Widianti Dommi Sukarmo
Widianti Dommi Sukarmo Pelajar

Banyak hal yang tidak bisa diutarakan dalam dunia ini Menulis, membuka jalan. Bagi yang terpendam untuk terpublikasikan. Untuk yang tak percaya akan percaya, bahwa kerja keras tidak akan menghasilkan hasil yang tak keras.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Cintaku yang Sederhana

6 Oktober 2018   10:58 Diperbarui: 6 Oktober 2018   11:38 548 0 0

Secara kasat mata tidak ada cinta yang sederhana. Banyaklah orang menyatakan bahwa cinta butuh perjuangan maka tidak akan pernah sederhana. Apakah arti sederhana bagi anda?. Dapatkah anda hidup sederhana?. Hampir tidak bisa. Sederhana adalah hal yang tidak mudah dan paling sulit.

Sederhana memintamu untuk diam dan melihat sebuah kehangatan suka yang tidak terjadi padamu, namun membahagiakan dirimu lebih dari jika itu terjadi padamu. Itulah sederhana. Maka sederhana tidak akan dipahami bila kau sendiri tidak mengalaminya.

Inilah cintaku yang sederhana. Kepada Tuhan aku hanya ingin terus dicintai dan aku akan terus mencintai-Nya. Menjadi anak yang setia hingga akhir waktuku. Melalui kegelisahan kupikir aku menemukan asalku. Tempat aku diciptakan dari tulang sebagai mula dan akhirku. Kesederhanaanku yang kedua adalah menemukan tempat awalku bermula dan membangun hidup dengannya dalam satu tubuh dan jiwa yang sempurna.

Sangat sakit, sakit itu sangat dalam, dalam itu adalah goresan luka yang sekali terjadi. Jika setiap orang pernah merasakan terluka, ia pasti pernah merasakan luka yang lebih dalam dari lainnya. Diagnosaku, luka dalam itu timbul karena ada sesuatu yang dalam juga. Tidak mungkin luka hantaman batu adalah ulah angin bukan?. Itulah dia yang kurasakan.

Awal pertama mengapa mata ini mengelukan sesuatu yang mustahil. Terus menolak adalah ketidakmampuan utama, hingga akhirnya harus lanjut dan memperjuangkannya. Itulah dirimu, dalam kesederhanaanku. Membuatmu tersenyum adalah bahagiaku yang sempurna, apalagi tertawa, itu adalah bahagiaku yang lebih dari sempurna. Jika demikian, bagaimana jika hidup denganmu? Tidak ada kata yang dapat mengungkapkannya.

Lewat kesederhanaan ini aku menyampaikan, terakhir kalinya aku akan berbicara bahwa mencintaimu adalah hal sederhana yang tersulit yang pernah ada. Terima kasih atas dirimu yang pernah merasa bahagia denganku. Memang hati tak bisa memaksakan daging, maka berjalanlah dengan hatimu. Kita akan berjumpa di lain waktu. Doaku akan terus bersamamu, syairku kedepan mungkin masih juga tentangmu. Maka maafkanlah kelancanganku ini.

Semoga kamu bahagia dengan keputusanmu, inilah cintaku yang sederhana. Terima kasih.