Mohon tunggu...
Widayat Wsb
Widayat Wsb Mohon Tunggu... pegawai negeri -

Punya keahlian khusus memilih pete diantara tumpukan sambel goreng kentang.\r\nMampu menghabiskan beberapa macam lauk tanpa menggunakan nasi ataupun minuman.\r\nBlog: http://wonosobokemekelen.blogspot.com/\r\n

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Aksi Super Damai 212 Bukan untuk Orang Cengeng

6 Desember 2016   13:05 Diperbarui: 7 Desember 2016   08:37 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Buat kamu-kamu yang berhati lemah ga usah coba-coba ikutan aksi semacam demo 212 dech ...

Juga buat kamu yang perasaannya gampang tersentuh ...

Apalagi buat kamu yang mudah menangis ...

Kalau kamu tetap nekad datang, disana kamu akan malu-maluin saja ... 

Sebab nanti isi ceritamu hanyalah tentang kisah perjalananmu yang berurai air mata ...

Tidak percaya?

Mari kita mulai perjalanan ini ...

Di pagi hari selepas subuh, pertama-tama yang akan kamu temui adalah puluhan ribu orang berpakaian serba putih yang berjalan berduyun-duyun teratur mendengungkan tasbih menuju satu titik. Ini sudah mulai membuat tenggorokan tercekat, dada sesak, kulit merinding dan pelupuk mata memanas, dan akhirnya  akan membuatmu menangis ... 

Di sepanjang perjalanan, kamu akan bertemu dengan begitu banyak orang yang berdiri di tepi jalan menawarimu makanan sampai kamu menolak menerimanya karena jumlahnya yang berlimpah ruah. Melihat inipun, kamu menangis ...

Tunggu !!! Jika kamu kira mereka yang membagikan makanan ini adalah dari golongan orang-orang berkecukupan saja, kamu salah. Ada tukang ojek yang di jok motornya tersedia kardus air mineral, ada tukang ketoprak, ada penjual roti gerobak dorong dan lain-lain yang ikut berjejer di tepi jalan. Semuanya memasang tulisan "Gratis Untuk Para Mujahid". Melihat pemandangan ini kamupun menangis lagi ...

Percuma kau usap air matamu, sebab ketika melihat para jamaah saling menjaga dan saling mengingatkan agar tidak menginjak rumput dan merusak taman toh air matamu akan terurai lagi ...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun