Mohon tunggu...
Yogi Setiawan
Yogi Setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Aku adalah

Pemuda yang penuh semangat, senang berbagi dan pantang menyerah. Mulai menulis karena sadar akan ingatan yang terbatas. Terus menulis karena sadar saya bukan anak raja, peterpan ataupun dewa 19.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

"All The Money in The World", Kisah Keluarga Kaya Raya

6 Februari 2018   16:28 Diperbarui: 6 Februari 2018   17:52 1047
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Adegan Getty sedang duduk bersama anjing peliharaannya (sumber: rollingstonesdotcom)

Apa yang kamu lakukan jika kamu menjadi orang terkaya di dunia? Saya sendiri belum terbayang apa yang dilakukan jika menjadi orang terkaya di dunia. Mungkin, akan saya sumbangkan untuk membeli bahan makanan bagi saudara kita di Asmat, Papua.

Nah kebetulan, beberapa minggu yang lalu, saya menonton film berjudul All The Money in The World. Film ini menceritakan kisah mantan orang terkaya di dunia bernama Jean Paul Getty. Ia seorang pengusaha dibidang minyak bernama Getty Oil. Guinnes Book of Record pernah mencatatkan namanya sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 1966. Saat itu, perkiraan total kekayaannya sebesar 1,2 miliar dolar.

Konflik film ini berawal dari cucu Getty yang bernama John Paul Getty III (Paulo) diculik oleh orang Italia. Penculik meminta tebusan senilai 17 juta dolar. Namun ternyata hal itu ditolak oleh Getty. Ia tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk menebus Paulo.

Jadi bisa dibilang si Getty ini selain orang terkaya di dunia, juga orang terpelit di dunia. Masak, mengeluarkan uang untuk menolong cucunya aja gak mau. Padahal hanya sepersekian persen dari harta kekayaannya.

Getty yang diperankan oleh Arthur Christoper Orme Plummer adalah seorang yang pekerja keras namun egois. Ia menyukai karya seni baik lukis maupun patung.

Ibunya Paulo (Mantu Getty), berusaha sangat keras bagaimana caranya agar Paulo bisa bebas dari tawanan penculik. Namun upaya itu tidak berjalan dengan mudah. Selain karena ia tidak punya uang untuk menebus anaknya, mertuanya Getty juga tidak mau memberikan uang tersebut dengan cuma-cuma.

Hingga sang penculik mengirimkan potongan telinga Paulo ke Media Cetak, Getty baru mau memberikan uang kepada sang ibu. Namun, dengan syarat yang harus dipenuhi.

Colosseum sebagai salah satu latar tempat di film All Money in The World (sumber:pinterest).
Colosseum sebagai salah satu latar tempat di film All Money in The World (sumber:pinterest).
Film yang terinspirasi dari kisah nyata ini memiliki latar tempat di Italia, Inggris dan Timur Tengah. Di awal film, gambar berwarna hitam putih. Awalnya saya kira, film ini akan hitam putih sampai akhir. Namun ternyata lima menit kemudian, warna gambar muncul dan terus berlangsung layaknya film zaman now.

Film ini berjalan dengan waktu 2 jam 30 menit. Namun tak ada kebosanan saat menonton. Konflik keluarga yang ada pada keluarga Getty masih relevan di zaman ini. Kelakuan ayahnya yang hanya suka bersenang-senang, mabuk-mabukkan dan bermain perempuan, membuat Paulo kehilangan peran seorang ayah.

Di umurnya yang masih remaja, ia pun melakukan beberapa kenakalan. Salah satunya yang membuat ia dikeluarkan dari sekolah adalah membakar sekolahan. Dan yang baru ketahuan setelah ia diculik, Paulo mengonsumsi Ganja.

Peran seorang ayah memang penting untuk mendidik seorang anak. Melihat kelakuan ayahnya, Paulo sepertinya ingin mengikuti jejak ayahnya. Selain itu, sifat kakeknya yang sangat mencintai harta menyebabkan petaka. Telinga Paulo merupakan ganjarannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun