Mohon tunggu...
Widha Karina
Widha Karina Mohon Tunggu... Crumbs Appreciator

minim ekspresi kecuali di hadapan benda, tanaman, binatang, dan orang yang disayang. hanya ambisius pada hal-hal yang krusial saja. bobok siang, contohnya. seni | sejarah | sosial politik | budaya | lingkungan | buku & sastra | traveling | mencatat, menertawakan keseharian dan menjadi satir di widhakarina.blogspot.com dan instagram.com/widhakarina

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

7 Rumor Traveling ke India, dari Makanan Jorok sampai Keamanan Perempuan

6 Maret 2019   22:47 Diperbarui: 13 April 2019   01:01 0 37 22 Mohon Tunggu...
7 Rumor Traveling ke India, dari Makanan Jorok sampai Keamanan Perempuan
Salah satu gerbang Pink City, Jaipur. (Foto oleh WIDHA KARINA)

"Makanan di India bersih gak kak?"

"Katanya di sana jorok  ya? Nonton vlog orang, liatnya aja sampe mau muntah."

"Kok kamu berani banget sih cewek berdua doang jalan-jalan ke sana?"

Namaste~

Selama jalan-jalan ke India pada tengah Februari lalu, saya kerap menerima pesan dari beberapa teman yang rata-rata  menanyakan hal serupa tentang rumor jalan-jalan ke India. Contohnya ialah 3 pertanyaan di atas, yang sungguhan masuk dalam inbox setelah saya membagikan beberapa aktivitas lewat IG Story.

Jujur aja, sebelum berangkat ke India, saya memang parno soal beberapa hal. Satu, soal keamanan turis cewek. Dan dua, soal legenda Delhi Belly, yaitu istilah populer buat penyakit diare yang biasanya menyerang turis-turis yang kagok dengan makanan India yang katanya disajikan secara tidak higienis.

Gimana nggak parno. Wong setiap kali googling nama kota di India, mesti deh nongol berita tentang pelecehan seksual. Tiap kali blogwalking/tanya kanan-kiri, yang ditemukan adalah kesaksian (bedeuuh kesaksian) rangorang yang sakit perut sampai demam berminggu-minggu, cerita tentang turis Eropa yang diperkosa beramai-ramai di kereta jarak jauh, atau tentang turis yang dikuntit karena menolak membeli suvenir, dan lain sebagainya.

Terus gimana sih kenyataannya? Apakah ketakutan-ketakutan tersebut sungguh terjadi, apakah sekadar stigma, atau bisa jadi cuma mitos aja? Nah saya di sini mau membagikan pengalaman buat teman-teman yang mungkin kebetulan juga lagi blogwalking cari referensi ke India. Moga-moga bisa memperkaya informasi... karena... emm spoiler-nya nih, saya berpendapat India nggak separah seperti yang dikatakan rangorang. Tapi yaa ... ada juga kondisi-kondisi yang perlu diwaspadai....

Salah satu contoh jajanan ekstrem para pelancong. Tidak heran jika sakit perut. (Foto oleh WIDHA KARINA)
Salah satu contoh jajanan ekstrem para pelancong. Tidak heran jika sakit perut. (Foto oleh WIDHA KARINA)
Sebagai info awal, saya cuma pergi ke 3 kota di India selama seminggu. Kota pertama yang saya datangi adalah Hyderabad yang jadi ibu kota negara bagian Telangana dan sekaligus ibu kota sementara bagi Andhra Pradesh. Lokasinya di India Selatan. Saya dan teman (namanya Nisa, tapi bisa dipanggil Lawren. Lha jauh yak) memutuskan mampir ke sini karena (selain tiketnya lebih murah) kami mau nyobain kekhasan langgam budaya India Selatan.

Kota kedua dan ketiga ialah kota yang sangat populer di India bagian utara. Apah lageh kalow bukan Jaipur dan Delhi. Jaipur terletak dalam negara bagian Rajasthan dan Delhi ada dalam union territory Delhi. Kalau dalam konteks Indonesia, ni 3 kota ada di provinsi yang berbeda. Jadi, masing-masing kota bisa beda-beda budayanya, beda kondisi fasilitas publiknya, higienitasnya, dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6