Mohon tunggu...
Widhiyaningrum
Widhiyaningrum Mohon Tunggu... Penulis

Teknik Industri-Human Integrated System

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Sejahterakan Petani Sawit Melalui Biodiesel

22 Mei 2019   20:03 Diperbarui: 22 Mei 2019   20:19 0 0 0 Mohon Tunggu...
Sejahterakan Petani Sawit Melalui Biodiesel
PublicInsta.com

Sumber energi yang digunakan oleh masyarakat umum saat ini berasal dari olahan minyak bumi. Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa organik dari jasad mikroorganisme selama jutaan tahun. Kemudian minyak bumi diperoleh dengan melakukan pengeboran di dasar laut. Masyarakat saat ini masih mengkonsumsi penggunaan hasil pengolahan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama transportasi. 

Penggunaan produk olahan minyak bumi memiliki dampak negatif bagi kehidupan masyarakat karena menimbulkan berbagai macam pencemaran seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Kegiatan transportasi umumnya menyumbangkan pencemaran udara dari produksi karbon monoksida (CO). Polutan udara yang dihasilkan oleh gas CO setiap 5 liter bensin adalah 1-1,5 kg. 

Hal tersebut mengakibatkan hemoglobin yang biasanya membawa gas oksigen (O2) ke dalam darah, sekarang lebih tertarik mengikat gas karbon monoksida (CO). Selain menimbulkan pencemaran, sumber energi yang berasal dari minyak bumi sulit untuk diperbarui, sehingga sumber energi tersebut tidak dapat digunakan sebagai sumber energi berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi terhadap sumber energi agar kelak tiga puluh sampai lima puluh tahun lagi masyarakat tidak kehilangan sumber energi.

Inovasi sumber energi berkelanjutan dikenal dengan sebutan renewable energy. Istilah renewable energy digunakan untuk sumber energi yang dapat diperbarui dengan memanfaatkan alam, misalnya pemanfaatan sinar matahari, hydropower, angin, biodiesel, dan panas bumi. 

Pemanfaatan energi terbarukan banyak memberikan keuntungan selain sebagai sumber energi berkelanjutan yakni mampu memperkuat perekonomian masyarakat dan mengurangi polusi. Indonesia telah mampu memberikan solusi energi terbarukan yang berasal dari minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) berupa biodiesel. Biodiesel yang diproduksi oleh sektor pertanian dikenal dengan B100. 

Biodiesel B100 merupakan bahan bakar pengganti bensin yang memanfaatkan hasil produk kelapa sawit. Tujuan dari penciptaan biodiesel B100 adalah sebagai perwujudan sumber energi berkelanjutan dan mensejahterakan petani kelapa sawit. Pada tahun 2018, produksi minyak mentah kelapa sawit mencapai 43 juta ton. 

Produksi tersebut mengalami peningkatan 12,5% dari tahun 2017 yang hanya memproduksi 28 juta ton. Biodiesel dahulu masih menggunakan campuran dengan olahan produk minyak bumi, solar. Kemudian inovasi B100 mampu mengubah biodiesel campuran menjadi biodiesel murni yang menggunakan minyak mentah kelapa sawit 100%. Inovasi B100 memiliki tujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan meminimalisir impor BBM. 

Penggunaan biodiesel B100 telah diterapkan pada kendaraan dinas di lingkungan Kementerian Pertanian. Masyarakat umum tidak perlu mengkhawatirkan terkait kualitas produk biodiesel B100. Biodiesel B100 telah lolos uji sembilan belas determinan serta telah memenuhi spesifikasi standar biodiesel yang tercantum pada SNI 7182-2015. 

Penggunaan biodiesel B100 jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil membutuhkan biaya Rp1000/km, sedangkan biodiesel B100 hanya Rp600/km. Artinya biodiesel B100 mampu menghemat pengeluaran Rp400/km. Di sisi lain, jarak tempuh yang dihasilkan oleh biodiesel B100 lebih jauh 3,5 km. Apabila menggunakan bahan bakar fosil hanya mampu menempuh jarak 9,6 km, sedangkan biodiesel B100 mampu 13,1 km.

Biodiesel B100 harus mampu menarik perhatian masyarakat umum. Masyarakat diharapkan mampu mengubah kebiasaan dari menggunakan bahan bakar fosil menjadi penggunaan bahan bakar berkelanjutan. Penggunaan biodiesel B100 juga memiliki arti mencintai hasil inovasi produk dalam negeri, sehingga petani kelapa sawit senantiasa termotivasi dalam bekerja karena produk pertaniannya dapat dimanfaatkan menjadi produk inovasi yang bermanfaat. 

Oleh karena itu, pemerintah dari sektor pertanian terus mempromosikan inovasi produknya kepada masyarakat umum. Selain promosi, pemerintah turut serta menggunakan hasil inovasi produknya dan mengembangkan biodiesel B100 seperti membangun sarana pom untuk biodiesel B100. Harapan dari pemanfaatan biodiesel B100 adalah mampu mengurangi dampak pencemaran udara, memanfaatkan hasil komoditi pertanian, serta meningkatkan pembangunan perekonomian untuk mensejahterakan petani kelapa sawit dan masyarakat lainnya.