Mohon tunggu...
Widhi
Widhi Mohon Tunggu... Mahasiswa

There is will, there is way

Selanjutnya

Tutup

Politik

Peran Media Massa terhadap Budaya Politik Parokial (Golput) pada Masyarakat +62

19 Mei 2020   11:30 Diperbarui: 19 Mei 2020   11:57 84 2 0 Mohon Tunggu...

Media massa adalah suatu sarana alat atau teknologi yang digunakan untuk menyampaikan isi pesan yang bersifat umum kepada orang-orang yang disebarkan secara serempak dengan menggunakan alat komunikasi seperti TV, radio, surat kabar dan lain-lain. Media massa memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Media massa merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari  masyarakat. Peran media dalam dunia perpolitikan adalah sebagai mesin pembuat pencitraan, yang tujuannya untuk membentuk image bagi para aktor politik. Image yang hadir tidak hanya seputar hal baik dari para aktor, namun juga hal buruk dari para aktor politik. Hal ini dilakukan untuk saling menjatuhkan lawan. Media massa mampu mempengaruhi atau merubah cara pandang suatu masyarakat, seperti pada suatu kelompok masyarakat yang termasuk dalam budaya politik parokial.

Budaya politik parokial itu sendiri merupakan budaya politik yang dimana tingkat partisipasi politik masyarakatnya sangat rendah atau merupakan suatu tipe budaya politik yang dimana ikatan seorang individu terhadap sistem politik tidaklah begitu kuat baik secara kognitif maupun afektif (Setiadi; 2015). Suatu contoh dari budaya politik parokial ialah budaya golput atau golongan putih. Golput atau golongan putih merupakan golongan orang-orang yang tidak ikut serta dalam pemilihan wakil rakyat pada saat pemilu. Dalam teori protest voting, golput atau golongan putih merupakan kelompok yang tidak mempedulikan kandidat yang ada, namun sebenarnya golput merupakan suatu cara yang dipilih untuk mengirim sinyal protes kepada pemerintah dengan harapan mendapatkan kandidat yang lebih baik.

Golput atau golongan putih ini akan nampak pada saat diselenggarakannya pemilihan umum. Di Indonesia sendiri pemilihan umum sudah berlangsung sejak awal kemerdekaan bangsa ini. Munculnya kelompok golput atau golongan putih ini dikarenakan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada para calon pemimpin atau para aktor politik. 

Kepercayaan masyarakat semakin terkikis dikarenakan oleh sikap para aktor politik yang tidak dapat membuktikan janji-janji yang diberikan kepada masyarakat pada saat kampanye, serta banyaknya aktor politik yang melakukan kecurangan-kecurangan dengan mengambil hak dari masyarakat. Hal ini sangat nampak dari banyaknya pemberitaan di media massa terhadap aktor politik yang melakukan kecurangan, sehingga inilah yang menjadikan munculnya suatu kelompok golput atau golongan putih ini.

Media massa mampu membuat cara pandang masyarakat berubah terkait politik. Media massa mampu menonjolkan isu-isu krusial melalui pemberitaanya, dengan harapan mampu mempengaruhi sistem politik kita yang miskin gagasan. Media massa sebagai alat dokumetasi dari gerak gerik aktor politik. 

Dari sinilah masyarakat melihat bahwa nyatanya pemerintah masih belum mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil dari rakyat, ini dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengeluh akibat hidup mereka yang sampai saat ini belum sejahtera. Pada akhirnya muncullah pandangan masyarakat terhadap politk yang kotor, curang, penuh kebohongan, irasional serta hanya mementingkan kepentingan pribadinya. Maka dari itu kelompok golput atau golongan putih memilih untuk tidak ikut berpartisipasi terhadap pelaksanaan pemilu dikarenakan mereka enggan untuk memilih pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi mereka.

Widianti

Universitas Negeri Makassar

VIDEO PILIHAN