Mohon tunggu...
Widadi Muslim
Widadi Muslim Mohon Tunggu... Guru - Guru

Guru yang energik, atraktif dan murah senyum. Motivator dan penulis buku kependidikan. Juara kedua kompetisi edukasi Anlene Hidup Penuh Makna. Saat ini mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 164 Jakarta Selatan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pemilu OSIS

21 November 2022   20:49 Diperbarui: 21 November 2022   20:53 520
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memasukkan surat suara. (Foto: Dokpri)

"Aduh, aku pilih siapa ya?"

"Iya, aku juga bingung dua-duanya keren."

Demikian percakapan beberapa murid pagi itu. Dihadapkan kepada dua pilihan yang sama-sama hebat di mata mereka membuat mereka bingung memilih calon Ketua OSIS periode 2022-2003.

Paslon 1, Khairunnisa dan Sabda pintar dan disiplin belajarnya. Paslon 2, Devina dan Satria hebat dibidang seni dan olah raga. Di samping memilih calon ketua OSIS mereka juga sekaligus memilih calon ketua MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas).

Mendaftar sebagai pemilih. (Foto: Dokpri)
Mendaftar sebagai pemilih. (Foto: Dokpri)

Pagi itu pemilihan calon ketua OSIS diadakan di halaman sekolah. Bilik suara berada di ujung barat halaman sekolah. Lima bilik suara berwarna orange menjadi pemandangan yang tidak seperti biasanya. Di depannya terdapat deretan kursi untuk pemilih. Di sisi kanan bagian depan terdapat 2 petugas pencatat calon pemilih. Di sisi kiri depan terdapat kotak suara berwarna emas. Di sebelah kotak suara terdapat 2 petugas yang menyiapkan tinta untuk mencelup kelingking pemilih yang sudah menggunakan hak suaranya.


Peserta didik kelas 9 yang terdiri dari 8 kelas diberikan  waktu lebih dulu untuk menggunakan hak pilihnya. Kemudian disusul kelas 8. Selanjutnya kelas 7. Para guru tak ketinggalan. Tenaga kependidikan, caraka, security tak mau melewatkan momen tahunan ini. Sementara peserta didik sibuk mengikuti jalannya pemilu OSIS, para orang tua menyiapkan makanan ringan. Seru sekali suasananya seperti pemilihan presiden.

Mencelupkan jari kelingking. (Foto: Dokpri)
Mencelupkan jari kelingking. (Foto: Dokpri)

"Pak Jono, terkadang saya heran."

"Heran kenapa Pak Agus."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun