Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Paradoks Paradoks dari Dunia Nyata

12 Oktober 2021   23:50 Diperbarui: 13 Oktober 2021   00:08 90 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bak sampah | Sumber : liputan6.com

PARADOKS-PARADOKS DARI DUNIA NYATA.

bumi yang kita diami ini dilimpahi
dengan beragam
paradoks
bumi tempat kita berpeluh mengais rezeki
penuhsesak dengan sikap inkonsistensi, ketidaktaatan
bumi makin panas
tempat kita berdiam sementara ini
dipenuhi dengan hipokrisi yang menjadi-jadi

seorang oknum pejabat yang selalu rapi berpenampilan
dengan dasi atraktif
aroma parfum prancis yang cool
dalam setiap pidato di kantornya ia acap mengingatkan karyawan bersikap jujur
tidak korupsi
ia.mengutip pesan kitab suci
seminggu kemudian ia terkena ott
dengan tuduhan korupsi

seorang remaja yang tiap hari bergelut dengan sampah busuk di tpa
acap di kerumuni
semut dan lalat-lalat bau anyir
ia tetap sehat
hidup penuh enjoy
takada beban
sementara
seorang anak milenial yang setiap pergi kesekolah
selalu membawa mobil ayahnya
setiap minggu terkena flu
dan akhirnya mesti dirawat di rumah sakit

seorang anak pengusaha ternama
studi di luar negeri
tinggal di apartemen mewah
enam tahun kembali ke tanahair
studinya gagal
juara-juara pon papua datang dari
keluarga sangat sederhana
yang tiada terbayangkan
namun mereka sukses mengharumkan nama daerah
dan menjadi kebanggaan keluarga dan daerah

ada banyak paradoks yang mengejawantah
di pusaran realitas
dunia
ada kemiskinan dan derita yang melilit manusia
tapi manusia miskin itu sukses dalam studi dalam bisnis
tapi ada orang yang makmur sangat kaya
tapi studinya nihil dan bisnisnya gagal

mengapa ada paradoks
ada perbedaan
pertentangan
ketidaksamaan
hipokrisi?

mengapa ada kemiskinan
kemujuran
kemalangan
sehat
sakit
apakah itu yang disebut nasib,takdir
predestinasi
atau apapun namanya
kita bisa memaknai dari perspektif agama kita masing-masing

di dunia nyata kita hadapi dan hidupi
paradoks-paradoks itu
kita berupaya untuk makin mereduksi paradoks-paradoks itu
dan berjuang
membangun
sebuah dunia yang  lebih nyaman, damai dan berkeadaban.

Jakarta, 12 Oktober 2021/9.22
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan