Politik

Ini Ekonom yang Paling Ideal Jadi Cawapres Jokowi

5 April 2018   18:18 Diperbarui: 5 April 2018   18:30 917 2 1
Ini Ekonom yang Paling Ideal Jadi Cawapres Jokowi
saranginfo.com

Presiden Joko Widodo sepertinya akan memilih sosok pendamping yang berlatar belakang ekonomi. Hal ini bukanlah tanpa sebab. Bidang ekonomi menjadi bidang yang medapatkan sorotan utama publik. Selain itu, ekonomi juga menjadi persoalan utama bangsa saat ini.

Meski demikian, peluang Jokowi memilih ekonom sebagai cawapres, tentu akan terbentur realitas politik. Tak bisa dipungkiri bahwa realitas politik saat ini sangat berbeda dengan ketika era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY bebas memilih pendamping yang berlatar belakang ekonomi seperti Boediono lantaran gejolak politik saat itu tidak begitu kuat. Selain itu, raihan suara Demokrat di Pemilu 2009 melebihi ambang batas presiden 20%. Jadi wajar saja kalau SBY kala itu main asal tunjuk orang yang akan dijadikan wakilnya, asal manut, setia, taat dan patuh terhadap perintah SBY.

Berbeda dengan kondisi saat ini. Jokowi tidak bisa asal tunjuk. Meski ia butuh sosok pendamping yang memiliki latar belakang ekonomi, namun hal ini perlu persetujuan atau rekomendasi dari partai politik pengusung. Belum lagi jika partai pengusung juga merekomendasikan nama, ini akan menjadi ribet dan njlimet.

Solusinya hanya satu. Presiden Jokowi harus memilih sosok yang tidak saja berlatar belakang ekonomi, namun juga politisi. Dengan begini, gejolak politik yang akan terjadi akan mudah terbendung dan terkondisikan. Sosok seperti ini kira-kira mirip dengan Jusuf Kalla. Seorang politisi yang berlatar belakang ekonomi.

Masalahnya, politisi yang memiliki latar ekonomi layaknya Jusuf Kalla sangat jarang sekali ditemukan di Indonesia. Kebanyakan orang yang sudah bergelut di bidang ekonomi, seperti pengusaha dll, ia enggan terjun ke dunia politik.

Namun, jarang bukan berarti tidak ada. Ia adalah Hary Tanoesoedibjo. Seorang ekonom atau pengusaha sukses yang juga sukses mendirikan partai politik.

Hary Tanoe punya modal yang cukup untuk mendamping Jokowi. Ia handal dalam mengelola perekonomian negara, memiliki jaringan luas, media yang kuat, serta memiliki kekuatan massa yang cukup melimpah.

Pasangan Jokowi-HT sangatah ideal. Saling melengkapi dan saling menutupi kekuarangan masing-masing. Jokowi tidak perlu khawatir lagi jika program pembangunannya belum tuntas selama 5 tahun. Ada Hary Tanoe yang akan melanjutkan di 5 tahun berikutnya. Layaknya Jusuf Kalla yang selama menjadi pendamping Jokowi gencar melakukan pembangunan, Hary Tanoe nantinya juga akan demikian.