Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hidup Itu Melangkah Mencipta Sejarah

30 Juni 2022   20:40 Diperbarui: 30 Juni 2022   20:47 49 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Melangkah|sumber: dreamstime.com

HIDUP ITU MELANGKAH
MENCIPTA SEJARAH

kuingat amat jelas
betapa ayah ibuku
sangat gembira
sangat sukacita
menyaksikan
tubuh mungilku
mulai bisa berjalan
melangkah
walau masih tertatih-tatih
keseimbangan badan belum terwujud memadai
maka sering langkah
belum lagi lancar
bahkan kadang tubuh mesti terjatuh
dan ayah ibu
menjerit kecil

hidup ternyata mesti dipenuhi
dengan melangkah
melangkah
dan melangkah
hidup bukan lagi hidup
tanpa melangkah
orang bijak berujar
hidup harus terus melangkah

hidup takboleh diam nir gerak
hidup mesti melangkah
melangkah
kerumah umat yang susah
ke rumah duka
ke ruang duka di rumah sakit
ke tempat pemakaman umum
ke ruang iccu
bukan melangkah
ke cafe
ke starbucks
ke holywings
melangkah
ke tempat-tempat
yang produktif, menguatkan umat
memperkukuh kesatuan bangsa
ditengah realitas yang mudah rapuh dan fragile menjadi amat penting dan mendesak

tatkala kedua orang anakku
dan sepasang cucu telah mampu melangkah dan berjalan
pelan-pelan
maka ada sukacita yang merebak disekitar ruang ruang sejarah

hidup adalah berjalan kedepan
hidup adalah melangkah gontai kedepan
mengukir sejarah baru
bagi keadaban publik
demi kemaslahatan seluruh warga bangsa

tatkala diera disrupsi
dizaman digital
ada pemimpin negeri
yang berkomitmen tinggi melakukan dialog agar perang rusia ukraina segera diakhiri
maka sesungguhnya ia adalah pemimpin sejati
humble, berhati mulia
yang lebih mencintai perdamaian
ketimbang merusaknya penuh hawa nafsu lewat lewat perang
yang membunuhi ribuan anak dan lansia ukraina

pak jokowi
kami bangga kepadamu
sebagai presiden nkri
anda amat layak
untuk dihormati
diapresiasi
sepanjang hayat.

Jakarta, 30 Juni 2022/pk.3.03
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan