Ekonomi

Risk & Uncertainty, Prinsip Cerdas yang Dapat Digunakan untuk Mengelola Keuangan

26 Agustus 2017   22:06 Diperbarui: 26 Agustus 2017   22:09 443 0 0
Risk & Uncertainty, Prinsip Cerdas yang Dapat Digunakan untuk Mengelola Keuangan
managing-decision-under-uncertainties-8-638-59a18dac51e03932831fbba2.jpg

Tulisan ini adalah pengembangan dari tulisan saya yang lain. Ada baiknya kamu baca itu terlebih dahulu agar lebih jelas memahami hal yang dibahas pada artikel ini. Jika tidak, yasudah tak apa silahkan lanjutkan :)

Saya seorang Mahasiswa Teknik Sipil, seorang freelancer web design and builderyang bidang pekerjaannya bertolakbelakang dengan pendidikan formal saya, dan bloggeryang butuh waktu banyak untuk menulis. Semua hal ini menuntut saya untuk mengelola prioritas keuangan dengan baik. Saya juga perlu menyiapkan diri untuk peristiwa-peristiwa tak terduga dikemudian hari, juga mempersiapkan segala sesuatu untuk meningkatkan skill dan karir saya di masa depan.  

Suatu hari saya pernah berbincang dengan teman saya mengenai risk (resiko) dan uncertainty (ketidakpastian). Risk adalah ketika kamu tahu probabilitas dari suatu kejadian. Misalkan kemungkinan muncul gambar Garuda pada permainan lempar koin adalah 50%, maka resiko gambar Garuda tidak muncul juga 50%. Sedangkan ketidakpastian adalah ketika kita tidak tahu sama sekali probabilitas dari suatu kejadian misalkan karena kejadian tersebut terjadi secara acak (random).

Sebuah langkah cerdas ketika Prinsip Risk & Uncertainty ini dapat diaplikasikan dalam mengelola keuangan. Ketika kita mengetahui resiko, kita boleh mengambil keputusan dengan merencanakan cara mengatasinya. Misalkan, kamu sudah tahu bahwa biasanya untuk biaya makan perhari kamu membutuhkan 50 ribu. Maka jika kamu ingin belanja makanan usahakan kurang dari 50 ribu atau kamu bisa ambil keputusan untuk makan hari ini 75 ribu namun untuk esok hari kamu hanya makan 25 ribu. Hal simpel (dan saya yakin) pembaca sudah tahu, namun sering lupa. Lebih jelasnya mari tonton video berikut


Permasalahannya, bagaimana menerapkan resiko-resiko yang kita tahu kedalam sistem keuangan yang menyeluruh? Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika ada hal yang tidak pasti?

--------------------

1. Catat selama sebulan seluruh pengeluaran kamu

Mulailah dengan mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan. Mulai dari item, tanggal masuk/keluar, berulang atau tidak (seperti tagihan misakan), dan keterangan lainnya sedetil-detilnya. Hal ini untuk mengetahui apa saja pengeluaran dan pemasukan yang mungkin per satu bulan periode. 

Saya sarankan kamu menggunakan Money Lover, aplikasi Android & iOS yang dapat membantu kamu mencatat seluruh arus kasmu. Money Lover juga memiliki fitur pengingat tagihan dan hutang. Sehingga, kamu tidak lupa dengan tagihan-tagihan atau hutang.

2. Kategorisasi pengeluaran dan bandingkan dengan pengeluaran

Kemudian, semua pengeluaran & pemasukan yang telah dicatat coba untuk kamu kategorisasi. Misalkan untuk pengeluaran "Potong Rambut" dan "Beli Alat Mandi" saya kategorikan sebagai "Perawatan Diri". Dari kategori-kategori yang telah kamu buat, silahkan kamu bandingkan dengan pemasukkan sehingga mendapatkan persen dari kategori pengeluaranmu tadi. Ikut dalam contoh tadi, Perawatan Diri menghabiskan 3% dari pemasukkan saya.

3. Buat rekening untuk setiap channel pengeluaran, tambah satu untuk Investasi

Bagaimana maksudnya? Misal semua kategori untuk biaya hidup dibuat untuk satu rekening. Kemudian untuk modal bisnis/freelancedibuat dalam rekening berbeda. Jangan lupa tambahkan satu rekening untuk Investasi

4. Pikirkan kemungkinan untuk dapat menyisihkan pengeluaranmu untuk Investasi

Kamu sudah memiliki persenan pengeluaran. Coba catat dalam format Excel, kemudian utak-atik dengan meningkatkan atau mengurangi persenan agar kamu memiliki Investasi. INGAT! Prinsip Risk, kamu harus memperhitungkan konsekuensi ketika kamu mengurangi atau menambahkan persenan setiap pengeluaran

Dimana uncertainty diperhitungkan? Jika ada pengeluaran yang muncul tanpa kamu bisa pastikan tanggal keluarnya dan nilai pastinya, dan kamu harus buat itu menjadi pasti baik tanggal dan waktunya. Contohnya dalam sistem saya adalah "laundry baju". Laundry baju dihitung perkilogram dan saya tidak dapat pastikan nilainya setiap saya lakukan karena selalu berubah, kadang hanya 3 kilo, kadang 3,2 kilo, kadang 5 kilo. Sehingga, saya memutuskan untuk bekerjasama dengan pelayan Laundrynya agar saya dapat berlangganan tiap bulannya 150 ribu dengan quota kiloan yang ditentukan per harinya. Itu menjadi risk (bukan lagi uncertainty) untuk sistem saya.

---------------------

Kemudian, kamu bisa membuat Excel untuk membagi pemasukkan ke masing-masing channel rekening pengeluaran lengkap beserta investasi yang harus dikeluarkan. Sehingga, kamu tinggal input jumlah pemasukkan (kalau saya dari freelance dan uang mingguan dari orangtua) kemudian Excel akan menghitung jumlah yang harus dialokasikan ke masing-masing rekening dengan fitur Formula.

Risk & Uncertainty Penyimpanan dan Investasi

Kemudian hal yang penting adalah memastikan uang yang kita simpan berada pada resiko minim dari gangguan. Apakah kamu akan menyimpan uangmu di bawah bantal seperti dulu orangtuamu lakukan? Jelas tidak. Saya membuat 3 rekening untuk simpanan dan investasi pada bank yang terpercaya, yang terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Untuk Investasi, kamu bisa melihat Tabungan iB MasaDepan 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Tujuan kebijakan publik penjaminan LPS tersebut adalah untuk melindungi simpanan nasabah kecil karena berdasarkan data distribusi simpanan per 31 Desember 2006, rekening bersaldo sama atau kurang dari Rp 100 juta mencakup lebih dari 98% rekening simpanan.

-------------------

Saatnya cerdas dalam Finansial! Ketika kamu mengetahui resiko keuanganmu dan dapat mengatasinya dengan berinvestasi, membuat setiap uncertaintymenjadi resiko yang dapat diperhitungkan, dan menyimpan aset keuanganmu pada bank dengan memiliki resiko minim yang terjamin oleh LPS.


Cari tahu tentang LPS disini!

W: https://www.lps.go.id/

IG: https://www.instagram.com/lps_idic/