Widodo Surya Putra (Mas Ido)
Widodo Surya Putra (Mas Ido) karyawan swasta

Arek Suroboyo | Redaktur renungan kristiani | Penggemar makanan Suroboyoan, sate Madura, dan sego Padang |Basketball Lovers & Fans Man United | IG @Widodo Suryaputra

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dulu Bersorak, Kini Manchester United Berduka Akibat Gol dari "Super-Sub"

14 Maret 2018   12:30 Diperbarui: 14 Maret 2018   12:41 679 2 2
Dulu Bersorak, Kini Manchester United Berduka Akibat Gol dari "Super-Sub"
Wissam Ben Yedder merayakan gol disaksikan Ashley Young (Getty Images)

Istilah Super-Sub disematkan bagi seorang pemain sepak bola yang mengawali laga dari bangku cadangan, sebagai pemain pengganti, tetapi ia dapat menyelamatkan timnya dari kekalahan atau membawa timnya menang dan meraih gelar juara. Manchester United punya kenangan manis akan peran seorang Super-Sub  pada masa lalu, tercatat atas nama Ole Gunnar Solksjaer.

Jasa pemain berjulukan "Baby Face Assasin" atau "Pembunuh Berwajah Bayi" asal Norwegia itu pun akan melekat dalam benak pada fans Manchester United sepanjang masa. Perannya begitu signifikan setiap kali masuk sebagai pemain pengganti. Peran Solskjaer yang mungkin akan abadi adalah gol yang dicetaknya ke gawang Bayern Munchen pada final Liga Champions musim 1998-1999 (26 Mei 1999). Kala itu, MU yang tertinggal satu gol hingga pertandingan memasuki injury-time, sukses membalikkan keadaan dalam waktu singkat. Dua gol dari Teddy Sheringham dan Solskjaer, dimana keduanya masuk sebagai pemain pengganti, membuat pelatih, pemain, dan pendukung MU bersorak karena impian mewujudkan treble-winners pun tercapai.

Ekspesi Solskjaer usai mencetak gol ke gawang Bayern (Manchester Evening News)
Ekspesi Solskjaer usai mencetak gol ke gawang Bayern (Manchester Evening News)
Solskjaer kini melatih Molde (Daily Mail)
Solskjaer kini melatih Molde (Daily Mail)
Kini, hampir 19 tahun berselang sejak 26 Mei 1999, dalam pertandingan yang berlangsung di markas sendiri, Manchester United harus mengalami "karma" usai ditaklukkan Sevilla dengan skor 2-1, yang membuat MU tersingkir dari Babak 16 Besar Liga Champions musim 2017-2018. Menariknya, Wissam Ben Yedder sang pencetak dua gol kemenangan Sevilla, mengawali laga dari bangku cadangan. Tak sampai dua menit sejak masuk menggantikan rekan setimnya, Wissam Ben Yedder sukses menggetarkan jala David De Gea sebanyak 2 kali, dalam waktu hanya 4 menit!

Mental pemain MU pun terpukul usai gol kedua Yedder, yang sekalipun sempat dihalau De Gea tetapi bola tetap masuk ke gawang dan disahkan sebagai gol. Perlawanan MU pada 12 menit tersisa, pada waktu normal, hanya berbuah satu gol balasan, yang gagal menyelamatkan MU dari kekalahan. Mungkin jika MU memiliki Solskjaer di bangku cadangan, sisa 12 menit ditambah injury-time bisa dibilang lebih dari cukup untuk membuka peluang bagi MU untuk membalikkan keadaan.

Itulah sepak bola, yang terkadang bisa menimbulkan sorakan maupun kekecewaan dalam waktu singkat. Jika terkadang "perjudian" MU dan Mourinho berhasil, dengan strategi pergantian pemainnya yang membawa kemenangan, kali ini Mourinho dipaksa mengakui kejelian Vicenzo Montella saat memasukkan Yedder. Montella mungkin melihat ada celah di lini pertahanan MU yang dapat dimaksimalkan oleh Yedder untuk mencetak gol dan memenangkan Sevilla.

Wissam Ben Yedder sudah mencetak 8 gol di UCL musim ini (Evening Standard)
Wissam Ben Yedder sudah mencetak 8 gol di UCL musim ini (Evening Standard)
Sejatinya, duel antara Manchester United melawan Sevilla berlangsung menarik. Terlebih dengan status keduanya adalah jawara Liga Europa pada 4 musim terakhir (MU sekali dan Sevilla tiga kali beruntun). Hanya, mungkin Mourinho terlambat menyadari bahwa Sevilla berpotensi mendatangkan bencana bagi timnya, dengan pengalaman mereka di kompetisi antarklub Eropa. Sekalipun hal itu terjadi di Liga Europa, tetapi kehebatan Sevilla dalam mengangkat trofi Liga Europa sebanyak tiga kali (mulai musim 2013-2014 hingga 2015-2016) menjadi bukti tak terelakkan.

Namun sayang sekali, Mourinho tak punya sosok seperti Solskjaer di bangku cadangannya. Martial, Pogba, dan Juan Mata yang masuk sebagai pengganti tak punya kemampuan "membunuh pertandingan" seperti Solskjaer. Apalagi, mereka juga bukan termasuk penyerang atau pemain depan dengan kemampuan penyelesaian akhir yang ciamik. Mungkin musim depan Mourinho perlu berburu pemain depan dengan kualitas yang mumpuni, sehingga bisa diandalkan sebagai Super-Sub  dalam kondisi genting. Mungkin Javier "Chicarito" Hernandez bisa kembali dipanggil pulang untuk mengisi "pos" tersebut. Sebagai eks pemain MU, pemain yang kini membela West Ham United itu rasanya pas untuk mengisi slot cadangan penyerang untuk musim depan. Chicarito masih bisa dijadikan alternatif sekaligus harapan ketika MU sedang terdesak dan butuh mencetak gol kemenangan. Atau, bagaimana jika sekalian MU mendekati dan mencoba menggaet Wissam Ben Yedder pada bursa musim panas mendatang?

Chicarito saat berseragam MU (Daily Mirror)
Chicarito saat berseragam MU (Daily Mirror)
Tanpa pemain andalan di bangku cadangan, yang bisa menjelma menjadi Super-Sub,niscaya MU juga akan menemui kesulitan untuk musim depan, karena pertandingan dapat berlangsung dengan amat ketat dan menegangkan, khususnya pada laga-laga penentuan. Kalah berarti keluar dari persaingan dan membuat peluang meraih trofi melayang. Hal yang tak bisa dibiarkan oleh pelatih sekaliber Jose Mourinho, yang kali ini lumayan "babak belur" pada musim keduanya bersama MU.  Kalau boleh, sebagai penggemar yang kecewa dengan tersingkirnya MU lebih awal dari Liga Champions, izinkan saya ingin berteriak begini, "Segeralah dapatkan 'super-sub'-mu, Mourinho!"

Nah, menurut Kompasianer, pemain mana yang bisa menjadi menjelma sebagai Super-Sub  yang paling cocok bagi Manchester United?

Sumber:

(1) 

(2)