Widodo Surya Putra (Mas Ido)
Widodo Surya Putra (Mas Ido) karyawan swasta

Arek Suroboyo asli, kini berdomisili di Delanggu, Klaten | Suka main basket, renang, dan menulis | Penikmat film Mandarin dan film laga (khususnya film-film Jackie Chan, Jet Lee, Jason Statham, Bruce Willis, dan Vin Diesel) | Belajar nulis di Kompasiana sejak 2002 dan berharap tulisan-tulisan yang tertuang dapat bermanfaat bagi para pembaca (Kompasianer), di manapun berada. Selamat membaca dan selamat berteman!

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Renegades: Ketika "Pemberontakan" U.S. Navy Seal Berakhir "Happy Ending"

13 September 2017   18:13 Diperbarui: 13 September 2017   22:07 490 0 0
Renegades: Ketika "Pemberontakan" U.S. Navy Seal Berakhir "Happy Ending"
Tampilan poster film RENEGADES (Mashable)

RENEGADES. Film yang baru tayang di bioskop ini sama sekali tak berkaitan dengan serial televisi yang berjudul RENEGADE pada era 1990-an. Kalau di serial televisi tersebut berkisah tentang "pemburu penjahat" yang diperankan oleh Lorenzo Lamas dengan motor gedenya, film RENEGADES sama sekali tak berkaitan dengan motor gede, profesi pemburu penjahat, atau apa pun yang berkaitan dengan aksi "koboi jalanan" yang akrab dengan pemirsa televisi lebih dari 20 tahun silam.

Lantas, film RENEGADES bercerita tentang apa?

RENEGADES mengisahkan sekelompok U.S. Navy Seal (sebutan untuk pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat), yang mengambil risiko besar untuk bertugas secara ilegal, demi mengambil tumpukan emas batangan murni (99,99%) yang berada di dasar danau. Informasi tentang 27 ton emas senilai US$ 300 juta diperoleh salah satu tim Navy Seal dari seorang wanita yang juga bekerja di sebuah bar. Batangan emas tersebut diyakini "terkubur" di dasar danau lewat cerita yang disampaikan langsung oleh kakek dari wanita tersebut, yang melihat langsung bagaimana daerahnya tersapu oleh banjir besar pada masa Perang Dunia Kedua.

Masalah muncul karena musuh mencari regu yang berada di bawah komando resmi "J.K. Simmons" tersebut, akibat aksi mereka di Sarajevo ketika menculik seorang jenderal dan membuat keributan setelah mencuri sebuah tank untuk menyelamatkan diri. Aksi mereka di dasar danau pun terancam setelah misi rahasia itu ketahuan dan pihak musuh melakukan patroli sambil meledakkan beberapa granat yang sengaja diturunkan dari permukaan danau. 

Ada empat hal yang saya pelajari ketika menonton film ini: 

PERTAMA, prinsip terkait kepemimpinan dalam kehidupan nyata. Terkadang dalam kondisi tertentu, seorang pemimpin harus cepat mengambil keputusan, dengan risiko seminimal mungkin demi kebaikan bersama. Seorang pemimpin juga harus tegas dalam mengambil keputusan, tetapi tak boleh melupakan sisi kemanusiaan sebelum keputusan itu diambil.

KEDUA, pentingnya kesatuan hati dalam sebuah tim. Kesatuan dalam tim angkatan laut ini sangat menentukan dalam kesuksesan misi penyelaman sekaligus pengambilan puluhan ton emas batangan, sehingga akhirnya mereka berhasil. Konflik boleh ada, perdebatan dan pertengkaran terkadang tak dapat dielakkan, tetapi kesatuan tim harus diutamakan.

KETIGA, dalam sebuah tim, kelebihan anggota tim harus dimaksimalkan. Salah seorang anggota Navy Seal berperan sangat penting dalam merancang strategi penyelaman, termasuk bagaimana cara mengangkat 27 ton emas batangan dari dasar ke permukaan air. Menariknya, pemimpin tim memberi ruang, mengapresiasi, bahkan berani berkonfrontasi untuk "membela" strategi dari anggota timnya itu ketika terjadi sedikit masalah di dasar danau. 

Pemimpin Navy Seal yang diperankan dengan sangat baik oleh Sullivan Stapleton, yang juga pernah bermain dalam film 300: Rise of An Emperor. Sosok wanita yang diperankan oleh Sylvia Hoeks, aktris asal Belanda ini selain menjadi "pemanis" dalam film yang didominasi oleh para pria gagah tersebut, juga berperan penting sebagai informan terkait misi berbahaya dari para anggota Navy Seal itu.

KEEMPAT, sering kali dalam menuntaskan sebuah misi besar, hal itu ditentukan oleh "hal-hal kecil" yang terkadang juga dilakukan (diemban) oleh orang-orang yang mungkin diabaikan. Begitu pula dalam keberhasilan misi menegangkan yang diemban oleh 5 pasukan Navy Seal dalam film RENEGADES ini.

****

Sekalipun RENEGADES termasuk film perang, tetapi film ini jauh dari kata membosankan. Alur cerita film produksi Jerman dan Perancis ini cukup sederhana, sedikit mudah ditebak (menurut saya), tetapi lumayan menegangkan. 

Selipan humor yang disajikan oleh Steven Quale, yang juga menjadi sutradara "Final Destination 5" tersebut, membuat film ini menjadi lebih segar dan menghibur. Arti kata "Renegades" sendiri yang diterjemahkan dengan "para pemberontak" menggambarkan sisi lain bahwa "pemberontakan" jika dilakukan karena alasan yang tepat, ternyata ujungnya dapat berbuah kebaikan bagi orang banyak. Bisa dikatakan bahwa pemberontakan dari tim Navy Seal yang disajikan pada film ini berakhir manis dan bahagia alias "happy ending".

5 Navy Seals. 1 Impossible Heist. The Only Thing: More Dangerous Than The Mission is This Team of Renegades. Kata-kata tersebut menjadi pesan penguat yang ditampilkan pada Official Trailer sepanjang 2 menit 17 detik yang dapat kita lihat di berbagai website mengenai film ini. Trailer yang langsung membuat saya terpikat sejak melihatnya beberapa minggu lalu, dan langsung membuat keputusan akan menonton film tersebut kalau sudah tayang! Aksi ketegasan tetapi konyol dari J.K. Simmons sebagai pimpinan militer dalam film ini sebaiknya juga tidak Anda lewatkan!

Nah, khususnya bagi Kompasianers yang suka menonton film bernuansa perang dan film aksi, kira-kira bagaimana cara lima jagoan Navy Seal tersebut merancang dan menyelesaikan misinya? Apa yang mereka lakukan untuk meloloskan diri dari kepungan musuh, sekaligus membawa puluhan ton emas ke permukaan? Berhasilkah mereka meloloskan diri dari kepungan musuh? 

Saksikan sendiri supaya Anda lebih puas. Semoga terhibur dari terinspirasi seperti saya! :-)

Salam, 

-wsp-