Mohon tunggu...
Achmad Suwefi
Achmad Suwefi Mohon Tunggu... pekerja swasta yang suka nulis

You will never walk alone

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sanksi Indonesia Dicabut, Pemain Bola Tidak Lagi Cemberut?

18 Mei 2016   08:34 Diperbarui: 18 Mei 2016   10:42 330 10 6 Mohon Tunggu...

[caption caption="Semoga makin membaik (sumber : supersoccer)"][/caption]

Sanksi Indonesia telah dicabut FIFA dan PSSI pun sudah bisa beraktivitas paska pencabutan sanksi pembekuan oleh Menpora RI. Tentunya banyak ‘PeeR’ serta tantangan yang menanti kedepannya mulai dari menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah serta stake holder sepakbola nasional. Lalu tantangan tentang KLB PSSI, Perjuangan Timnas Indonesia, Kompetisi hingga bagaimana perbaikan nasib pemain sepakbola Indonesia mampu diimplementasikan dengan baik.

FIFA sendiri sudah memberikan guideline alias petunjuk bagi PSSI dalam melakukan perbaikan tata kelola sepakbola yang lebih baik kedepannya. Hal tersebut tercantum dalam surat yang dikirimkan FIFA kepada PSSI dan sempat penulis melihat serta mendengarkan paparan program yang diminta sebagaimana rilis disalah satu TV swasta nasional dalam acara olahraga pagi. Sebuah panduan yang salah satu poin besarnya adalah tentang perbaikan NASIB PEMAIN SEPAKBOLA di INDONESIA.

Sekedar mengulang lima poin yang diminta FIFA dalam perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia dan PSSI pun sudah membuat program kerjanya adalah :
1. Menyiapkan hubungan dengan pemain dengan membentuk National Dispute Chamber Resoution (NDRC). NDRC adalah badan yang menangani sengketa pemain dengan klub atau federasi. Terkait hal itu PSSI akan mereview hubungan dengan APPI yang dianggap sebagai organisasi pemain yang penting
2. Pengelolaan PSSI yang bersih dan transparan dalam rangka good governance. PSSI juga akan mereview statuta PSSI agar sesuai dengan statuta FIFA yang baru
3. Terkait liga profesional, PSSI akan mereview penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL)
4. Mengelola Tim nasional secepatnya untuk persiapan ke berbagai ajang yang masih bisa diikuti seperti Piala AFF 2016,Sea Games 2017 dan Asian Games 2018
5. Mereview kondisi infrastruktur yang ada diseluruh Indonesia, terutama dalam menjamin kelancaran pembinaan sepakbola.

Kini pihak Asosiasi Pemain Sepakbola Indonesia yang tergabung dalam APPI memiliki dasar yang kuat dan posisi tawar yang lebih baik terhadap PSSI selaku federasi sepakbola di Indonesia dalam berdiskusi mencari format yang lebih baik bagi nasib pemain bola Indonesia. Catatan miris pemain bola baik lokal maupun asing dikompetisi sepakbola nasional dalam beberapa tahun terakhir tentunya menjadi pijakan awal dalam merundingkan format yang tepat kedepannya.

“Kami menyambut baik poin-poin yang diminta FIFA dalam surat kemarin. Itu menunjukkan konsistensi FIFA dalam pembenahan sepakbola di Indonesia dengan menjadikan hubungan pemain dengan klub dan PSSI sebagai prioritas,” urai Valentino Simanjuntak, CEO APPI.

Pastinya sebagai klub profesional harusnya klub-klub Indonesia sudah mampu memperhitungkan kemampuan mereka dalam menjalani semusim kompetisi termasuk didalamnya memenuhi hak para pemain yang mereka kontrak seperti bonus, asuransi serta pendapatan lainnya. Pemain pun bisa dalam posisi tawar yang bagus jika PSSI dan APPI memiliki kesamaan pandangan serta cara yang tepat dan terukur sehingga klub tidak lagi seenaknya dengan pemain yang telah berkeringat dilapangan hijau untuk membela klub yang mengontraknya.

Harapannya adalah nasib pemain bola Indonesia tidak lagi cemberut melihat situasi persepakbolaan yang setahun kemarin dipenuhi konfli. Awali dengan alhamdulillah dan senyuman untuk para pemain bola Indonesia sehingga bisa melakoni profesinya dengan tenang sembari tetap mendorong PSSI serta Asosiasi Pemain mampu mencari solusi dan program yang tepat agar kasus-kasus gaji pemain telat serta tidak ada asuransi pemain tidak terjadi dikemudian hari. Dan semoga NDRC mampu diwujudkan oleh PSSI, APPI serta diketahui pihak klub.

#SKPSSI

Salam sepakbola Nasional,
Wefi

VIDEO PILIHAN