Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kemuliaan Duniawi Itu Cepat Sekali Berakhir

14 Januari 2022   06:58 Diperbarui: 14 Januari 2022   07:04 207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kota besar dunia|sumber: nationsonline.org

KEMULIAAN DUNIAWI ITU CEPAT SEKALI BERAKHIR

Oleh Weinata Sairin

"Quam cito transit gloria mundi. Betapa cepat kemuliaan duniawi itu lewat."

Banyak sekali orang yang terkesima, terpukau, terpana, terlena kepada sesuatu yang biasa disebut "duniawi". Memang acap orang membedakan secara dualitas, misalnya jasmani-rohani, horisontal-vertikal, duniawi-surgawi, dan sebagainya. 

Kata "duniawi" biasanya dihubungkan dengan segala sesuatu yang ada, terjadi dan berlangsung di dalam dunia dan yang sifatnya fana, temporer dan sementara. 

Duniawi biasa juga dihubungkan dengan jasmani, sesuatu yang bisa dilihat, diraba, nampak secara kasat mata. 

Dalam arti tertentu kata "duniawi" mengandung konotasi negatif yang dianggap bisa menggerus kekuatan spiritual dan ketangguhan iman seseorang.

Pada kalimat berikut makna kata 'duniawi' bisa terbaca dengan amat jelas. "Di lantai 13 hotel "Eureka" setiap orang bisa menikmati kondisi surga dunia. Banyak orang mencari kesenangan duniawi ditempat itu". "Sesudah keluar dari penjara ia tidak lagi melakukan aktivitas duniawi yang melawan hukum, ia fokus pada pemantapan rohani melalui seorang guru spiritual".

Dari banyak literatur keagamaan istilah "duniawi" memang nyaris bernuansa negatif apalagi jika dikontraskan dengan dimensi "surgawi", "kesurgaan" "keilahian". 

Duniawi, profan, sekuler yang seringkali dipertentangkan dengan yang sakral dan vertikal memang kosa kata yang amat dikenal dalam kehidupan kita sebagai umat yang beragama.

Sejak awal, agama-agama menyatakan dengan amat jelas,lugas dan eksplisit bahwa "dunia" itu termasuk benda yang diciptakan. Dunia bukan benda kekal dan abadi yang berada di luar ruang dan waktu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun