Mohon tunggu...
Widz Stoops
Widz Stoops Mohon Tunggu... Animal Lover

Smile! It increases your face value -www.tomcil.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Edo

20 Januari 2020   07:44 Diperbarui: 20 Januari 2020   07:56 55 15 9 Mohon Tunggu...
Edo
Sumber website 123rf.com

Semua  orang suka sama Edo. Kayaknya enggak mungkin untuk enggak suka. Dia enggak banyak bicara, tetapi dia pendengar yang baik. Setiap kali ada orang yang merasa sedih, dia pasti akan mencoba menghibur. Pokoknya dia tuh cowok baik banget deh! Boro-boro mabuk, merokok juga enggak pernah! 

Pagi-pagi buta dia sudah bangun, membantu ibunya membereskan rumah, sebelum dia berangkat kerja.  Pulang kerja, Edo enggak pernah mampir kemana-mana, pasti langsung pulang ke rumah dan di malam hari, hiburan satu-satunya adalah menonton TV. Walaupun hidupnya terlihat monoton banget dan enggak menarik sama sekali, tapi Edo kayaknya happy-happy saja tuh! .


Edo masih belum punya pacar saat umur 25. Menurut gosip yang tersebar, mencium pipi seorang cewe pun dia belum pernah! Tidak ada yang tahu kenapa masalahnya. Ganteng sih sebetulnya enggak, tapi dia juga enggak jelek-jelek amat kok! Edo memang enggak terlalu menarik, tetapi dia enggak ngebosenin.  Enggak terlalu pintar, tetapi juga enggak bodoh. Dia cowok pendiam tapi baik, mungkin itu sebabnya dia kurang mendapat perhatian dari cewek-cewek karena dia cowok yang biasa-biasa saja.

Suatu hari, Edo mengundang kami semua ke acara pesta di rumahnya. Aneh. Edo yang pendiam itu tiba-tiba ngadain pesta? Serius? Kami baru sadar, ketika sudah tiba di acara, ternyata itu adalah pesta perpisahan. Edo mengumumkan bahwa dia memutuskan untuk membuat perubahan besar dalam hidupnya. Dia akan meninggalkan kota kecil ini dan pindah ke kota besar. Kami semua tersentak kaget! Good for him! Walau sedih terasa di dada tapi kami tetap bersemangat untuknya. Edo bukan cowok yang paling populer di pergaulan kami, tetapi kami semua tahu, bahwa jauh di lubuk hati, kami akan sangat kehilangannya.

Setelah dia pergi, aku mencoba untuk tetap berhubungan dengannya. Aku mengirim beberapa pesan untuknya melalui Facebook messenger, tetapi sepertinya dia enggak pernah online. Hidup berjalan seperti biasa. Aku semakin sibuk dengan pekerjaan, apalagi setelah aku naik jabatan, semakin banyak tanggung jawab yang harus aku jalani dan menyita waktu.

Seiring berjalannya masa, semua orang mulai melupakan Edo. Tapi kadang, kalau lagi kumpul-kumpul, masih ada juga sih yang menanyakan Edo, di mana dia berada dan bagaimana keadaannya, tapi tak satu pun ada yang tahu. Hingga suatu kali, kami memutuskan untuk menelponnya, sayang tak ada satupun yang punya  nomor telepon barunya.

Akhirnya suatu saat, aku memutuskan untuk kembali mengirim pesan kepada Marcus lewat Facebook messenger, aku tanya bagaimana kabarnya dan apakah ada berita baru di kehidupannya. Aku terkejut ketika dia benar-benar menjawab. Edo bilang bahwa, tak lama setelah dia tiba tempatnya yang baru, dia telah bertemu dengan seseorang yang menurutnya "seorang cewek yang luar biasa, luar biasa!!". Namanya Anita dan dia juga bilang kalau mereka berdua sangat bahagia bersama.

Aku sebetulnya agak kaget bahwa dia akhirnya berhasil mendapatkan pacar. Aku berpikir Edo menyebut kata-kata luar biasa hingga dua kali, pasti di mata dia cewek itu memang luar biasa sekali. Aku sangat senang karena dia akhirnya menemukan cewek pujaannya. Langsung saja, aku menyebarkan kabar baik ini ke teman-teman lainnya.

Suatu tengah malam, tiba-tiba aku terbangun oleh suara 'ping' yang aneh. Pada awalnya, karena sangat lelah,  aku cuma berguling dan tak menghiraukannya. Tapi suara itu tidak berhenti, jadi dengan terpaksa turun juga aku dari tempat tidur. Kepalaku terasa sangat pusing dan hampir enggak bisa membuka mata.

Ketika kulihat hp ku, ya ampuuun ... ternyata  ada sepuluh pesan dari Edo di Facebookku, semuanya cuma bilang, "Hey! Bangun!"

Kesal rasanya tengah malam harus terbangun gara-gara itu, tapi aku juga ingin banget rasanya ngobrol dengan dia. Disaat yang bersamaan, aku tiba-tiba mencium bau aneh. Bau gas! Langsung aku lari ke dapur.

Masya Allah! Ternyata habis masak tadi aku tidak mematikan kompor gas dengan benar, apinya memang padam, tapi gas tidak sepenuhnya tertutup. Jadi saat aku tidur, perlahan-lahan apartemenku dipenuhi dengan gas yang bisa mematikan. Jika Edo tidak membangunkanku lewat pesan yang dikirimnya melalui facebook, mungkin aku sudah mati dalam tidurku!

Aku langsung keliling apartemenku, membuka semua jendela yang ada dan pintu depan. Ketika gasnya hilang dengan aman, aku mengambil hp dan mengirim pesan kepada Edo.

"Edo, terima kasih ya.... baru saja kamu menyelamatkan hidupku!"

"Aku cuma  mau cek and ricek aja kok, kira-kira kamu masih ingat aku nggak," tulis Edo, ditambah dengan ikon wajah tersenyum.

Sebelum aku bisa menjelaskan, dia offline lagi. Aku pikir mungkin karena sudah larut malam, Edo pasti langsung tidur.

Kejadian itu mungkin sudah akan aku lupakan, kalau bukan karena sesuatu yang terjadi pada Rio, temanku yang juga teman Edo, beberapa minggu kemudian. Dia sedang dalam perjalanan ke sebuah pertemuan penting dan hendak menyeberang jalan, ketika tiba-tiba dia mendapat pesan dari Edo melalui Facebook messenger yang cuma bilang "Tunggu sebentar!"

Rio berdiri di trotoar dan mulai membalas pesan Edo, untuk menanyakan apa yang diinginkannya. Tiba-tiba, sebuah truk datang menerobos lampu dengan kecepatan sangat tinggi, melompat ke trotoar dan kemudian menabrak dinding. Melewati temanku kurang dari setengah meter. Jika saja dia tidak berhenti untuk membalas pesan Edo, mungkin Rio sudah tewas tertabrak.

Ketika aku mendengar tentang apa yang terjadi pada Rio, aku langsung mengirim pesan kepada Edo di Facebook dan bertanya kepadanya, "Eh aku mau tanya serius nih, kamu tuh peramal atau punya indera ke enam atau apa sih?".

Sebagai tanggapan, Edo hanya mengirim beberapa ikon wajah tersenyum dan tulisan singkat, "Salam dari pacarku Anita ".

Minggu lalu, aku harus pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis. Aku berpikir karena jaraknya sangat dekat dengan kota di mana Edo tinggal, mungkin aku akan mampir ke rumahnya. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya, jadi aku  mengiriminya pesan di Facebook untuk mencoba mengatur kapan waktu yang enak bertemu dengannya. Sayangnya, dia tidak membalas pesanku. Ketika aku turun dari pesawat, aku mengirim pesan lagi kepadanya, tetapi tetap tidak ada jawaban. Aku terus berusaha menghubunginya, hingga akhirnya, aku capek sendiri dan membatalkan keinginanku bertemu dengannya.

Dua hari kemudian, setelah bisnis selesai, aku tetap tidak mendengar jawaban dari Edo. Ada sedikit rasa kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Edo, tapi yaa harus gimana lagi? Aku pun langsung memesan taksi untuk berangkat dari hotel tempatku menginap menuju ke bandara.  

Di sepanjang perjalanan menuju bandara, aku menatap ke luar jendela, tiba-tiba  aku melihat seperti sebuah monumen kecil di sisi jalan. Ada beberapa karangan bunga di sekelilingnya. Yang menarik perhatianku, dua foto terpampang di monumen itu. Satu perempuan dan satunya laki-laki. Dua-duanya terlihat sedang tersenyum. Aku tidak mengenal wajah perempuan di foto itu. Tapi aku sangat mengenal wajah yang laki-laki. Langsung aku berteriak meminta supir taksi untuk berhenti.

Ketika taksi menepi, aku melompat keluar dari mobil dan berlari mendekati poto yang terpampang di monumen kecil itu. Jantungku berdegup kencang. Ketika aku semakin dekat, mata ku berlinang dengan lemas aku berlutut. Ya Tuhan.. ternyata benar dugaanku, itu adalah foto Edo!

Tanpa ku sadari, supir taksi sudah berdiri di sampingku.

"Kamu kenal dia?" Tanyanya.

Aku tidak bisa menjawab. Tenggorokanku terlalu sakit untuk berbicara.

"Anak muda itu adalah pahlawan sejati," kata pengemudi taksi. "Pihak walikota mendirikan monumen ini untuk menghormatinya. Mereka mengatakan dia baru saja tiba di kota ini. Ketika dia meninggalkan bandara, dia melihat seorang gadis diserang oleh seorang pria dengan pisau. Dia melompat dan mencoba menyelamatkan si gadis, tetapi si pria jauh lebih besar darinya dan berhasil mengalahkan anak muda itu, kemudian pria itu menikam mereka berdua sampai mati. Polisi berhasil menangkap pria itu beberapa hari kemudian. Mereka menemukan rambutnya di tangan anak muda ini. 

Rupanya anak muda ini sempat menjambak rambut pria jahat itu. Polisi berhasil mengidentifikasinya lewat hasil DNA rambutnya. Ternyata pria itu adalah pembunuh berantai. Dia telah membunuh banyak wanita sebelumnya dan dia akan membunuh lebih banyak jika saja anak muda ini tidak menjambak rambutnya yang memudahkan polisi untuk menangkap penjahat itu ... Ya, ... Anak muda ini adalah pahlawan sejati ... rela berkorban untuk siapa saja bahkan seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya "

Aku melirik nama lain di monumen itu ... Anita.

Jadi beginilah cara Edo bertemu pacarnya ...

Dan sekarang mereka akan bersama, bahagia, berdua selamanya.

Catatan: Cerita ini cuma fiksi belaka, jika ada kesamaan nama itu hanya suatu kebetulan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x