Mohon tunggu...
WawanAdalah
WawanAdalah Mohon Tunggu... Pribadi

Fotografer

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bersama Membangun Kebaikan

20 Mei 2019   11:56 Diperbarui: 20 Mei 2019   12:04 0 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia bukan milik sepihak. Tidak boleh ada yang mengklaim sebagai kelompok dominan di Indonesia.

Semua sama, sederajat. Diakui sebagai masyarakat Indonesia. Punya hak dan kewajiban yang sama. Apapun suku, agama, adat, budaya, golongannya.

Siapa saja yang merasa bagian rakyat Indonesia: harus sama-sama membangun kebaikan untuk negaranya. Sebagai jalan menuju Indonesia yang unggul.

Semangatnya sama: membentuk Indonesia yang bangkit di kancah regional maupun internasional. Tidak pernah terpuruk sebagai bangsa. Selalu bangkit dengan persatuan nasional.

Indonesia adalah negara yang besar. Keanekaragaman budaya, tradisi, suku, adat, bahasa, agama, beribu kepulauan, luasnya perairan, puluhan provinsi, tapi tidak membuat Indonesia pecah, bercerai.

Justru sebaliknya: terus bersatu. Sejak awal kemerdekaan bangkit sebagai negara yang bersatu yaitu Indonesia. Keunikan Indonesia itu yang menjadikan kita kuat dan berdaulat.

Oleh sebab itu, mutlak kita bersama-sama seharusnya membangun jalan kebaikan untuk Indonesia. Agar tetap utuh sebagai bangsa. Disegani di level dunia.

Tidak boleh ada pemaksaan ego di Indonesia. Mementingkan kelompoknya saja. Mengutamakan pengukutnya saja. Sekali lagi: siapa saja di Indonesia sama-sama harus membangun jalan kebaikan untuk Indonesia.

Merawat dan mempertahankan Indonesia jangan sampai ditinggalkan hanya sebab beda agama, suku atau bahasa. Itu bukan ciri kehidupan Indonesia yang Pancasilais.

Bersama-sama menyusun dan merealisasikan jalan untuk kebaikan Indonesia akan membuat negeri tercinta kita selalu bangkit. Walaupun tak mudah tantangannya.

Kita harus yakin bahwa Indonesia adalah rumah terbaik bagi semua. Bangkit dan melakukan yang terbaik bersama, bergotong royong untuk Indonesia kini dan masa depan.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional.