Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Negeri Ini Negeri Duka

3 Juli 2022   19:40 Diperbarui: 3 Juli 2022   19:49 24 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Setengah tiang|sumber: shutterstock.com

NEGERI INI
NEGERI DUKA

di negeri ini duka dan luka
bertebaran dimana-mana
seperti sampah
di bantar gebang
atau dimanapun
di negeri ini
duka dan luka menumpuk
mengalirkan bau busuk menyengat
takseorangpun
yang merasa terganggu
oleh tumpukan
duka lara
dengan.bau busuk menyengatkuat
menyiksa mereka yang diam-diam tengah dilumat pneumoni

para netizen merespons berita kematian
dengan mengguggah ayat-ayat penguatan
rip
husnul hotimah
sampai jumpa di yerusalem baru
semoga bahagia
semoga tenang
di alam keabadian

warga bangsa
diminta membuat narasi pendek
yang memberi
penguatan iman
dan kita semua menyaksikan proses itu  dalam sekali maknanya
dan jenazah
kemudian diurug dengan tanah kembali
kepada tanah
jiwannya kembali
kepada yang ilahi

beberapa waktu terakhir ini
duka luka mengoyak kehidupan negeri
seorang menteri yang santun
kuat pemahaman kebudayaanya
tiba-tiba saja wafat
membuat duka dan luka negeri makin menjadi

kematian selalu saja mengusung duka luka
siapapun yang
dipanggil
pejabat tinggi negeri
anak pejabat
sosialita
selebriti
tokoh agama
anak negeri telah kehabisan air mata dan kata-kata
untuk meratapinya
mereka dapat memasang bendera setengah tiang
menandai kedukaan dan kelukaan

negeri ini negeri duka dan luka
negeri yang selalu dirundung kesusahan
penyakit
kemiskinan
banyak sapi kena pmk yang takbisa jadi hewan kurban
rakyat kecil gagal beli minyak goreng karena takmampu akses aplikasi
pertalite juga mesti dibeli dengan aplikasi
kaum lansia
kehilangan napas untuk beli gas 3 kg
dengan aplikasi
hidup ini penuh aplikasi
mungkin masuk surga harus dengan aplikasi
walau tanpa iman

di negeri duka dan luka
kita harus hidup ceria penuh pengharapan
di rumh abadi
duka luka airmata
terdelete dari semua episode
kehidupan umat manusia
kita sedang berjalan ke sana
ke dunia abadi
entah kapan kita tiba.

Jakarta. 2 Juli 2022/pk.4.08
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan