Gayahidup

Tentukan Prioritas Keuanganmu, Apalagi Jika Kamu Multipotentialite

18 Juli 2017   03:15 Diperbarui: 18 Juli 2017   04:34 252 0 0
Tentukan Prioritas Keuanganmu, Apalagi Jika Kamu Multipotentialite
https://fakta.co.id

Hi, I'm Malna!Saya menganggap diri saya sebagai seorang multipotentialite, seseorang yang memiliki lebih dari satu passion dan berusaha mendalaminya. Bukan karena bingung memilih satu, tapi karena saya memang tertarik dengan banyak hal. Hal ini memang berbeda dari arus kebanyakan orang yang berpikir bahwa "Kamu harus fokus pada satu skill! Toh nanti juga kamu kerja hanya akan mengerjakan satu pekerjaan", saya selalu berpikir "Saya tertarik dengan banyak hal, kenapa saya tidak coba kuasai semuanya?".  Mungkin kamu bisa tonton dulu video ini

Konsekuensinya...

Menjadi multipotentialite memiliki konsekuensi bagi saya untuk dapat melakukan semua pekerjaan dengan efektif dan efisien. Saya seorang mahasiswa rantau jurusan Teknik Sipil salah satu PTN di Indonesia karena saya suka dan ingin belajar bagaimana membuat gedung-gedung tinggi hingga bisa membuat bangunan yang tampak "mustahil" bagi kalangan awam. Sejauh ini saya sedang menjalani perkuliahan seperti biasa dan mengikuti beberapa perlombaan dan conference baik tingkat nasional maupun internasional.

Saya tertarik pula dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi khususnya web development dan desain grafis hiingga saya menjadi freelancer untuk kedua bidang tersebut. Saya biasa menjual jasa saya online pada situs freelance marketplacemaupun offline.

Content writing pun blogging juga salah satu hal yang menarik menurut saya untuk dipelajari. Hingga saya membuat situs blog pribadi saya sendiri (https://widahta.com) yang isinya tentang hal-hal menarik berbau teknologi dan tips trik bagaimana memanfaatkan gadget yang kita miliki untuk menjadi lebih produktif, bukan hanya sekedar untuk cek timeline Facebook atau termakan cerita hoax. Sejauh ini blog saya sudah bekerjasama dengan satu lomba Internasional sebagai media partner dan sedang berusaha bekerjasama dengan salah satu conference teknologi di Serbia sebagai media supporteruntuk tahun 2018.

Singkatnya saya adalah seorang Mahasiswa Teknik Sipil yang tinggal jauh dari keluarga, seorang freelanceryang bidang pekerjaannya bisa dikatakan bertolakbelakang dengan pendidikan formal saya, dan bloggeryang butuh waktu banyak untuk menulis. Semua hal ini menuntut saya untuk mengelola prioritas waktu dan keuangan dengan baik. Saya juga perlu menyiapkan diri untuk peristiwa-peristiwa tak terduga dikemudian hari, juga mempersiapkan segala sesuatu untuk meningkatkan skill dan karir saya di masa depan. Setidaknya hal-hal ini yang perlu saya perhatikan

  • Pengeluaran
    • Mahasiswa: Biaya hidup, perlengkapan kuliah dan alat tulis, biaya kuliah, biaya administrasi lomba
    • Freelancer: Biaya design kit,biaya meeting dengan klien,biaya cetak penawaran dan lainnya
    • Blogger:Biaya running website,  biaya iklan campaign
    • juga kewajiban lain seperti zakat dan infaq.
  • Lain-lain: Bayar hutang, tabungan pengembangan diri, tabungan untuk keperluan mendesak, tabungan untuk modal bisnis.
  • Pemasukan:Kiriman orangtua, fee,pendapatan dari kerjasama dan iklan.

Masalah Prioritas

Masalah prioritas keuangan ini sebenarnya adalah hal yang sangat personal, sehingga prioritas saya belum tentu sama dengan kamu. Tapi sebagai pertimbangan, buku dan video ini dapat membantu kamu dalam menentukan prioritas keuangan

  1. Save Your Money! Bebas Utang Banyak Uang tulisan Yosephine P.Tyas
  2. Shlomo Benartzi: Saving for tomorrow, tomorrow; di Youtube Channel TED 

Namun pada intinya, saya menyimpulkan setidaknya kamu harus perhatikan hal berikut untuk menentukan prioritas waktu dan keuanganmu

  1. Selesaikan kewajibanmu untuk agama dan negara seperti pajak, zakat, dan sebagainya, sebelum kamu menentukan prioritas lainnya
  2. Jika kamu memiliki hutang, hitung agar hutangmu dapat diselesaikan secepatnya namun tidak berpengaruh buruk untuk biaya hidupmu 
  3. Selalu buat budget untuk kebutuhanmu dan keinginanmu! Upayakan kebutuhanmu dan keinginan tidak mengganggu satu sama lain. Biaya hangout bareng teman dan belanja hal yang kurang penting saya golongkan menjadi "keinginan".
  4. Selalu sediakan tabungan untuk keperluan mendesak dan untuk mimpimu.
  5. Pilih tools financial planning yang tepat! Ini tips penting yang baru saya sadari setelah menggunakan Jenius.

Sehingga berdasarkan pengalaman dan beberapa hal yang saya dengar dan baca, saya membuat prioritas keuangan berdasarkan persenan semua pemasukan saya baik dari hasil usaha saya maupun pemberian orang tua. Persenan ini merupakan keuntungan bersih dari pemasukan yaitu dikurangi biaya blogging dan freelance

  • Zakat 2,5%
  • Digunakan untuk biaya sehari-hari dan hangout37,5%
  • Bayar utang 60%
    • Jika tidak ada hutang yang harus dibayar:
      • Pengembangan diri 10%
      • Tabungan untuk keperluan mendesak 15%
      • Shadaqah 15% 
      • Tabungan untuk modal bisnis 15%
      • Tambahan untuk biaya sehari-hari dan hangout 5%

Bagaimana Jenius membantu saya

Sebelum tahu Jenius, saya mengatur keuangan dengan rekening bank konvensional dan ribetnya bukan main. Saya harus punya virtual credit card untuk belanja online design kit karena mostly saya menggunakan marketplace luar negeri. Saya harus bayar hosting website dan konfirmasi manual untuk blog pribadi saya. Belum lagi khawatir persenan yang sudah dibuat itu dilanggar. Masalah keuangan yang juga paling sulit diatasi dan saya yakin ini masalah mahasiswa kebanyakan: suka lupa diri kalau hangout sampai budget sendiri jebol dan susah patungan untuk bayar biaya administrasi lomba.

 1. Memanfaatkan Split Bill

tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
Pada aplikasi Jenius dari Bank BTPN ini terdapat fitur Split Billdimana kamu bisa membagi tagihan ke beberapa orang bahkan hingga ke detil sen-nya. Ini saya manfaatkan untuk patungan biaya administrasi lomba. Misalkan biaya administrasi lomba Rp 250000 dan satu tim berjumlah 3 orang. Artinya, 1 orang harus membayar Rp 83.333,33. Nah, saya tinggal tulis pada menu Split Bill di aplikasi Jenius saya Rp 250000 beserta nomor telepon masing-masing anggota tim kita. Nanti Jenius akan otomatis memberikan notifikasi via SMS pada tiap anggota tim untuk membayar Rp 83.333,33 (otomatis dihitung oleh Jenius). Setelah itu, anggota tim dapat mentransfer ke rekening Jenius kita sesuai nilai yang ditentukan. 

2. Memanfaatkan e-Card

tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
tangkapan layar dari Aplikasi Jenius

Setelah aktivasi Jenius, kamu akan dapat sebuah virtual card bernama e-Card. Kartu ini dapat digunakan untuk transaksi online internasional. Dengan e-Card ini, saya tidak perlu lagi menggunakan virtual credit card untuk belanja online untuk Marketplace internasional. Apa bedanya debit yang berlogo Visa dan Mastercard dari bank konvensional dengan e-Card? Mostly debit ini memang bisa digunakan Internasional, tapi terbatas sekali merchant-nya.

3. Manfaatkan Dream Saver dan Flexi Saver

tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
tangkapan layar dari Aplikasi Jenius

Ini fitur terbaik dari Jenius menurut saya. Flexi Saver tabungan setara deposito yang bisa ditarik/disetor sesukamu tanpa terikat periode waktu tertentu. Saya menyimpan uang saya disini untuk peristiwa tidak terduga yang membutuhkan pengeluaran dadakan.

Ada juga fitur Dream Saver. Setelah kamu menentukan impian yang ingin diraih dan target dana yang ingin dicapai, Jenius langsung menghitung periode tabungan dan besarnya uang yang akan disetor otomatis setiap hari/minggu/bulan. Ini saya manfaatkan untuk tabungan modal bisnis dan tabungan untuk self-improve seperti biaya mengikuti seminar, workshop, dan sebagainya.

Uniknya, semua uang yang disimpan dalam Saver ini tidak termasuk dalam saldo aktif sehingga tidak dapat kamu belanjakan! Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi uang simpananmu ludes ketika kamu belanja atau tarik tunai. Namun untuk Flexi Saver, kamu tetap bisa menggunakan dananya dengan memindahkannya ke saldo aktif. Jenius, isn't it?

4. Manfaatkan batas transaksi harian dan batas tarik tunai harian

tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
tangkapan layar dari Aplikasi Jenius

Jenius memungkinkan kamu untuk membatasi transaksi harian dan tarik tunai harian sesuai keinginanmu. Saya tinggal settingbatas wajar belanja harian dan tarik tunai sesuai persenan biaya sehari-hari dengan pemasukan saya di aplikasi Jenius dan tidak akan perlu khawatir lagi akan overbudget.

5. Manfaatkan fitur Send It

tangkapan layar dari Aplikasi Jenius
tangkapan layar dari Aplikasi Jenius

Menghemat waktu, tidak perlu lagi cari ATM untuk transfer uang. Aplikasi Jenius memungkinkan kita untuk transfer uang ke sesama Jenius atau bank lainnya. Fitur ini saya gunakan untuk transfer donasi zakat maupun shadaqah dengan mudah dan cepat.

Jadi?

Mungkin sampai sekarang masih ada yang berpikir, "Kenapa harus capek urus semuanya? Salah sendiri gak fokus ke satu hal". Salah satu hal fakta menarik yang saya tahu adalah beberapa dekade terakhir, pekerjaan manusia semakin terkhususkan. Sedang teknologi komputasi sudah amat canggih dan dapat mengerjakan hal yang spesifik lebih baik dari manusia. Manusia menjadi "berharga" ya dilihat dari kreativitas dan keluwesannya dalam bekerja. Sehingga, tidak ada salahnya menjadi seorang multipotentialite. Mungkin video ini dapat membuka pikiranmu bahwa ada baiknya kamu memiliki keahlian yang tidak hanya satu

Saya juga yakin tidak perlu menjadi multipotentialite, penting untukmu menentukan prioritas keuangan dan Jenius akan membantu kamu mengelola keuangan dengan lebih cerdas. Kamu boleh punya segudang impian dan serumit apapun sistem manejemen keuangan pribadimu, tapi percuma jika tools yang kamu gunakan hanya menyulitkanmu bukan malah membantu.


Cari tahu lebih banyak

W: www.jenius.com

T: https://twitter.com/JeniusConnect

FB: https://www.facebook.com/Jenius-Connect-1135565789809986/

IG:  @JeniusConnect, https://www.instagram.com/jeniusconnect/