Mohon tunggu...
Tung Widut
Tung Widut Mohon Tunggu... Guru - Guru biasa

Guru suka repot

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sinar

4 Desember 2022   15:09 Diperbarui: 4 Desember 2022   15:13 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sinar
Tung Widut

Sinar pagi datang
Pagi perlahan hilang di telan cahaya
Begitu singkat embun melambung tanpa  tanpa terlihat
Sirna begitu saja

Dedaunan semakin menjerit
Tatkala mentari semakin meninggi
Panas menyerang  
Peluh mengucur tak henti

Memuja matahari
Rela datang dan pergi
Setiap hari

Aku memujamu untuk kebahagiaanku
Aku mengharapkanmu untuk kehidupanku
Aku berterimakasih  untuk kedatanganku
Aku menyayangimu untuk kepergiamu

Sinarmu yang lembut
Sinarmu yang hangat
Sinarmu yang garang
Sinarmu yang manja
Sinar yang ku terima

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun