mati, maka secara otomatis tubuh akan berusaha melepaskan jaringan yang mati tersebut, sehingga terjadinya suatu deskuamasi jaringan, atau pengelupasan kulit. Efek ini lebih sering terlihat pada penggunaan policresulen dengan cara kumur. Sesaat setelah dikumur, akan tampak terjadinya kulit mulut yang terkelupas.
  3. Setelah jaringan sariawan mati, tidak sakit, dan terjadi pengelupasan, maka yang selanjutnya terjadi pembentukan jaringan baru dan sehat.
  4. Bila jaringan baru sudah terbentuk, maka kisah sakit sariawan telah berakhir dengan indah dengan policresulen.

Sayangnya kisah indah kesembuhan sariawan dengan policresulen ini tidak terjadi pada beberapa orang, karena kerusakan jaringan akibat policresulen tidak bisa mengimbangi pembentukan jaringan sehat. Sehingga yang dominan adalah efek matinya jaringan sariawan yang membuat sariawan bertambah besar dan sakit. 

Hal ini bisa disebabkan oleh:

  1. Sariawan yang terlalu besar,
  2. Policresulen diberikan secara terus-menerus,
  3. Tubuh memang/sedang tidak mampu untuk membentuk jaringan baru yang sehat,
  4. Atau memang karena sariawan yang dirasa bukan sariawan biasa, tapi mungkin infeksi jamur yang hanya bisa diobati dengan obat jamur, atau sariawannya ternyata kanker mulut, atau mungkin sariawannya yang dialami adalah gejala penyakit lain, seperti penyakit autoimun ataupun infeksi HIV.

Mungkin karena saya dokter gigi, jadi saya lebih banyak melihat mudaratnya daripada manfaatnya dari policresulen untuk mengobati sariawan. 

Jadi kalau Anda merasa dengan policresulen bisa menyembuhkan sariawan Anda, yang perlu Anda ketahui, bahwa dari jurnal yang membahas pengobatan sariawan, tidak ada satu jurnal pun yang menyebutkan policresulen sebagai drug of choice untuk sariawan (sumber).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun