Mohon tunggu...
Wendy Deciptra
Wendy Deciptra Mohon Tunggu... Freelancer - Content Creator

Seorang konten kreator yang kebetulan suka nulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Menjaga Informasi di Era Teknologi Digital

29 Mei 2024   06:48 Diperbarui: 29 Mei 2024   06:55 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (pixabay.com)

Di era digital yang serba canggih ini, keamanan data menjadi isu yang semakin krusial. Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, ancaman terhadap data pribadi dan perusahaan juga meningkat. Bagaimana kita dapat menjaga keamanan data digital di tengah gelombang ancaman siber yang terus berkembang?

Peningkatan Ancaman Siber

Ancaman siber seperti peretasan, ransomware, dan phishing menjadi semakin canggih dan meresahkan. Menurut laporan dari Cybersecurity Ventures, kerugian global akibat kejahatan siber diperkirakan mencapai $10,5 triliun per tahun pada tahun 2025. Ini menunjukkan betapa besar dampak dari kejahatan siber terhadap ekonomi dunia.

Contoh terbaru adalah serangan ransomware pada perusahaan Colonial Pipeline di Amerika Serikat yang menyebabkan gangguan besar pada pasokan bahan bakar di Pantai Timur. Peretasan ini menunjukkan bagaimana kejahatan siber dapat mempengaruhi infrastruktur kritis dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Peran Teknologi dalam Keamanan Data

Untuk mengatasi ancaman tersebut, berbagai teknologi canggih terus dikembangkan. Salah satu teknologi yang semakin populer adalah enkripsi data. Enkripsi adalah proses mengubah data menjadi kode yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki kunci dekripsi. Dengan enkripsi, meskipun data berhasil dicuri, data tersebut tidak akan berguna tanpa kunci yang tepat.

Selain enkripsi, teknologi lain yang penting adalah penggunaan firewall dan sistem deteksi intrusi. Firewall bertindak sebagai penghalang antara jaringan internal dan eksternal, mencegah akses yang tidak sah. Sementara itu, sistem deteksi intrusi membantu mengidentifikasi dan merespons aktivitas mencurigakan dalam jaringan.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) juga mulai diterapkan dalam keamanan siber. AI dapat membantu dalam mendeteksi pola anomali yang mungkin menunjukkan serangan siber. Dengan kemampuan untuk memproses data dalam jumlah besar secara cepat, AI dapat memberikan respons yang lebih cepat dan akurat terhadap ancaman.

Pentingnya Kesadaran dan Edukasi

Namun, teknologi saja tidak cukup. Faktor manusia sering kali menjadi titik lemah dalam keamanan data. Banyak serangan siber berhasil karena kelalaian atau kurangnya kesadaran akan praktik keamanan yang baik. Oleh karena itu, edukasi tentang keamanan siber sangat penting.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun