Mohon tunggu...
Wasiat Kumbakarna
Wasiat Kumbakarna Mohon Tunggu...

melihat sesuatu dengan lebih cerdas dan tenang

Selanjutnya

Tutup

Politik

Jangan Demo Ahok Terus, Ingat Rohingya!

8 Desember 2016   09:46 Diperbarui: 8 Desember 2016   09:58 0 2 2 Mohon Tunggu...

Rupanya soal Ahok benar-benar menjadi perhatian dunia, salah satunya Malaysia. Hal itu terlihat dari sindiran Perdana Menteri Malaysia, Najib Rajak terhadap Indonesia baru-baru ini. Najib menilai Indonesia kurang memerhatikan persoalan Rohingya karena lebih sibuk mengurus Ahok. Pernyataan Nadjib itu viral di media sosial.

"Saya pernah minta presiden Jokowi, minta rakyat Indonesia berhimpun (bersatu). Jangan protes Ahok saja, Ahok-Ahok lah, Rohingya mesti diperjuangkan di Indonesia," ujar Najib. Najib menambahkan, seluruh umat harus menjaga nyawa, harga, dan harta benda. Karena hal itu merupakan tanggung jawab dan bagian dari syariah.

Tak akurat tapi penting

Pernyataan PM Najib sebenarnya tak terlalu akurat tapi penting untuk menjadi perhatian. Tidak akurat karena untuk diketahui, pemerintahan Indonesia telah dan terus melakukan langkah-langkah konkrit membantu umat muslim Rohingya. Harus diingat juga bahwa sampai saat ini Indonesia masih menampung para pengungsi Rohingya, terutama di Aceh.

Selain itu, Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menlu Retno Marsudi untuk melakukan pembicaraan dengan Penasehat Negara (State Counsellor) Myanmar Daw Aung San Suu Kyi. Hasilnya pun cukup menjanjikan.

"Pemerintah Myanmar telah membuka pintu bagi bantuan kemanusiaan dari Indonesia, sehingga memugkinkan bantuan dari PKPU (Pos Kemanusiaan Peduli Umat) untuk sampai di Rakhine State," ujar Retno seperti dikutip dari www.bisnis.com.

Kesepakatan itu memudahkan umat muslim Indonesia untuk memberikan bantuan kepada etnis Rohingya, di antaranya yang sudah dilakukan adalah pembangunan dua sekolah di wilayah Rakhine (wilayah etnis Rohingya), dan pembangunan itu telah selesai dilakukan. Selain itu, Indonesia juga telah membantu pembangunan enam sekolah lainnya di Rakhine State.

Ditambahkan oleh Menlu RI bahwa Indonesia menyampaikan kesiapan untuk terus melanjutkan kerja sama dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan di Rakhine State. Kesimpulannya, Jokowi tak perlu gembar-gembor seperti Najib dalam mendukung Rohingya. Jokowi dan Indonesia selalu konsisten mendukung Rohingya yang sudah dinyatakan sebagai etnis paling tertindas di dunia oleh PBB.

Persaudaraan sesama muslim

Di sisi lain, pernyataan Najib penting untuk diapresiasi karena pesannya bagus. Janganlah umat muslim Indonesia terlalu fokus dengan kasus Ahok sampai melupakan nasib saudara sesama muslim. Soal Ahok yang sudah bergulir proses hukumnya, ya silakan dikawal saja. Hormati proses hukum menjadi nilai etika paling utama.

Minimal yang harus dilakukan adalah mendoakan semoga saudara seiman di Rohingya bisa kuat dalam menghadapi berbagai cobaan. Jika ada yang berkelebihan uang atau tenaga, bantu mereka secara konkrit. Dengan demikian, umat muslim Indonesia akan semakin disegani dan dikagumi di mata dunia, terutama di lingkup Asia Tenggara. (WK)