Mohon tunggu...
Bahy Rynar Murfid
Bahy Rynar Murfid Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Manajemen Resort dan Leisure UPI 2018

Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi dan Rekognisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Pusat Prestasi Nasional Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN-T UPI 2021: Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Cara yang Menyenangkan

26 September 2021   00:21 Diperbarui: 26 September 2021   22:39 85 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN-T UPI 2021: Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Cara yang Menyenangkan
KKN-T UPI 2021 oleh Bahy Rynar Murfid

Pandemi COVID-19 masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir, Indonesia dihadapkan kepada kenyataan kurang menggembirakan tentang rendahnya perolehan skor tes PISA (Programme for International Student Asessment). Gambaran perolehan peringkat Indonesia dalam evaluasi PISA mengalami penurunan. 

Sejak empat tahun terakhir, posisi Indonesia menurun di semua bidang yang diujikan: membaca, matematika, dan sains. 

Pada 2018, ada total 79 negara yang berpartisipasi, dengan jumlah peserta didik ada 600 ribu orang yang berpartisipasi dari seluruh dunia.

Berdasarkan laporan PISA akhir tahun 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara. Tiga skor untuk aspek membaca, matematika, dan sains mengalami menurun dari tes PISA 2015. 

Hasil perolehan skor pada tahun 2015 untuk skor membaca Indonesia ada di peringkat 65, matematika peringkat 66, dan sains peringkat 64. Bahkan diantara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia berada paling bawah bersama Filipina yang mendapat peringkat terakhir dalam membaca dan skor sebelum terakhir di dua bidang lain.  

Pengembangan dan penguatan karakter serta kegiatan literasi menjadi salah satu unsur penting dalam kemajuan sebuah negara dalam menjalani kehidupan di era globalisasi.  Forum Ekonomi Dunia 2015 telah memberikan gambaran tentang keterampilan abad ke-21 yang sebaiknya dimiliki oleh seluruh bangsa di dunia. 

Ranking PISA pada tahun 2018, sumber: factsmaps.com
Ranking PISA pada tahun 2018, sumber: factsmaps.com

Keterampilan tersebut meliputi literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Demi menyukseskan pembangunan Indonesia di abad ke-21, menjadi keharusan bagi masyarakat Indonesia untuk menguasai enam literasi dasar, yaitu (1) literasi bahasa, (2) literasi numerasi, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, serta (6) literasi budaya dan kewargaan. Yang mana hal-hal tersebut merupakan tema yang akan penulis bawakan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2021. 

Sebagai upaya untuk meningkatan kualitas hidup, daya saing, pengembangan karakter bangsa, serta melihat perkembangan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi untuk meningkatkan indeks literasi nasional melalui Gerakan Literasi Nasional. Gerakan Literasi Nasional (GLN) lahir dari sinkronisasi semua program literasi yang sudah berjalan pada setiap unit utama yang ada di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. GLN merupakan upaya untuk menyinergikan semua potensi serta memperluas keterlibatan publik dalam pengembangan budaya literasi. Gerakan Literasi Nasional harus dilaksanakan secara masif, baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

UPI merupakan lembaga pendidikan tinggi yang fokus dalam bidang pendidikan merasa terpanggil untuk mengambil peran memberikan kontribusi dalam program peningkatan indeks literasi nasional melalui kegiatan KKN tematik literasi yang dilakukan oleh mahasiswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan